100 Makanan Penambah Darah untuk Tingkatkan Kadar Hb

Kita tahu bahwa kurang darah atau anemia akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Untuk itu seseorang tidak boleh mengabaikan sumber-sumber makanan penambah darah untuk mencegah sekaligus mengatasi anemia. Dan untungnya banyak jenis makanan yang bisa kita dapatkan di sekitar kita untuk menambah darah.

Maksud dari makanan penambah darah di sini adalah jenis-jenis makanan yang apabila cukup dikonsumsi akan dapat meningkatkan dan menjaga produksi sel-sel darah merah dalam taraf normal serta menjaga kadar hemoglobin dalam sel darah merah yang memberikan warna merah pada darah.

Sel darah merah, juga dikenal sebagai eritrosit, adalah sel-sel darah yang paling umum di dalam tubuh kita. Bahkan, sekitar seperempat dari semua sel dalam tubuh adalah sel-sel darah merah. Fungsi utama eritrosit adalah untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh, mengambil oksigen dari paru-paru dan melepaskannya saat mereka memasuki kapiler. Lebih dari 2,4 juta sel darah merah baru diproduksi setiap detik, dan mereka dapat bertahan hidup dalam tubuh sampai 120 hari.

ilustrasi makanan penambah darah

ilustrasi makanan penambah darah

Kenapa bisa kurang darah?

Ada banyak alasan kenapa jumlah sel darah merah bisa terlalu rendah. Penyebab yang paling umum termasuk anemia, kegagalan sumsum tulang, kekurangan gizi, leukemia, hemolisis (pecahnya sel darah) karena transfusi atau cedera pada pembuluh darah, terlalu terhidrasi, kekurangan nutrisi, atau bahkan kehamilan. Selain itu, ada juga beberapa obat yang juga dapat menurunkan jumlah sel darah merah, termasuk beberapa obat kanker.

Pada prinsipnya kurang darah atau anemia terjadi dalam 2 kondisi: rendahnya jumlah eritrosit (otomatis Hb juga rendah) atau rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dalam eritrosit meskipun jumlah eritrosit normal.

Untungnya, ada beberapa cara untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan Hb, dan dalam artikel ini kita akan mengetahui apa saja makanan penambah darah yang baik dikonsumsi.

Makanan untuk Menambah Sel Darah Merah

Makan makanan yang tepat dapat membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang mengandung bebera zat untuk meningkatkan produksi dan kesehatan sel darah yang lebih baik:

  1. Besi. Makanan kaya zat besi dapat membantu tubuh membentuk kembali sel-sel darah merah yang hilang. Lentil dan kacang-kacangan adalah jenis makanan yang bagus untuk mendapatkan zat besi yang kita butuhkan, di samping itu sayuran hijau, daging merah merupakan beberapa contoh makanan sumber zat besi penambah darah.
  2. Tembaga. Mineral penting ini dapat ditemukan dalam banyak makanan, termasuk kerang, unggas, hati, biji-bijian, kacang-kacangan, ceri, coklat dan kacang.
  3. Asam Folat. Telah lama dikenal sebagai suplemen wajib untuk ibu hamil dan menyusui, makanan yang mengandung asam folat termasuk lentil, sayuran berdaun hijau gelap, kacang polong dan sereal yang diperkaya dengan asam folat dan masih banyak lagi makanan lain yang mengandung asam folat.
  4. Vitamin A. Meskipun banyak yang mengenalnya sebagai vitamin untuk kesehatan mata. Vitamin A juga memeliki peran sebagai penambah darah, vitamin ini dapat ditemukan dalam banyak jenis buah-buahan, termasuk jeruk, mangga, semangka, plum, melon dan aprikot.
  5. Vitamin B12. Hati sapi, ikan, daging merah, telur, sereal dan susu. adalah contoh-contoh makanan yang kaya akan vitamin B12.
  6. Vitamin B6.  Vitamin ini ditemukan dalam berbagai macam makanan, termasuk daging, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, dan sayuran.
  7. Vitamin C. Berguna untuk menambah darah karena memiliki peran membantu dalam penyerapan zat besi. Beberapa contoh makanan yang mengandung vitamin C tinggi antara lain: Jeruk, jambu biji, mangga, dan lain-lain.

Suplemen Penambah Darah

Kadang-kadang mengonsumsi makanan penambah darah saja tidak cukup untuk meningkatkan sel-sel darah merah. Dalam hal ini, diperlukan juga suplemen yang dapat membantu tubuh memproduksi sel-sel darah merah yang dibutuhkan. Berikut adalah beberapa pilihan yang tersedia:

  1. Besi. Ini adalah nutrisi penting bagi sel-sel darah agar berfungsi dengan baik. Wanita membutuhkan 18 mg dan pria membutuhkan 8 mg zat besi per hari.
  2. Vitamin B12. Berasal dari makanan sebagian besar hewan, sehingga kekurangan vitamin B12 sering dijumpai pada vegetarian. Setiap orang membutuhkan 2,4 mcg per hari.
  3. Vitamin B6. Wanita membutuhkan 1,5 mg vitamin ini setiap hari, sedangkan laki-laki membutuhkan sekitar 1,7 mg. Suplemen dapat memenuhi kebutuhan harian vitamin ini, jika tidak Andapun dapat meningkatkan asupan dengan kentang panggang, pisang dan ikan.
  4. Vitamin E. Vitamin ini sangat baik untuk kesehatan tubuh secara umum dan tentu saja bagi sel-sel darah merah. Setiap orang membutuhkan sekitar 15 mg per hari.

Apapun merek suplemen yang Anda gunakan, setidaknya mengandung zat-zat seperti di atas, untuk itu selalulah memperhatikan komposisi sebelum membeli.

Perubahan gaya hidup untuk Meningkatkan Sel Darah Merah

Selain mengonsumsi suplemen dan makanan penambah darah, Ada beberapa perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan untuk menjaga jumlah sel darah merah tetap setabil dan sehat. Berikut adalah beberapa gaya hidup yang baik untuk diterapkan:

  1. Olah raga. Olah raga yang rutin membuat tubuh menggunakan lebih banyak oksigen, yang menuntut lebih banyak produksi sel darah merah. Hal ini sangat efektif jika Anda tinggal di dataran tinggi. Namun perlu diingat bahwa Anda harus memiliki vitamin tertentu untuk produksi sel darah merah, terutama vitamin B12 dan B6, seperti dijelaskan sebelumnya.
  2. Hindari Pantangan. Perlu diingat bahwa beberapa obat dapat menyebabkan jumlah sel darah merah menjadi lebih rendah. Misalnya, jika Anda telah didiagnosa dengan trombositopenia – jumlah rendah trombosit dalam darah – Anda mungkin ingin menghindari aspirin dan alkohol. Pada anemia juga harus menghindari alkohol dan minuman berkafein seperti kopi dan teh.

Cara Medis untuk Menambah Darah

Bagaimana jika Anda telah mencoba diet kaya nutrisi yang dibutuhkan, dan juga telah mengambil suplemen, tetapi jumlah sel darah merah masih rendah atau bahkan semakin rendah? Dalam hal ini, mungkin sudah saatnya untuk dilakukan intervensi medis. Perlu diingat bahwa ini biasanya merupakan jalan terakhir, dan kebanyakan dokter hanya akan menerapkannya jika kekurangan sel darah merah begitu signifikan.

  1. Obat. Antibiotik untuk mengatasi infeksi, obat-obatan yang membantu melawan gangguan auto-imun dan hormon yang mengatur siklus menstruasi adalah beberapa obat yang bisa membantu meringankan masalah anemia.
  2. Bedah. Jika jumlah sel darah merah yang rendah disebabkan oleh penyakit fisik, operasi mungkin membantu. Penghapusan limpa, menghilangkan tumor atau mengobati borok perdarahan dapat membantu meningkatkan jumlah sel darah merah.
  3. Transfusi darah. Upaya untuk menambah sel darah merah dengan cepat dari pendonor tujuannya agar dengan segera membantu tubuh membawa oksigen, serta membantu mengontrol perdarahan dan tekanan darah. Digunakan pada kasus-kasus kritis.
  4. Erythropoietin. Hormon ini merangsang sumsum tulang untuk memproduksi lebih banyak sel darah merah. Ini sering digunakan untuk individu yang mengalami gagal ginjal atau bagi yang akan menjalani pengobatan kemoterapi.

Beberapa jenis makanan penambah darah, suplemen, perubahan gaya hidup, dan tindakan medis di atas diharapkan dapat membantu Anda meningkatkan produksi sel darah merah; Namun, jika tidak satupun dari mereka tampaknya bekerja dengan baik atau Anda mengalami gejala-gejala anemia yang parah, maka berbicaralah dengan dokter tentang kondisi tersebut. Dari sana, Anda dapat mencari tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk memacu produksi sel darah merah, serta upaya medis pada yang sesuai dengan kondisi Anda. Semoga bermanfaat.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer