Obat Omeprazole – Fungsi, Dosis & Efek Samping

Omeprazole adalah salah satu obat yang sering diresepkan oleh dokter untuk mengobati masalah pada lambung, seperti nyeri perut ulu hati khususnya pada dispepsia, penyakit maag baik maag akut maupun kronis serta pada tukak lambung. Artikel ini akan menjelaskan omeprazole obat apa, beserta informasi penting lainnya.

Daftar Isi:

Mengenal Omeprazole

Omeprazole adalah obat antisekresi yang dibuat dari turunan benzimidazole, ini termasuk obat maag, dan di kalangan medis sering disingkat sebagai Obat OMZ. Fungsi omeprazole sebagai antisekresi yaitu bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim H+/K+ – ATPase yang terdapat pada permukaan kelenjar sel parietal gastrik pada pH < 4. Karena sistem enzim ini merupakan pompa proton (asam) yang terdapat pada mukosa lambung, maka omeprazol merupakan penghambat pompa asam lambung yang bekerja dengan menghambat tahap akhir pembentukan asam lambung.

omeprazole mediskus

Omeprazole yang telah membentuk ikatan bersama proton (H+) dengan segera akan diubah menjadi sulfonamida, yang merupakan suatu penghambat pompa proton yang aktif, membuat obat ini dapat menekan sekresi asam lambung melalui penghambatan terhadap pelepasan H+ dan pembentukan gabungan HCl sehingga produksi asam lambung menjadi berkurang. Efek antisekresi obat omeprazol akan mulai timbul setelah 1 hingga 2 jam pemakaian oral dengan efek penghambatan sekresi yang dapat berlangsung hingga tiga hari.

Omeprazole ini merupakan obat penghambat sekresi asam lambung yang lebih baik dibandingkan antagonis H2 seperti ranitidin karena obat omeprazole ini tidak menunjukkan efek antikolinergik seperti kegelisahan, mulut kering, palpitasi dan retensi urin

Indikasi (Fungsi) Omeprazole

Sebagai obat penghambat sekresi asam lambung sebagaimana dijelaskan di atas, maka fungsi omeprazole adalah:

  • Pengobatan jangka pendek pada penderita tukak duodenal.
  • Pengobatan jangka pendek pada penderita tukak lambung.
  • Pengobatan penderita tukak lambung dan tukak duodenum yang tidak responsif terhadap pemberian obat – obat antagonis reseptor H2 contohnya cimetidine, ranitidine.
  • Pengobatan refluks esofagitis erosif / ulceratif pada penderita yang telah didiagnosa melalui endoskopi. Baca: penyakit GERD

Pengobatan jangka panjang pada penderita sindroma Zollinger Ellison

Kontraindikasi

Obat omeprazol tidak boleh digunakan pada pasien yang diketahui mempunyai riwayat hipersensitif terhadap komponen omperazole. Jika Anda memiliki riwayat alergi, baik terhadap obat atau makanan tertentu, maka sebaiknya beri tahu dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini.

Dosis Omeprazole

Omeprazole tersedia dalam sedian kapsul dan injeksi, yang sering digunakan adalah sedian kapsul. Adapun dosis yang sering digunakan pada pasien dewasa yaitu omeprazol 20 mg atau 40 mg, dan penggunaannya dianjurkan sebanyak satu kali dalam sehari.

  • Pada penderita tukak duodenal dosis yang dianjurkan adalah omeprazole 20 mg sehari dan penyembuhan dapat dicapai dalam waktu 2 minggu pengobatan, apabila penyembuhan belum dicapai, biasanya memerlukan pengobatan selama 2 minggu lagi.
  • Pada penderita tukak lambung dosis yang dianjurkan adalah omeprazole 20 mg sehari dan penyembuhan dapat dicapai dalam waktu 4 minggu pengobatan, apabila penyembuhan belum dicapai, biasanya memerlukan pengobatan selama 4 minggu lagi.
  • Pada penderita refluks esofagitis erosif / ulceratif dosis yang dianjurkan adalah omz 20 mg sehari dan penyembuhan dapat dicapai dalam waktu 4 minggu pengobatan, apabila penyembuhan belum dicapai, biasanya memerlukan pengobatan selama 4 minggu lagi
  • Pada penderita tukak lambung dan tukak duodenal yang sulit disembuhkan dengan pengobatan lain dosis yang dianjurkan adalah omeprazole 40 mg sehari dan penyembuhan dapat dicapai dalam waktu 4 minggu pengobatan untuk tukak duodenal dan 8 minggu pengobatan untuk tukak lambung atau refluks esofagitif erosif / ulseratif).
  • Pada penderita dengan sindroma Zollinger Ellison dosis awal yang dianjurkan adalah omz 60 mg sehari, dosis dapat disesuaikan tergantung masing-masing penderita dan indikasi klinis. Untuk penderita yang memiliki penyakit yang berat dan sulit disembuhkan dengan pengobatan lain, keluhan dapat dikendalikan secara efektif pada dosis 80 – 120 mg.

Pada pasien yang memiliki gangguan pada fungsi hati, gangguan pada fungsi ginjal maupun pasien usia lanjut tidak memerlukan penyesuaian dosis khusus, dan pada anak-anak belum terdapat data yang lengkap mengenai penggunaan omeprazole untuk anak-anak.

Dalam pemakaiannya kapsul omeprazole harus ditelan utuh bersamaan dengan air putih, kapsul omeprazol tidak boleh dibuka, dikunyah, atau pun dihancurkan, dan sebaiknya obat ini dapat diminum sebelum makan untuk mendapatkan hasil pengobatan yang optimal.

Efek Samping Omeprazole

Omeprazol umumnya dapat ditoleransi dengan baik, meskipun demikian masih terdapat kemungkinan timbulnya efek samping yang jarang terjadi dan kalaupun ada biasanya ringan dan sifatnya sementara yaitu sakit kepala, mual, kembung, diare, konstipasi, kulit kemerahan dan gatal pada kulit.

Informasi Keamanan

  • Omeprazol yang diberikan dengan dosis melebihi 80 mg, dianjurkan untuk membagi dosis menjadi 2 kali pemberian dalam sehari.
  • Omeprazol yang digunakan untuk penggunaan jangka panjang perlu mewaspadai adanya kemungkinan efek hipergastrinemia.
  • Omeprazole sebaiknya tidak diberikan pada ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak, kecuali apabila penggunaannya dianggap sangat penting.
  • Omeprazol dapat memperpanjang eliminas obat diazepam, penitoin dan warfarin, sehingga dianjurkan untuk melakukan penurunan dosis obat tersebut pada penderita.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer