16 Penyebab Mata Merah dan Cara Mengobatinya

Kita semua pasti pernah mengalami mata merah, baik itu mempengaruhi satu atau kedua mata. Tahukah Anda bahwa mata merah timbul sebagai akibat dari pembuluh darah yang membengkak atau melebar pada sclera, permukaan luar putih mata. Bagaimana pembuluh darah sklera bisa membengkak? inilah berbagai penyebab mata merah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Biasanya keluhan mata merah disertai dengan sakit mata, gatal, berair, belekan, mata bengkak atau gangguan visual seperti penglihatan kabur. Dalam kasus lain, mata merah juga dapat menyebabkan iritasi. Keluhan ini bisa berkembang secara perlahan dari waktu ke waktu atau muncul secara tiba-tiba, terutama sebagai akibat dari alergi atau cedera mata.

penyebab mata merah

Kondisi-kondisi umum yang menyebabkan mata merah antara lain: alergi, mata lelah, memakai lensa kontak yang lama atau infeksi mata umum seperti mata merah muda (konjungtivitis). Namun, kemerahan pada mata terkadang merupakan tanda adanya kondisi mata yang lebih serius seperti uveitis atau glaukoma. Jika mata merah tak kunjung mereda atau bahkan memburuk, maka segeralah menghubungi dokter mata untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

16 Penyebab Mata Merah dan Obatnya

Lebih lengkapnya, berikut kami rangkumkan 17 penyebab mata merah yang umum terjadi dan langkah-langkah atau upaya untuk mengobatinya.

  1. Konjungtivitis

Disebut  juga “mata merah muda”, konjungtivitis adalah salah satu infeksi mata yang paling umum (dan menular), khususnya di kalangan anak-anak sekolah. Di masyarakat kita sering dikenal dengan sebutan sakit mata.

Hal ini terjadi ketika konjungtiva –  membran tipis transparan yang menutupi sklera dan garis kelopak mata – menjadi terinfeksi. Ketika konjungtiva terinfeksi, maka pembuluh darah di dalamnya menjadi iritasi dan membengkak, memberikan penampakan kemerahan pada bagian putih mata atau menjadi berwarna merah muda.

Ada berbagai jenis konjungtivitis, dan tentu saja akan mempengaruhi jenis pengobatannya, jadi pastikan untuk selalu mengunjungi dokter mata untuk diagnosis yang benar agar pengobatannya juga tepat.

  1. Mata Kering

Sindrom mata kering terjadi ketika kelenjar air mata tidak menghasilkan air mata yang cukup untuk melumasi dan menjaga kesehatan mata. Mata kering kronis dapat menyebabkan permukaan mata menjadi meradang dan teriritasi, membuat mata terlihat merah.

Hingga saat ini sindrom mata kering belum dapat disembuhkan, tetapi masih dapat dikelola. Pengobatan untuk mata kering termasuk tetes mata pelumas “air mata buatan” dan colokan punctal. Mintalah kepada dokter mata untuk memilihkan pengobatan yang tepat.

  1. Mata Alergi

Ini merupakan penyebab mata merah yang tergolong sering, mengingat bahwa mata merah adalah salah satu indikator umum dari reaksi alergi.

Ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat asing, seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan, debu atau zat kimia tertentu yang ditemukan dalam makeup atau cairan lensa kontak, tubuh yang sensitive terhadap zat tersebut akan melepaskan histamin sebagai bagian dari respon inflamasi yang terjadi untuk “melawan” alergen pelakunya.

Akibatnya, histamin dilepaskan, ini adalah zat yang dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah di mata sehingga membuat mata menjadi merah dan berair.

Menghindari alergen penyebab adalah hal yang sangat penting, selain menggunakan obat resep dokter seperti obat tetes mata antihistamin yang bisa membantu meredakan gejala-gejala alergi pada mata.

  1. Penggunaan Lensa kontak

Salah satu penyebab utama dari mata merah adalah memakai lensa kontak yang tidak benar, terutama dalam hal perawatannya sehingga menyebabkan penumpukan zat-zat kotor pada permukaan lensa kontak dan pertumbuhan kuman.

Mata merah saat mengenakan lensa kontak bisa menjadi tanda dari infeksi mata serius, seperti keratitis atau infeksi mata akibat jamur . Jika mata Anda menjadi merah saat memakai lensa kontak, maka lepaskanlah dan jangan memakainya, lalu segera dan kunjungi dokter mata Anda.

Lensa kontak juga bisa memperburuk sindrom mata kering, karena dapat mengurangi sampainya jumlah oksigen  ke kornea dan dapat membatasi aliran produksi air mata normal, terutama jika ukuran lensa kontak tidak pas.

  1. Computer vision syndrome

Mata merah, pedih, dan terasa lelah setelah menatap layar komputer terlalu lama bisa jadi merupakan  sindrom yang disebut dengan computer vision syndrome. Ini menjadi penyebab mata merah yang sering tak disadari oleh penderitanya. Ada beberapa alasan kenapa gangguan ini bisa terjadi; bahwa mata Anda akan berkedip lebih sedikit jika bekerja di komputer, sehingga permukaan mata menjadi cepat kering.

Tips untuk mengurangi masalah ini yaitu mengambil waktu istirahat saat bekerja di depan komputer, memodifikasi tempat kerja dan memakai kacamata yang dirancang khusus untuk melihat layar komputer. Tetes mata pelumas juga akan dapat membantu untuk menjaga mata agar selalu lembab dan sehat sehingga bebas dari mata merah.

  1. Cedera Mata

Trauma atau luka pada mata, termasuk operasi kelopak mata kosmetik, terkena debu, asap, dan sebagainya dapat menghasilkan iritasi, mata merah, kadang-kadang disertai dengan perdarahan subconjunctival.

Sebagai respon inflamasi terhadap cedera, pembuluh darah di mata akan melebar untuk memungkinkan lancarnya aliran darah ke situs cedera agar penyembuhan lebih cepat. Tentu sebagai efeknya akan menimbulkan kemerahan pada mata.

Cedera mata dapat berkisar dari goresan mata ringan ( lecet kornea ), luka tusukan yang dalam dan luka bakar kimia. Apapun sumbernya, selalu memperlakukan cedera mata sebagai darurat medis dan memeriksakan ke dokter mata segera.

  1. Ulkus Kornea

Infeksi pada kornea, termasuk ulkus kornea, berpotensi mengancam penglihatan dan harus diperlakukan sebagai kondisi darurat. Selain mata merah, gejala ulkus kornea hampir selalu disertai dengan sakit mata, berkurangnya penglihatan dan berair. Ulkus kornea biasanya disebabkan oleh infeksi mata atau trauma pada mata yang tidak diobati dengan baik.

  1. Okular herpes

Disebut juga sebagai herpes mata, ini adalah infeksi virus yang berulang yang disebabkan oleh virus herpes simplex 1 – virus yang sama yang menyebabkan herpes pada kulit.

Ini juga bisa menjadi penyebab mata merah. Tanda dan gejala herpes okular lainnya termasuk mata bengkak, sakit mata, cairan mata yang encer dan berlebihan serta sensitivitas cahaya (gampang silau).

Herpes mata dapat menyebabkan jaringan parut kornea jika tidak diobati, dan dalam beberapa kasus mungkin memerlukan transplantasi kornea untuk mengembalikan fungsi penglihatan yang baik.

  1. Uveitis

Merupakan peradangan lapisan tengah mata ( uvea ), uveitis biasanya ditandai dengan mata merah, sensitivitas cahaya dan gangguan visual seperti floaters dan pandangan kabur.

Uveitis memiliki banyak penyebab; yang paling umum adalah infeksi mata, cedera mata atau trauma, atau gangguan autoimun sistemik. Namun dalam banyak kasus, penyebab dari uveitis tidak diketahui.

Jika tidak segera diobati, uveitis dapat mengakibatkan retina terpisah, katarak dan tekanan okular tinggi, yang semuanya dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen.

  1. Glaukoma

Dalam kebanyakan kasus, glaukoma adalah kejadian bertahap dan tanpa gejala ketika pertama kali berkembang. Tapi tiba-tiba mata mengalami sakit, mata merah cerah disertai dengan lingkaran cahaya di sekitar pandangan, kehilangan penglihatan dan mual bisa juga menyertai, terutama pada glaukoma sudut tertutup akut .

Glaukoma akut sudut tertutup adalah kondisi mengancam penglihatan yang tentunya membutuhkan perhatian medis yang mendesak. Lonjakan tekanan intraokular (tekanan dalam bola mata) dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen dalam hitungan jam jika tidak segera ditangani.

  1. Tetes Mata Pemutih

Obat tetes mata yang banyak dipasarkan adalah jenis tetes mata untuk mengatasi mata merah yang mengandung vasokonstriktor, merupakan bahan kimia yang kerjanya mengecilkan pembuluh darah di permukaan mata untuk mengurangi kemerahan.

Ironisnya, tetes mata pemutih ini malah dapat menyebabkan efek yang lebih berbahaya pada pemakaian jangka panjang. Mata yang sudah terbiasa menggunakannya akan membutuhkan tetesan yang lebih banyak lagi untuk menimbulkan efek pemutih yang sama dibanding pada pemakaian awal. Juga, penggunaan jangka panjang tetes mata ini sebenarnya dapat menyebabkan kemerahan memburuk setelah penggunaan tetes mata tiba-tiba dihentikan – suatu kondisi yang disebut hiperemia Rebound.

  1. Flu dan Common Cold

Mata merah dan bengkak, bersama dengan hidung meler, adalah gejala umum dari pilek atau flu. Mata merah dalam hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi sinus atau sinus tersumbat, terutama jika disertai dengan bersin dan batuk.

  1. Kehamilan

Tahukah Anda bahwa kehamilan juga bisa menjadi penyebab mata merah? ya, perubahan hormon selama kehamilan dapat mempengaruhi mata dalam banyak cara. Mata Anda mungkin menjadi merah, serta kering, gatal dan sensitif terhadap cahaya.

Kehamilan juga dapat mengubah bentuk kornea dan dapat mengembangkan intoleransi untuk lensa kontak atau bahkan mengalami pandangan kabur. Masalah-masalah ini, termasuk kemerahan mata, biasanya bersifat sementara dan akan sembuh sepenuhnya dalam beberapa minggu atau bulan setelah melahirkan.

  1. Merokok

Kita tahu bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan jantung dan paru-paru serta penyakit lainnya, namun tahukah Anda bahwa merokok juga merugikan kesehatan mata. Asap tembakau adalah iritatan (penyebab iritasi) mata beracun yang juga dapat menyebabkan mata kering, merah dan gatal.

  1. Kurang tidur

Mata memerah, bengkak dan lingkaran hitam adalah tanda-tanda-tanda baha seseorang belum memiliki cukup tidur. Dan ingat: menggosok mata mengantuk hanya akan memperburuk kemerahan mata!

  1. Kolam

Klorin dalam kolam renang serta bakteri yang ditemukan secara alami dalam setiap jenis air, termasuk lautan, danau dan sungai dapat mendatangkan malapetaka pada mata perenang. Jika Anda rentan terhadap mata merah, penggunaan kacamata berenang akan dapat membantu menghindari iritasi dan mata merah setelah berenang.

Bagaimana Mengobati Mata Merah?

Pengobatan untuk mata merah bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Jangan menganggapnya remeh dan mencoba untuk mengobatinya sendiri. Hubungi dokter mata untuk diagnosis yang akurat dan pengobatan yang tepat.

Namun demikian, Anda masih bisa mengupayakan untuk meredakannya sebagai langkah pertolongan pertama dan perawatan di rumah dengan beberapa tips mengurangi mata merah berikut ini.

  • Jika Anda memakai lensa kontak, maka lepaskanlah segera.
  • Obat mata merah yang sederhana yaitu istirahat.
  • Menghindari paparan debu atau asap
  • Kenakanlah kaca mata yang besar.
  • Jangan mengucek-ucek mata, karena malah akan memperparah kondisi.
  • kompres dingin di kelopak mata saat memjamkan mata selama beberapa menit.

Ingat, jika mata merah disertai rasa sakit mata, silau melihat cahaya, bengkak atau pandangan kabur, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter. Karena besar kemungkinan bahwa penyebab mata merah seperti itu adalah kondisi yang tidak biasa.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer