3 Penyakit Kelenjar Tiroid yang Perlu Anda Tahu

Ada banyak macam penyakit kelenjar tiroid, namun di sini ada tiga yang tersering dan harus kita tahu, penyakit tiroid yang dimaksud adalah penyakit Hashimoto, penyakit Graves, dan gondok. Mari kita pelajari tentang gejala, diagnosis, dan pengobatannya.

Tiroid adalah kelenjar yang berbentuk kupu-kupu yang terletak di pangkal leher tepat di bawah jakun. Kelenjar tiroid memproduksi hormon yang mengatur metabolisme tubuh (proses menciptakan dan menggunakan energi).

penyakit tiroid

Ada beberapa gangguan yang berbeda yang dapat muncul ketika tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon (hipertiroid) atau terlalu sedikit atau rendah (hipotiroid).

Kondisi ketidakseimbangan hormn disebabkan oleh berbagai penyakit, ada empat gangguan tiroid yang tersering yaitu penyakit Hashimoto, penyakit Graves, dan gondok.

Penyakit Hashimoto

Nama lainnya adalah Tiroiditis Hashimoto atau tiroiditis limfatik kronis. Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada wanita setengah baya. Terjadi karena proses autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh keliru sehingga menyerang dan secara perlahan-lahan menghancurkan kelenjar tiroid. Dengan demikian kemampuan kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon menjadi menurun.

Pada kasus yang ringan tidak ada gejala penyakit hashimoto yang tampak atau mungkin hanya berlangsung ringan. Penyakit ini dapat tetap stabil selama bertahun-tahun dan gejala yang muncul seringkali ringan dan tidak spesifik, dalam artian gejala yang muncul mirip dengan penyakit lainnya.

Gejala tiroidtis hashimoto meliputi:

Untuk menegakkan diagnosis hashimoto maka diperlukan pemeriksaan darah untuk melihat:

  • Meningkatnya kadar TSH
  • Rendahnya hormon tiroid (T3 atau T4)
  • Adanya antibodi abnormal yang mungkin menyerang tiroid.

Pengobatan yang diperlukan yaitu terapi penggantian hormon tiroid, karena tidak obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit ini.

Penyakit Graves’

Penyakit Graves merupakan penyebab utama hipertiroid (tiroid yang terlalu aktif). Ini merupakan gangguan autoimun dan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang kelenjar tiroid sehingga menyebabkan kelenjar tiroid menghasilkan hormon secara berlebihan. Lebih sering terjadi pada wanita usia 20 sampai 30 tahun dan ada kaitannya dengan faktor keturunan. Faktor risiko lain termasuk stres, kehamilan, dan merokok.

Gejala penyakit Grave termasuk:

  • Gelisah
  • Sulit tidur
  • Sifat lekas marah
  • Kelelahan
  • Tangan tremor
  • Detak jantung cepat dan tak teratur
  • Keringat berlebihan
  • Diare atau sering buang air besar
  • Siklus haid berubah
  • Tiroid membesar (gondok)
  • Mata melotot atau exofthalmus (tanda khas)

Diagnosis penyakit grave dapat ditegakkan dengan cara:

  • Pemeriksaan fisik sederhana:  tiroid membesar, mata melotot, nadi cepat, tekanan darah tinggi dan gejala-gejala di atas.
  • Periksa darah: Kadar tiroksin (T4) tinggi dan kadar TSH rendah, keduanya merupakan tanda-tanda penyakit Graves.
  • Serapan iodium tinggi.

Tidak ada pengobatan untuk menghentikan sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid sehingga menyebabkan kelebihan hormon. Namun, gejala-gejala penyakit Graves dapat dikendalikan dengan beberapa cara pengobatan, sering dengan kombinasi perawatan sebagai berikut:

  • Beta blocker untuk mengontrol detak jantung yang cepat, kecemasan, dan berkeringat
  • Obat anti-tiroid untuk mencegah tiroid memproduksi hormon berlebihan
  • Iodium radioaktif untuk menghancurkan seluruh atau sebagian klenjar tiroid
  • Operasi pembedahan

Penyakit Gondok (Goiter)

Goiter atau Gondok adalah pembesaran non-kanker dari kelenjar tiroid. Penyebab gondok yang paling sering adalah kekurangan yodium dalam makanan. Gondok bisa menyerang siapa saja pada usia berapa pun, terutama di daerah di mana makanan Iodium sedikit biasanya daerah pegunungan. Gondok lebih umum terjadi setelah usia 40 tahun dan pada wanita. Faktor risiko lain termasuk riwayat kesehatan keluarga, penggunaan obat-obatan tertentu, kehamilan, dan paparan radiasi.

penyakit gondok

Mungkin tidak ada gejala apapun jika gondok tidak parah. Gondok dapat menyebabkan satu atau lebih dari gejala berikut jika tumbuh cukup besar, tergantung pada ukurannya:

  • Pembengkakan / sesak di leher
  • Kesulitan bernapas dan/atau menelan
  • Batuk atau mengi
  • Suara serak

Diagnosis dan Pengobatan Gondok

Dokter akan memeriksa daerah leher selama pemeriksaan fisik rutin. Tes darah juga diperlukan untuk melihat kadar hormon tiroid, TSH, dan antibodi dalam aliran darah. USG tiroid diperlukan untuk memeriksa pembengkakan atau nodul.

Gondok biasanya diobati hanya ketika terjadi cukup parah atau menyebabkan gejala. Jika penyebab gondok adalah kekurangan Iodium, maka pasien dianjurkan mengonsumsi dosis kecil Iodium. Jika begitu besar, maka diperlukan tindakan bedah atau operasi untuk menghapus semua atau sebagian kelenjar tiroid.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer