10 Akibat Kurang Tidur yang Merugikan Kesehatan

Mungkin Anda sering mendengar sebuah peringatan ataupun nasihat yang mengatakan bahwa kurang tidur dapat merigukan kesehatan. Sampai-sampai ada lagunya ..begadang jangan begadang..kalau tiada artinya… namun tahukah Anda apa saja efek kesehatan yang ditimbulkan akibat kurang tidur secara lebih terperinci?

Anda pasti sudah pernah secara langsung merasakan efek kurang tidur ini, seperti mudah marah-marah, tidak bisa konsentrasi, dan tidak dapat bekerja dengan baik lantaran terganggu oleh rasa kantuk. Namun, ada beberapa efek samping akibat kurang tidur yang lebih serius dan mungkin tidak banyak yang tahu. Berikut, akan kami sampaikan!

kurang tidur
Menyebabkan Kematian

Studi penelitian di Inggris menunjukkan bahwa orang yang memiliki pola tidur yang tidak teratur atau jadwal yang tidak memungkinkan untuk tidur dengan cukup secara teratur memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang cukup tidur secara teratur. Terutama, masalah pada pasien yang menderita kurang tidur ini tampaknya memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), seperti serangan jantung dan darah tinggi.

Kelelahan, Risiko Kecelakaan

Tidur sangat dierlukan otak agar beristirahat sehingga kembali segar. Orang yang kurang tidur, kelelahan otak tak henti-henti dan ini mengurangi konsentrasi dan kewaspadaan. Kecelakaan serius sangat sering dikaitkan sebagai akibat dari kurang tidur. Penelitian telah mengklaim bahwa mengemudi sambil mengantuk karena kurang tidur sama berbahayanya dengan mengemudi dalam keadaan mabuk.

Selain kecelakaan di jalan, kurang tidur juga dapat menyebabkan risiko lebih tinggi terjadinya cedera atau kecelakaan di tempat kerja ataupun di rumah.

Penyebab Depresi

Kurangnya tidur secara signifikan dapat meningkatkan gejala depresi. Dalam sebuah jajak pendapat pada tahun 2005, orang-orang yang menderita kecemasan atau depresi diminta untuk menghitung kebiasaan tidur mereka. Dari situ terungkap bahwa sebagian besar responden memiliki jam tidur kurang dari enam jam di malam hari. Mereka banyak yang mengalami Insomnia, dan insomnia ini sering dikaitkan dengan depresi. Celakanya, bak lingkaran setan, gejala depresi itu sendiri juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk tertidur.

Risiko Stroke

Salah satu penyakit yang berbahaya akibat kurang tidur adalah kejadian stroke, tidur pendek bisa meningkatkan risiko stroke, menurut penelitian tahun 2012. Orang dewasa yang terbiasa tidur kurang dari enam jam permalam memiliki empat kali risiko stroke, dikutip dari HuffPost.

Risiko Diabetes

Sebuah penelitian di tahun 2012 meneliti hubungan antara kurang tidur dan resistansi insulin, tanda faktor risiko diabetes. Penlitian itu menemukan bahwa di antara remaja yang sehat, tidur terpendek memiliki resistensi insulin tertinggi, yang berarti tubuh tidak menggunakan insulin secara efektif, dengan demikian salah satu akibat kurang tidur adalah meningkatnya risiko terkena penyakit diabetes (kencing manis).

Tulang Keropos

Menurut sebuah studi pada tahun 2012, kurang tidur jangka panjang tampaknya berkontribusi terhadap osteoporosis (pengoroposan tulang). Para peneliti menemukan perubahan kepadatan mineral tulang dan sumsum tulang pada tikus. Mungkin efek yang sama juga bisa terjadi pada manusia.

Risiko Kanker

Sebuah studi pada tahun 2010 menemukan bahwa di antara 1.240 orang yang terkena kanker kolorektal (kanker usus), 338 diantaranya memiliki rata-rata waktu tidur malam kurang dari enam jam. Bahkan setelah mengendalikan faktor risiko yang lebih tradisional, polip usus lebih umum terjadi pada orang yang kurang tidur.

Akibat kurang tidur lainnya pada penyakit kanker yaitu meningkatkan angka kekambuhan pada pasien kanker payudara. Penulis studi menyimpulkan bahwa tidur yang cukup dan lebih baik merupakan sebuah pendekatan yang sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko dan kekambuhan kanker.

Kulit Rusak

Hanya satu malam saja tidak tidur dapat menyebabkan mata bengkak dan kulit pucat. Jika seseorang terus saja mengalami kurang tidur, kerusakan ini dapat menjadi permanen. Lingkaran hitam di bawah mata, kulit dan garis-garis halus pucat di wajah bisa menjadi permanen.

Elastisitas kulit juga bisa menjadi rusak dari waktu ke waktu ketika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup. Kelelahan kronis akibat kurang tidur menyebabkan stres yang berlebihan yang menyebabkan tubuh untuk memproduksi lebih banyak hormon kortisol, yang memecah protein dalam kulit yang membuat elastis dan halus kulit menurun.

Berat Badan Berlebih

Tidur yang teratur membantu tubuh menjaga nafsu makan dan jadwal lapar secara teratur. Oleh karena itu, seseorang yang kurang tidur akan mudah lapar dan cendrung untuk makan terus, karena pada kondisi ini terjadi peningkatan produksi hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar dan menurunkan produksi leptin yang menekan nafsu makan. Jika hal ini terus terjadi, maka berat badan bisa naik secara berlebihan (obesitas).

Gampang Lupa

Anda mungkin ingat suatu hari ketika Anda begitu lelah, jadi pelupa dan tidak fokus karena malamnya hanya tidur sebentar. Tahukah Anda bahwa kurang tidur dapat menyebabkan masalah kognitif permanen. Semakin sedikit kita tidur, semakin sedikit kita mendapatkan keuntungan proses penyimpanan memori saat tidur. Bahkan, kerusakan otak dapat terjadi akibat kurang tidur terus menerus, menurut sebuah penelitian di tahun 2013 (dikutip dari huffpost).

Jadi jangan begadang, tidurlah yang cukup, jika tidak ingin terkena efek negatif akibat kurang tidur seperti di atas.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer