10 Penyebab Batuk Pada Bayi dan Anak

Sebagai orang tua, ketika mendengar batuk pada anak atau bayi mungkin membuat Anda merasa tidak nyaman, khawatir jangan-jangan anak mengalami sakit yang berat. Namun nayatanya, batuk yang terjadi sesekali tidak selalu menunjukkan bahwa itu merupakan penyakit dan tentu saja tidak selalu membutuhkan obat batuk untuk mengatasinya.

Kenapa bisa terjadi batuk pada bayi?

Tahukah Anda, bahwa batuk sebenarnya mekanisme pertahanan tubuh yang melindungi tubuh anak dengan cara membuang lendir, zat-zat penyebab iritasi (iritan) dan infeksi dari saluran pernapasan. Jika tidak dibatukkan (tidak ada batuk), maka partikel-partikel berbahaya tersebut bisa masuk ke saluran pernafasan yang lebih dalam sehingga dampaknya akan lebih berbahaya.

batuk pada bayi

Anak-anak bisa mengalami batuk beberapa kali sehari atau batuk yang hilang timbul berlangsung hingga beberapa minggu jika ternyata yang menyebabkannya adalah infeksi virus dan ini bisa sembuh sendiri. Namun, apabila batuk berlangsung lebih dari dua sampai tiga minggu, maka bisa jadi penyebab batuk pada bayi tersebut adalah infeksi bakteri yang lebih berbahaya, dan pada kondisi ini Anda harus meminta bantuan dokter dalam menanganinya.

Berbagai Penyebab Batuk Pada Bayi dan Anak

Batuk Akut pada Anak (Berlangsung hingga dua minggu)

Mayoritas anak-anak memiliki periode batuk yang berulang namun berlangsung singkat. Penyebab dari batuk seperti ini paling sering adalah infeksi virus pada saluran pernapasan atas, seperti common cold (batuk pilek biasa).

Inilah penyebab batuk pilek pada bayi dan anak yang sering terjadi, ditandai dengan hidung meler, batuk kering atau berdahak, serta sering disertai dengan demam. Penanganan cukup diberikan cairan yang cukup, makan yang cukup, istirahat, dan membuat anak nyaman, misalnya kalau demam diberi obat penurun panas parasetamol.

Bayi dan anak-anak prasekolah  bisa terkena hingga delapan macam infeksi virus pernapasan yang menimbulkan gejala berupa batuk dan pilek setiap tahunnya, masing-masing biasanya berlangsung sekitar 10 hari. Tanpa diobati (hanya lakukan langkah sederhana di atas), batuk pada bayi dan anak yang seperti ini bisa sembuh dengan sendirinya.

Batuk Kronis pada Anak (Berlangsung Lama)

Ada banyak jenis kondisi yang menjadi penyebab batuk pada anak yang berlangsung terus-menerus atau disebut sebagai batuk kronis berulang pada anak-anak.

Asma

Anak yang memiliki asma berarti teradi peradangan pada saluran pernafasan di paru-paru sehingga membuat saluran nafas menjadi sempit dan seringkali menimbulkan gejala mengi. Tapi kadang-kadang satu-satunya gejala asma pada anak adalah batuk yang diperburuk oleh infeksi virus, atau batuk ini terjadi saat anak tertidur, atau mungkin dipicu oleh aktifitas fisik (kelelahan) dan udara dingin.

Apapun masalahnya, ketika Anda mendengar nafas bayi yang mengi segeralah hubungi dokter. Bahkan tanpa diagnosis definitif asma, dokter sering menggunakan obat asma untuk mengobati serangan mengi.

Penyakit Hidung dan Sinus 

Ada postnasal drip, yaitu mengalirnya lendir atau ingus dari hidung ke tenggorokan. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh rhinitis atau infeksi sinus (sinusitis), sebagai akibatnya adalah terjadinya batuk yang terus menerus (batuk kronis) pada anak.

Masalah Lambung

Pada beberapa anak, penyebab batuk kronis adalah cairan lambung yang bergerak naik (kembali) tenggorokan. Ini disebut sebagai “refluks” dan dapat terjadi secara diam-diam tanpa adanya sakit perut. Beberapa anak dengan kondisi ini memiliki suara serak dan/atau tersedak. Untuk menentukan apakah ini penyebab batuk yang dialami anak Anda, maka diperlukan bantuan tenaga profesional (dokter). Baca penyakit GERD

Infeksi Virus

Setelah terjadinya infeksi virus pada saluran pernapasan, bisa jadi anak-anak yang sehat masih mengalami batuk yang berlangsung selama berminggu-minggu. Namun jangan khawatir, karena kondisi ini tidak membutuhkan terapi khusus, karena bisa sembuh dengan sendirinya. Obat batuk yang bekerja dengan cara menekan batuk bisa dicoba untuk anak-anak usia sekolah, tetapi terkadang hal ini juga tidak efektif.

Infeksi Bakteri

Bakteri kadang-kadang dapat menginfeksi saluran nafas bagian bawah dan menyebabkan iritasi dan batuk.Tentu saja hal ini akan sulit Anda ketahui, oleh karena itu ketika anak mengalami batuk berdahak yang tak kunjung sembuh disertai demam atau tidak, maka segeralah berobat ke dokter.

Inhalasi Benda Asing

Benda asing, seperti mainan dan makanan, dapat terhirup oleh anak-anak pada usia berapa pun, tetapi paling sering terjadi pada usia 2-4 tahun. Hal ini dapat menyebabkan batuk yang berlangsung lama, selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan.

“Kebiasaan” Batuk

Ini adalah jenis batuk terus-menerus yang tidak memiliki penyebab fisik yang jelas. Ini hanyalah kebiasaan aneh si kecil yang bisanya dipicu oleh penyakit batuk sebelumnya. Jenis batuknya biasanya kering dan berulang-ulang. Jika kita amati, kebiasaan batuk ini terjadi hanya ketika anak terjaga, tidak sedang tidur.

Zat Irritant

Paparan asap tembakau dan polutan lainnya (asap dapur, asap kebakaran, polusi udara dan knalpot dari kendaraan) dapat menyebabkan batuk dan mungkin memperburuk batuk yang berhubungan dengan asma atau rhinitis.

Bagaimana Mengatasi Batuk Pada Bayi dan Anak?

Jika anak mengalami batuk akibat infeksi virus flu dan common cold (batuk pilek biasa), maka biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus – terutama jika batuk tersebut bisa hilang dalam waktu satu atau dua minggu. Baca juga: Cara Mengatasi Batuk Pilek pada Bayi

Pengobatan batuk terutama ditujukan untuk batuk kronis yang akan disesuaikan dengan penyebabnya seperti telah disebutkan di atas. Memang hal yang sulit dan membutuhkan banyak waktu dan energi adalah mencari penyebab pastinya, dokter akan bekerja keras untuk itu dan memberikan terapi yang sesuai.

Sebagai gambaran, dokter akan memberikan obat batuk anak sesuai jenis batuknya, apakah berdahak atau kering. Untuk batuk berdahak maka digunakan obat batuk yang berfungsi mengencerkan dahak contohnya ambroxol, guafenesin, OBH, dan sebagainya. Sedangkan jika batuk kering, maka diberikan obat penekan batuk, contohnya dextrometorfan. Di samping itu mungkin diperlukan antibiotik (jika infeksi), antialergi, pelega sesak dan lain-lain.

Batuk pada bayi atau anak yang berlangsung lebih dari dua minggu dianggap kronis, mungkin disebabkan oleh asma, rhinitis alergi (hay fever), refluks atau penyebab lainnya. Pada kondisi ini harus segera diperiksakan ke dokter agar cepat diketahui penyebabnya dan diberikan pengobatan yang cepat dan tepat.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer