Umur Berapa Bayi Bisa Duduk? Ini Tips Agar Cepat Bisa

Setelah berbulan-bulan dalam kondisi berbaring, tibalah saatnya si bayi untuk bersiap merubah pemandangan dengan posisi duduk. Ini juga yang selalu diharapkan kedua orang tua, agar bayinya dapat duduk sesuai dengan usianya. Namun tahukah Anda, secara normal umur berapa bayi bisa duduk, baik duduk dengan ditopang atau duduk dengan sendirinya.

Ketika bayi berusia 3 atau 4 bulan, ia mulai berusaha mengangkat-angkat kepalanya, ini merupakan cara dia untuk latihan otot-otot leher sebagai modal utama agar mampu duduk, pada saat ini memang bayi belum bisa duduk sendiri, namun Anda sudah dapat menopangnya untuk duduk dan pengalaman yang luar biasa akan dirasakan oleh sang buah hati, pemandangan telah berubah dari yang sebelumnya hanya melihat ke atas sekarang dapat melihat di sekelilingnya tentunya akan disusul dengan tawa indah di bibir mungilnya.

bayi bisa duduk

Semakin berlatih sang bayi akan mampu untuk duduk tegak meskipun dengan sedikit bantuan, semakin lama dia akan menemukan kenikmatan dan akan selalu berusaha untuk melakukannya dan pada akhirnya bayi bisa duduk sendiri dengan tegak tanpa bantuan.

Umur Berapa Bayi Bisa Duduk Sendiri?

Memang bervariasi dari bayi ke bayi, tetapi sebagian besar bayi akan bisa duduk dengan bantuan (ditopang) antara usia 3 hingga 5 bulan. Pada saat berusia 6 bulan, mungkin bayi sudah mengembangkan otot-otot leher, tubuh bagian atas dan otot punggung untuk dapat duduk sendiri tanpa dukungan.

Namun, untuk beberapa bayi, kemampuan untuk duduk sendiri  tanpa bantuan bisa sampai berusia 9 bulan (terutama jika bayi menghabiskan banyak waktu dalam posisi berbaring di tempat tidurnya tanpa dilatih untuk duduk). Pada usia 7 bulan, bayi mungkin dapat masuk ke posisi duduk sendiri dengan mendorong naik dari perutnya, tetapi sebagian besar bayi perlu ditarik ke posisi duduk oleh orang tua sampai sekitar 11 bulan.

Apa Tandanya Bahwa Bayi Siap Duduk?

Pada usia 4 bulan, bayi mungkin akan mampu menahan kepalanya dengan stabil ketika badan ditopang pada posisi setengah berbaring, tetapi kepala masih belum cukup kuat untuk ditarik ke posisi duduk. Membantu bayi untuk melatih otot-otot leher dan bahu agar mampu menopang kepala sangatlah penting, lakukan dengan cara menarik secara perlahan ketika bayi terlentang ke posisi duduk dengan sedikit topangan pada daerah kepala. Ketika bayi sudah dapat ditarik tanpa ditopang kepalanya, maka berarti dia sudah siap untuk diajak duduk dengan bantuan, ditopang atau disandarkan pada pangkuan.

Perlihatkanlah pemandangan indah di sekitar rumah atau mainan-mainan yang menarik, hal ini amat penting untuk merangsang sang buah hati agar termotivasi untuk duduk, maka lama kelamaan dia akan bisa duduk sendiri tanpa bantuan.

Ketika bayi sudah bisa duduk tegak tanpa bantuan, cobalah untuk menempatkan mainan di depan kaki bayi Anda ketika dia duduk, dan ia mungkin berakhir menopang dirinya di tangannya saat ia bermain dengan itu. Selanjutnya Anda juga bisa menempatkan mainan di bagian atas untuk mendapatkan perhatiannya. Kemudian angkat mainan sampai setinggi matanya: Dia akan meraihnya sambil duduk dan bahkan mungkin dapat tetap duduk sendiri sementara ia bermain dengan mainan di tangannya.

Tidak perlu khawatir…

Selama Anda memberikan banyak kesempatan pada bayi untuk berlatih keterampilan duduk, dia akan memberitahu Anda ketika dia siap untuk memulai duduk. Pastikan untuk selalu menjaga di sekelilingnya, jika dia langsung terjatuh miring atau hanya mampu duduk sebentar, maka berarti ia belum siap dan Anda bisa mencoba lagi nanti.

Jika bayi sudah menginjak usia 6 bulan, 7 bulan, 8 bulan namun belum bisa duduk meskipun dengan bantuan, maka tidak mengapa. Setiap bayi berkembang secara berbeda. Beberapa bayi bisa duduk dengan dibantu saat berusia 4 bulan, sedangkan yang lain mampu melakukannya pada usia 9 bulan. Hal terpenting adalah terus memberikan banyak kesempatan untuk berlatih duduk dengan dukungan dan pengawasan, serta memberikan banyak latihan lagi ketika dia sudah mampu duduk tegak.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer