12 Gejala Terkena Rematik dan Tips Pengobatan

Rematik adalah penyakit-penyakit yang menyebabkan nyeri atau pegal-pegal pada anggota gerak terutama pada sendi. Ada banyak penyakit yang termasuk dalam penyakit rematik seperti Rheumatoid arthritis (RA), Osteoarthritis (OA), Lupus, dan lain-lain. Gejala rematik akan berbeda tergantung penyakit mana yang menyerang.

Pada kesempatan kali ini akan kita ulas tentang “gejala rematik” pada salah satu jenis yang paling umum, yaitu Rheumatoid arthritis (RA). Penyakit rematik jenis ini ditandai dengan peradangan sebagian besar sendi yang utama pada tubuh. Rematik bukanlah penyakit genetik, jadi siapa saja bisa terkena tidak memandag ras dan kelompok umur tertentu (meskipun kebanyakan kasus dilaporkan paling sering terjadi di usia antara 30 – 60 tahun) dan wanita lebih sering terkena dibanding laki-laki.

Pada penyakit rematik jenis Rheumatoid arthritis (RA) sistem imun atau pertahanan tubuh mengalami gangguan sehingga malah menyerang sendi tubuh itu sendiri. Kondisi ini disebut dengan gangguan autoimun. Ketika sendi-sendi diserang oleh sistem imun maka terjadilah peradangan dan kerusakan pada sendi sehingga memunculkan berbagai gejala rematik yang berupa nyeri sendi, kekakuan sendi, dan pembengkakan.

Gejala Rematik Tahap Awal

Pada tahap awal penyakit rematik (Rheumatoid arthritis) memiliki ciri-ciri khas sebagai berikut:

  • Sendi kaku di pagi hari. Kekakuan sendi yang terutama muncul di pagi hari adalah gejala utama rematik pada sebagain besar pasien RA. Sendi yang paling sering terlibat adalah kedua pergelangan dan jari-jari tangan, pergelangan kaki, sendi bahu, dan lutut. Semakin siang rasa akan semakin berkurang.
  • Sendi bengkak. Pembengkakan sendi adalah gejala umum pada respon inflamasi akut, termasuk peradangan sendi pada rematik jenis ini yang sering menimbulkan gejala rasa nyeri dan kaku.
  • Kelelahan. Badan akan terasa begitu lelah, meskipun hanya sedikit bekerja.
  • Demam Ringan. Gejala rematik yang tidak selalu ada yaitu demam ringan. Pada demam tinggi dengan suhu di atas 38 ° C / 100 ° F dapat menjadi petunjuk sebagai peringatan adanya penyakit lain seperti infeksi sendi dan infeksi lainnya.
  • Mati rasa dan kesemutan. Tendon yang meradang dan membengkan mengakibatkan terhimpitnya saraf sekitar yang dapat mengarah ke mati rasa, terbakar atau rasa kesemutan di tangan, yang juga disebut carpal tunnel syndrome.

gejala rematik

Gejala Rematik yang Serius

  • Nyeri dada. Gejala ini terjadi ketika adanya serangan jantung, karena risiko gagal jantung dan serangan jantung akan meningkat pada orang dengan rheumatoid arthritis, karena rematik ini mempengaruhi otot-otot serta pembuluh darah jantung.
  • Kaki dan Tangan sulit digerakkan. Memang ini gejala rematik yang jarang, tetapi hal ini bis terjadi ketika rematik berlanjut menjadi parah dan mempengaruhi saraf.
  • Bintik-bintik merah. Gejala rematik yang satu ini juga tergolong jarang. Ketika peradangan pembuluh darah kecil terjadi, maka jaringan mengalami kerusakan yang ditandai dengan munculnya bintik hitam atau merah kecil baik di kulit atau di sekitar kuku. Jika ini muncul menandakan bahwa penyakit rematik sudah parah.
  • Gangguan pada mata. Rheumatoid arthritis juga mempengaruhi pembuluh darah di dalam mata. Hal ini terjadi terutama pada orang dengan penyakit stadium lanjut.
  • Gangguan Lambung. Ini bukan gejala rematik murni, melainkan masalah yang berhubungan dengan penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid seperti ibuprofen atau naproxen untuk pengobatan rematik yang menyebabkan efek samping pada lambung. Jika lambung terganggu, maka akan ditandai dengan nyeri di perut, mual atau muntah berdarah dan buang air besar berdarah dengan tinja berwarna hitam.
  • Fraktur. Patah tulang pada pasien rematik mungkin karena osteoporosis, terutama pada wanita. Peradangan pada rheumatoid arthritis dapat menyebabkan keropos tulang.
  • Mudah Memar. ??Kemungkinan alasan di balik mudah memar adalah jumlah trombosit yang rendah, ini merupakan komplikasi dari RA.

Pengobatan Rematik

Rheumatoid arthritis masih belum dapat disembuhkan dengan tuntas sampai hari ini, bagaimanapun, pengobatan tertentu tersedia untuk meminimalkan rasa sakit dan peradangan, mempromosikan fungsi sendi, dan mencegah kecacatan.

Berikut ini sekilas penanganan rheumatoid arthritis yang hingga saat ini terbukti efektif menunjang tujuan terapi di atas.

Obat Rematik

  • NSAID. Obat ini berguna untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit pada rematik. Jenis NSAIDS yang dijual bebas tanpa resep dokter antara lain: naproxen sodium dan ibuprofen atau obat dari dokter seperti natrium diklofenak.
  • Steroid. Obat kortikosteroid mengurangi rasa sakit dan peradangan dan memperlambat kerusakan sendi.
  • Disease modifying anti-rheumatic drugs. DMARDs memperlambat perkembangan RA dan mencegah jaringan sendi agar tidak semakin rusak secara permanen.
  • Obat Rematik Lainnya termasuk imunosupresan, inhibitor TNF-alpha dan kelas baru obat-obatan untuk meningkatkan gerakan sendi.

Terapi fisik

Terapi fisik mungkin penting untuk mempertahankan fleksibilitas sendi. Terapis akan merancang program latihan dengan mengajarkan cara-cara baru dalam melaksanakan tugas-tugas rutin sehari-hari.

Operasi

Dalam kasus lanjut, terkadang diperlukan operasi untuk menangani kasus rematik akibat rheumatoid arthtritis. Prosedur operasi yang biasanya diperlukan adalah sebagai berikut:

  • Penggantian sendi. Membuang bagian-bagian sendi yang rusak dan menggantinya dengan bahan buatan.
  • Perbaikan Tendon. Memperbaiki tendon yang mengelilingi sendi.
  • Fusion. Jika sendi sudah tidak dapat diperbaiki lagi, maka sendi akan dihilangkan dan tulang-tulang akan disatukan.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer