Pengobatan Terkini untuk Osteoporosis

Pengobatan osteoporosis atau pengeroposan tulang tidak hanya membutuhkan obat-obatan tetapi juga perubahan gaya hidup yang dapat memperbaiki dan mempertahankan kepadatan tulang. Apa penemuan para ahli mengenai pengobatan terkini untuk osteoporosis? simak selengkapnya dalam artikel ini.

Sebagai pendahuluan, mari kita pahami terlebih dahulu sifat-sifat tulang dalam tubuh kita. Meskipun tulang itu keras, tetapi ternyata ini merupakan salah satu jaringan dalam tubuh kita yang dinamis, terus aktif memecah diri (reabsorbsi) kemudian membangun kembali, dalam artian sel-sel dan struktur tulang lama yang sudah tua pada waktunya akan selalu diganti dengan sel-sel dan materi yang baru, inilah yang disebut dengan proses regenerasi.

Pada osteoporosis, tulang memecah diri dengan lebih cepat daripada proses membangun kembali. Tentu saja hal ini akan menyebabkan tulang menjadi kurang padat, lebih berpori, dan lebih rapuh. Kondisi ini akan melemahkan tulang dan dapat menyebabkan lebih mudah patah dan membuat seseorang tak mampu beraktifitas. Untungnya ada banyak obat yang tersedia untuk melindungi dan memperkuat tulang. Pengobatan biasanya mencakup kombinasi dari obat-obatan dan perubahan gaya hidup untuk membantu memperlambat laju reabsorpsi tulang oleh tubuh.

pengobatan osteoporosis

Kenali Faktor Resiko dan Penyebab Tulang Keropos

Kebanyakan orang memiliki massa tulang terpadat dan terkokok ketika berusia awal 20-an. Ketika usia bertambah terlebih pada lansia, kehilangan massa tulang akan berada pada tingkat yang lebih cepat dibanding kemampuan tubuh untuk menggantinya. Karena itu, orang tua berada pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami osteoporosis.

Wanita juga memiliki risiko yang lebih tinggi terkena osteoporosis disebabkan oleh dua faktor, pertama karena wanita biasanya memiliki tulang yang kurang padat dibandingkan laki-laki. Kedua faktor hormonal, hormon ertogen pada wanita memiliki peran membantu melindungi tulang. Wanita yang sudah menopause mengalami penurunan kadar estrogen, sehingga lebih berisiko mengalami pengeroposan tulang.

Faktor risiko lainnya termasuk:

  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti steroid, inhibitor pompa proton (salah satu jenis obat maag, contohnya lansoparzole), dan barbiturat
  • Malnutrisi terkhusus kurang asupan kalsium dan vitamin D
  • Penyakit tertentu, seperti rheumatoid arthritis, multiple myeloma.

Pengobatan Osteoporosis Terkini

Menggunakan Obat Osteoporosis

Cara yang paling agresif untuk mencegah tulang keroposa dalah untuk mengambil obat resep, seperti berikut:

Bifosfonat

Ini adalah terapi obat yang paling umum untuk osteoporosis. Mereka adalah sebagai berikut

  • Alendronate adalah obat oral yang biasanya dikonsumsi sekali per minggu.
  • Ibandronate tersedia sebagai tablet oral bulanan atau sebagai injeksi intravena untuk empat kali per tahun.
  • Risedronate tersedia dalam dosis harian, mingguan, dua bulanan, atau bulanan.
  • Asam zoledronic tersedia sebagai infus intravena, digunakan sekali setiap satu atau dua tahun.

Efek samping dari obat ini dapat mencakup refluks asam lambung, mual, dan sakit perut. Dalam beberapa kasus, obat ini dapat menyebabkan kerusakan tulang di rahang, atau osteonekrosis rahang. Efek samping ini jarang terjadi dan lebih sering terjadi pada orang yang mengambil dosis tinggi bifosfonat.

Antibodi

Denosumab adalah suatu antibodi yang terlibat dalam proses reabsorpsi tulang oleh tubuh. Antibodi ini memperlambat reabsorpsi tulang sehingga juga dapat mempertahankan kepadatan tulang. Zat ini tersedia dalam bentuk suntikan yang bisa digunaan setiap enam bulan. Efek samping yang bisa muncul termasuk:

  • iritasi kulit
  • kekakuan otot
  • rasa sakit
  • kejang
  • kelelahan
  • keringat berlebihan

Menerapkan Terapi Hormon 

Wanita sudah masuk masa menopause berada pada risiko yang tinggi untuk terkena osteoporosis. Estrogen membantu melindungi tulang, sedangkan produksi estrogen turun selama menopause. Oleh sebab itu, bagi wanita menopause, terapi hormon, atau terapi penggantian hormon, merupakan pilihan pengobatan yang bisa digunaan. Namun biasanya, dokter tidak menggunakannya sebagai lini pertama karena efek samping yang dapat meningkatkan risiko:

  • stroke
  • serangan jantung
  • kanker payudara
  • pembekuan darah

Jenis terapi hormon yang bisa digunakan untuk mengobati tulang keropos meliputi:

Selektif reseptor estrogen modulator (SERM)

SERMs memiliki efek yang sama dengan estrogen yaitu melestarikan dan mempertahankan kepadatan tulang. Salah satu contohnya Raloxifene tersedia dalam bentuk tablet oral harian.

Thyrocalcitonin

Ini adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar tiroid. Hormon ini membantu mengatur kadar kalsium dalam tubuh. Dokter menggunakan thyrocalcitonin sintetis, atau kalsitonin untuk mengobati osteoporosis tulang belakang pada orang yang tidak bisa mengambil bifosfonat. Hal ini juga dapat mengurangi rasa sakit pada beberapa orang yang memiliki fraktur kompresi tulang belakang. Obat ini tersedia dalam bentuk semprot hidung atau injeksi. Efek samping dari semprotan hidung mungkin termasuk hidung meler atau mimisan.

Hormon paratiroid (PTH)

Hormon ini mengatur kadar kalsium dan fosfat dalam tulang. Perawatan dengan PTH sintetis seperti teriparatid dapat meningkatkan pertumbuhan tulang baru. Obat ini tersedia dalam bentuk injeksi harian dalam kombinasi dengan kalsium dan suplemen vitamin D. obat ini mahal dan umumnya disediakan untuk orang-orang dengan osteoporosis parah yang memiliki toleransi buruk terhadap perawatan lainnya.

Melakukan Perubahan gaya hidup

Berusaha memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D dari makanan dapat membantu menghambat pengeroposan tulang. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium yang dibutuhkan. Makanan yang kaya kalsium antara lain:

  • Produk susu
  • Sayuran hijau gelap
  • Roti yang diperkaya
  • Produk kedelai seperti tahu dan tempe

Baca disini untuk mengetahui lebih lanjut:

Para ahli merekomendasikan bahwa wanita berusia 19-50 tahun dan pria usia 19-70 tahun harus mendapatkan 1.000 miligram (mg) kalsium per hari. Wanita yang berusia 51-70 tahun dan semua orang di atas 70 tahun harus mendapatkan 1.200 mg kalsium per hari.

Sedangkan untuk vitamin D, bagi yang berusia di bawah usia 70 tahun harus mendapatkan 600 unit internasional (IU) vitamin D per hari dan orang dewasa di atas 70 tahun harus mendapatkan 800 IU vitamin D per hari.

Meningkatkan Aktivitas fisik

Latihan fisik dengan rajin bergerak akan membantu menguatkan tulang. Apapun bentuknya, aktivitas fisik membantu mencegah pengeroposan tulang yang terkait dengan usia dan dapat meningkatkan kepadatan tulang pada beberapa kasus. Olahraga juga dapat membantu memperbaiki keseimbangan dan postur tubuh.

Percuma jika Anda mengonsumsi susu tinggi kalsium yang katanya sangat baik untuk tulang dan bisa mencegah osteoporosis apabila Anda tidak melakukan aktifitas fisik, karena nutrisi tersebut akan dibuang percuma oleh tubuh.

Osteoporosis mempengaruhi banyak orang di seluruh dunia, dan ketahuilah bahwa perawatan seperti obat-obatan, terapi hormon, dan olahraga dapat memperkuat tulang dan memperlambat pengeroposan. Diskusikan setiap pilihan pengobatan dan perubahan gaya hidup yang dibutuhkan secara rinci dengan dokter Anda. Bersama dokter Anda dapat mempertimbangkan risiko dan manfaat dari setiap perawatan yang hendah dijalani.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer