4 Macam Penyakit Telinga yang Umum Terjadi

Penyakit telinga ataupun gangguan pendengaran dapat terjadi karena berbagai alasan. Beberapa orang mungkin dilahirkan dengan gangguan pendengaran sementara yang lain mungkin kehilangan pendengaran secara perlahan-lahan dari waktu ke waktu. Ada berbagai jenis penyakit telinga, seperti infeksi, kanker dan lain-lain yang mempengaruhi bagian-bagian tertentu dari telinga dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada anak-anak maupun orang dewasa.

Dari sekian banyak penyakit tersebut ada yang ringan dan tak perlu dikhawatirkan, namun ada beberapa yang tergolong berat sehingga membutuhkan perawatan yang panjang dan tentu saja tidak murah.

penyakit telinga

Mengenal Berbagai Jenis Penyakit Telinga

Infeksi telinga

Ini merupakan jenis penyakit telinga yang paling umum terjadi, setiap bagian telinga bisa mengalami infeksi, mulai dari telinga luar, tengah, dan telinga dalam. Lebih lanjut, baca: Infeksi Telinga

Kuman seperti bakteri dan virus bisa masuk ke telinga dan menyebabkan infeksi. Khusus pada infeksi telinga tengah, rongga telinga di balik gendang telinga dapat terisi dengan cairan. Perawatan mungkin termasuk mengelola rasa sakit dan minum antibiotik, yang merupakan obat-obat untuk melawan infeksi. Cairan yang menumpuk di telinga tengah dan infeksi yang sedang berlangsung dari waktu ke waktu dapat menyebabkan masalah pendengaran atau masalah lainnya.

  • Infeksi Telinga Luar (Otitis Externa)

Infeksi yang terjadi pada liang telinga bagian luar sebelum gendang telinga, hal ini paling sering disebabkan oleh kebersihan yang buruk, kebiasaan mengorek telinga secara berlebihan, dan kotoran telinga yang menumpuk. Gejala yang muncul bisa berupa sakit telinga, sakit saat membuka mulut, dan gangguan pendengaran apabila terjadi pembengkakan di liang telinga.

  • Infeksi Telinga Tengah (Otitis Media)

Infeksi telinga tengah adalah salah satu penyakit telinga paling umum pada anak-anak. Anak-anak lebih cenderung mudah terkena infeksi telinga tengah (otitis media) yang berasal dari bakteri atau virus daripada orang dewasa karena perbedaan struktur anatomi telinga. Perlu diketahui bahwa telinga tengah terhubung langsung ke rongga belakang hidung melaui tabung pendengaran (tuba eustachius) oleh sebab itu, seringkali infeksi telinga tengah merupakan penyebaran infeksi yang berasal dari hidung pilek akibat mudahnya penyebaran kuman melalui saluran ini. Tuba eaustachius pada anak ukurannya lebih pendek dan lebih datar sedangkan pada dewasa lebih panjang dan lebih melengkung, itulah kenapa anakk-anak lebih rentan terkena otitis media akut.

Jika infeksi telinga disebabkan oleh bakteri, maka dalam pengobatan memerlukan antibiotik, tetapi jika infeksi virus, antibiotik tidak akan bekerja. Operasi adalah pilihan pengobatan lain, terutama untuk anak-anak dengan infeksi yang sedang berlangsung. Yaitu dengan cara melubangi gendang telinga untuk mengeluarkan cairan nanah pada infeksi telinga telinga.

Jika tidak diobati dengan baik, otitis media akut bisa berubah menjadi kronis, dan penyakit ini dapat mempengaruhi orang dewasa, juga. Ini adalah infeksi telinga tengah yang berlangsung lama sehingga dapat merusak ossicles (tulang telinga tengah), dan bahkan menyebabkan perforasi pada gendang telinga (gendang telinga pecah).

Kanker Telinga

Kanker telinga biasanya terjadi pada kulit bagian luar telinga. Kanker telinga dapat juga bisa tumbuh di telinga bagian dalam, tapi ini sangat jarang terjadi. Ada berbagai jenis kanker (karsinoma dan melanoma) yang dapat mempengaruhi telinga. Sebagian besar kanker telinga adalah karsinoma sel skuamosa pada telinga luar, tetapi karsinoma sel basal dan melanoma maligna juga dapat terjadi di dalam telinga.

  • Kanker Telinga Luar

Kanker yang terjadi menyerang jaringan kulit, terlihat adanya luka berkeropeng yang tidak teratur dengan pengerasan kulit biasanya terjadi di tepi atas dari bagian luar telinga. Koreng pada telinga luar ini bisa terjadi selama bertahun-tahun dan disertai atau tidak dengan pembengkakan atau benjolan di leher.

Biasanya kanker telinga luar yang seperti ini disebabkan oleh paparan sinar matahari langsung dalam waktu yang panjang. Jika kanker masih kecil bisa dilakukan operasi tanpa terapi lanjutan.

  • Kanker di Liang Telinga

Liang telinga yang mengalami kanker akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Discharge atau cairan dari liang telinga
  • Gangguan pendengaran
  • Terkadang bisa menyebabkan kelumpuhan pada wajah di sisi telinga yang terkena
  • Sakit telinga

Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tapi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa dengan sejarah panjang infeksi telinga luar.

  • Kanker Telinga Tengah

Telinga tengah yang mengalami kanker akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Discharge atau cairan dari telinga dalam jangka waktu yang panjang
  • Cairan tersebut disertai dengan darah
  • Gangguan pendengaran
  • Kelumpuhan pada wajah

Penyebab penyakit telinga ini belum diketahui secara pasti, tetapi kondisi ini lebih umum terjadi pada orang dewasa dengan riwayat keluarnya cairan dari telinga selama jangka waktu yang lama.

Pengobatan penderita kanker telinga tengah meliputi operasi dan radiasi, yang menargetkan daerah kecil dari sel-sel kanker yang tidak mungkin terjangkau selama operasi.

Otosklerosis

Otosklerosis adalah penumpukan jaringan spons atau jaringan seperti tulang di telinga tengah yang mencegah ossicles, yaitu stapes di telinga tengah, bekerja dengan baik. Pada kondisi seperti ini, maka akan mengurangi penghantaran suara pada telinga. Otosklerosis biasanya menghasilkan gangguan pendengaran konduktif, gangguan pendengaran disebabkan oleh masalah di telinga bagian luar atau tengah.

Jika penumpukan jaringan seperti tulang menyebar ke telinga bagian dalam, maka kondisi seperti itu disebut sebagai koklea Otosclerosis. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran sensorineural permanen akibat gangguan saraf pendengaran.

Para ilmuwan belum mengetahui dengan pasti apa penyebab penyakit telinga ini, tetapi ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara otosklerosis dan perubahan hormonal yang berhubungan dengan kehamilan dan juga dengan virus.

Pengobatan untuk orang yang didiagnosis dengan otosklerosis tergantung pada sejauh mana gangguan pendengaran yang terjadi dan sejauh mana dapat dilakukan tindakan operasi untuk mengganti sebagian atau seluruh ossicles dengan yang buatan. Maka dari itu sangat perlu konsultasi dengan dokter yang menangani.

Jika ketulian hanya ringan, maka operasi mungkin tidak menjadi pilihan namun lebih dipilih alat bantu dengar yang dipasang dengan benar dapat membantu beberapa orang dengan otosklerosis. Alat bantu dengar dirancang untuk mengkompensasi gangguan pendengaran dengan cara memperkuat suara.

Penyakit Ménière

Penyakit Ménière mempengaruhi telinga bagian dalam dan sistem vestibular, yang merupakan sistem yang membantu untuk menjaga keseimbangan. Pada penyakit ini, bagian dari koklea disebut organ Corti menjadi bengkak, menyebabkan hilangnya pendengaran yang mungkin datang dan pergi dari waktu ke waktu. Hal ini juga dapat menyebabkan pusing berat (vertigo), kurangnya keseimbangan, tinnitus (dering / telinga berdengung), sakit telinga, dan rasa tertekan.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil tes pendengaran. Sayangnya, dokter tidak tahu apa yang menyebabkan penyakit Ménière. Para peneliti berpikir bahwa itu mungkin terjadi akibat peningkatan cairan di telinga bagian dalam.

Pengobatan untuk orang dengan penyakit Ménière termasuk obat-obatan untuk membantu mengendalikan pusing dan retensi cairan dalam tubuh, dan perangkat yang memberikan tekanan udara ke telinga tengah. Operasi juga mungkin diperlukan. Diperkirakan bahwa 6 dari 10 orang akan menjadi lebih baik dalam mengontrol gejala dengan diet, obat-obatan, atau perangkat.

Jika Anda mengalami gangguan pendengaran atau rasa sakit pada telinga, maka sebaiknya periksalah ke dokter untuk memastikan penyakit telinga apa yang sedang Anda alami, dan dengan demikian akan lebih cepat mendapatkan pertolongan yang sesuai.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer