16 Ciri Ciri dan Gejala Penyakit Usus Buntu

Sebelum membahas gejala penyakit usus buntu”, mari kita berkenalan dulu dengan usus buntu. Usus buntu adalah bagian usus normal yang memiliki bentuk seperti cacing sehingga disebut juga dengan umbai cacing. Nama usus buntu sendiri merupakan istilah yang menggambarkan bahwa usus itu memang memiliki ujung yang buntu, tidak seperti usus lainnya yang ujungnya berlubang sampai anus.

Usus buntu yang juga memiliki nama apendix ini secara normal terletak di bagian perut kanan bawah, penyakit usus buntu terjadi ketika usus buntu mengalami peradangan, atau dalam istilah medis disebut Apendisitis. Ketika terjadi radang, usus buntu akan membengkak, penuh dengan nanah yang terdiri dari bakteri dan sel-sel mati sebagai akibat dari infeksi.

Jika penyakit radang usus buntu tidak diobati, maka usus buntu bisa semakin membengkak dan akhirnya bisa pecah (meledak), dan membuat isinya menyebar ke seluruh rongga perut sehingga berpotensi menyebabkan infeksi yang luas dan mengancam nyawa.

Dengan demikian, sangat peting untuk mengetahu ciri-ciri atau gejala awal penyakit usus buntu, dan ketika itu Anda alami maka harus segera mencari pertolongan medis untuk penanganan yang lebih awal dan tepat guna.

Apa Gejala Awal Penyakit Usus Buntu?

Ketika terjadi radang usus buntu, maka gejala awal yang muncul adalah sakit perut (1). Sayangnya, sakit perut adalah gejala umum bagi banyak penyakit, seperti penyakit iritasi usus, infeksi saluran kemih (ISK), dan penyakit radang panggul (infeksi organ reproduksi wanita).

Lantas apa ciri khas sakit perut pada radang usus buntu?

Gejala sakit perut pada penyakit usus buntu memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Sakit perut dimulai pada daerah tengah atau sekitar pusar yang terasa hilang timbul. Dalam hitungan jam, rasa sakit ini perlahan-lahan bergerak ke bagian perut kanan bawah perut dan cenderung fokus pada tempat yang disebut dengan titik McBurney, lokasi di mana usus buntu berada.

gejala usus buntu

(1) Titik McBurney tempat usus buntu berada, (2) pusar,  (3) tonjolan tulang panggul kanan

Sakit perut pada titik ini akan terasa semakin parah dan konstan, jika disentuh akan terasa sakit. Sakit perut akan semakin memburuk ketika batuk, bersin, mengambil nafas dalam, berjalan, atau gerakan tubuh lainnya yang menimbulkan penekanan pada perut kanan bawah.

Ciri-Ciri dan Gejala Penyakit Usus Buntu Lainnya

Jika Anda terkena radang usus buntu, maka gejala lain yang muncul antara lain:

  • Rasa mual ingin muntah (2)
  • Bahkan sampai muntah (3)
  • Merasa meriyang atau sakit (4)
  • Kehilangan selera makan (5)
  • Diare (6)
  • Sembelit (7)
  • Demam atau suhu tubuh meningkat disertai dengan wajah memerah (8)
  • Perut kembung dan susah untuk buang gas (kentut) (9)

Tanda lain yang khas pada radang usus buntu yaitu perut kanan bawah akan menjadi sakit saat ditekan, dan rasa sakit akan semakin terasa sesaat setelah tekanan dilepaskan, kondisi ini disebut dengan “nyeri lepas” atau “rebound tenderness” (10).

Gejala Penyakit Usus Buntu pada Anak

Meskipun sebagian besar orang yang mengalami radang usus buntu memiliki gejala yang sama, beberapa orang mungkin menampilkan gejala apendisitis yang tidak seperti biasanya, atau kurangnya gejala tertentu, ini terutama terjadi pada anak-anak dan ibu hamil.

Paling sering, penyakit usus buntu mempengaruhi anak-anak dan remaja berusia antara 10 – 19 tahun. Untuk anak-anak, radang usus buntu biasanya ditandai dengan gejala sebagai berikut:

  • Demam
  • Nyeri lepas
  • Sakit perut yang dimulai di sekitar pusar dan berpindah ke titik McBurney (atas usus buntu)
  • Peningkatan jumlah sel darah putih, yang menunjukkan adanya infeksi pada tubuh (11)

Ciri-ciri Penyakit Usus Buntu lainnya yang biasanya terjadi pada orang dewasa tidak selalu muncul pada anak-anak, seperti pada studi tahun 2007 dalam Journal of American Medical Association.

Ciri-Ciri Penyakit Usus buntu pada Kehamilan

Bagi ibu hamil yang mengalami penyakit usus buntu, biasanya memiliki gejala sebagai berikut:

  • Kurang nafsu makan
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri di perut bagian kanan bawah

Demam dan diare kurang umum pada kasus radang usus buntu selama kehamilan. Menariknya, wanita hamil juga mungkin mengalami gejala lain yang tidak lazim terjadi pada orang dewasa, termasuk kontraksi rahim (12), buang air kecil yang menyakitkan atau sulit (13), dan rasa sakit di perut kanan atas (14), mungkin hal ini terjadi sebagai akibat dari usus buntu yang telah berubah posisinya selama kehamilan.

Bagimana Cara Mendiagnosis Apendisitis?

Untuk mendiagnosis usus buntu, dokter akan mulai dengan wawancara singkat mengenai riwayat kesehatan Anda, dan meminta rincian tentang rasa sakit perut, gejala lain yang Anda alami, kondisi medis yang mungkin Anda miliki, dan menanyakan adakah kebiasaan minum alkohol atau obat.

Baca Juga: Gejala Radang Usus Buntu yang Menjadi Gawat

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mencari tanda-tanda radang usus buntu, termasuk:

  • Nyeri lepas
  • Tanda Rovsing, rasa sakit pada perut kanan bawah ketika dokter menekan perut sebelah kiri (15).
  • Tanda Psoas, rasa sakit perut kanan bawah saat meregangkan otot psoas di dekat apendiks (16).
  • Terkadang dokter juga melakukan pemeriksaan rektum dengan memasukkan jarinya ke dalam anus secara perlahan.

Selain pemeriksaan fisik di atas, dokter juga akan meminta sejumlah tes laboratorium yang akan mengarah ke diagnosis apendisitis. Ini dapat termasuk tes darah untuk mencari tanda-tanda infeksi, tes urine untuk menyingkirkan infeksi saluran kemih dan batu ginjal, serta tes kehamilan pada wanita.

Selain itu, dokter juga mungkin mengajurkan pasien untuk melakukan tes pencitraan, termasuk USG perut, magnetic resonance imaging (MRI) scan, dan computerized tomography (CT) scan. Melalui tes ini, dokter dapat melihat adanya peradangan dan pecahnya usus buntu, sumbatan usus, dan masalah-masalah lain yang mungkin menyebabkan sakit perut.

Setelah dipastikan penyebabnya berdasarkan gejala usus buntu, pemeriksaan fisik dan penunjang, maka dokter akan melakukan tindakan terapi sesuai kondisi, pada usus buntu yang benar-benar sudah meradang biasanya ditangai dengan cara operasi atau pembedahan, hal ini bertujuan untuk mencegah agar jangan sampai usus buntu pecah dan menyebabkan penyebaran infeksi yang mematikan.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer