7 Gejala Utama Leukemia pada Anak

Leukemia adalah kanker darah putih yang dapat menyerang anak-anak dan dewasa. Tahukah Anda, bahwa ini adalah salah satu jenis kanker terbanyak pada anak-anak, maka dari itu kita perlu mengenali apa saja gejala leukemia pada anak agar kita mampu mendeteksinya sejak dini untuk mendapatkan perawatan secepat mungkin.

Dalam kebanyakan kasus penyebab leukemia tidak dapat ditentukan. Ketika penyakit ini terjadi, tanda-tanda leukemia dapat bervariasi dari satu anak ke anak yang lain. Gejala leukemia kronis umumnya berkembang secara perlahan, tetapi pada leukemia akut dapat muncul tiba-tiba. Beberapa gejala leukemia bisa membuat bingung karena mirip dengan penyakit-penyakit lain pada anak, untuk itu kita harus jeli membedakannya.

gejala leukemia pada anak

Apa Gejala Leukemia pada Anak?

Berikut ini akan kami paparkan tujuh gejala penting dari leukemia pada anak-anak. Sangat penting untuk dicatat bahwa ketika anak memiliki beberapa gejala berikut ini bukan berarti bahwa anak Anda memiliki leukemia. Oleh sebab itu, jadikanlah ini sebagai langkah deteksi awal yang kemudian membutuhkan pemeriksaan oleh dokter untuk memastikannya.

1 | Memar dan Pendarahan

Salah satu gejala leukemia pada anak yang mudah untuk diamati adalah memar dan pendarahan, seorang anak akan berdarah melebih dari biasanya setelah mengalami cedera kecil atau pendarahan bisa berupa mimisan yang begitu sering dan tak kunjung berghenti. Anak juga dapat mudah memar, atau memiliki bintik-bintik merah kecil di kulit (petechiae), yang disebabkan oleh pembuluh darah kecil yang telah berdarah.

Gejala di atas terjadi akibat ketidakmampuan darah untuk membeku, karena pada leukemia kadar platelet (trombosit) jumlahnya cenderung menurun.

2 | Masalah perut

Seorang anak dengan leukemia mungkin mengeluhkan sakit perut. Itu karena sel-sel leukemia dapat menumpuk di limpa, hati, dan ginjal, menyebabkan pembesaran pada organ-organ tersebut. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin dapat memeriksa adanya pembengkakan pada organ-organ dalam perut. Kondisi ini juga dapat membuat anak memiliki nafsu makan yang buruk atau tidak dapat makan dalam jumlah normal. Tentu saja berat badan akan ikut turun.

3 | Kesulitan Bernafas

Sel-sel leukemia dapat menupuk di sekitar timus, kelenjar di dasar leher. Hal ini dapat membuat seorang anak sulit untuk bernapas (dyspnea). Kesulitan bernapas juga bisa diakibatkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening di dada yang mendorong tenggorokan. Seorang anak dengan leukemia mungkin mengalami batuk atau mengi. Jangan disepelekan! Pernapasan yang susah dan menyakitkan harus dianggap sebagai keadaan darurat medis yang membutuhkan pertolongan segera.

4 | Sering Terjangkit Infeksi

Kita tahu bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk melawan infeksi, tetapi sel-sel darah putih yang belum matang pada leukemia jumlahnya begitu banyak dan tidak dapat melakukan fungsinya dengan yang benar. Oleh sebab itu, gejala leukemia pada anak selanjutnya adalah sering terkena infeksi virus atau bakteri. Gejalanya antara lain: batuk, demam, mencret, dan hidung meler. Infeksi ini sering menunjukkan tidak ada perbaikan, atau sembuh dalam kurun waktu yang lama, bahkan dengan penggunaan antibiotik atau pengobatan lainnya.

5 | Pembengkakan

Kelenjar getah bening menyaring darah, tetapi sel-sel leukemia kadang-kadang menumpuk di kelenjar getah bening. Hal ini dapat menyebabkan bengkak di ketiak, di leher, di atas tulang selangka, atau di pangkal paha (lipat paha). Magnetic resonance imaging (MRI) dan computed tomography (CT) scan dapat mendeteksi adanya pembengkakan kelenjar getah bening pada organ-organ dalam perut atau di dalam dada.

Timus yang membesar dapat menekan pembuluh darah yang mengangkut darah dari lengan dan kepala ke jantung. Tekanan ini dapat menyebabkan darah terbendung dan menyebabkan pembengkakan pada wajah dan lengan. Kepala, lengan, dan dada bagian atas bisa berubah warna menjadi merah kebiruan. Gejala leukemia pada anak lainnya akibat proses ini termasuk sering sakit kepala dan pusing.

6 | Nyeri Tulang dan Sendi

Tahukah Anda bahwa sel-sel darah kita diproduksi dalam sumsum tulang. Leukemia memaksa sumsum tulang agar memproduksi sel darah putih dengan begitu cepat, menyebabkan tingginya jumlah sel darah abnormal. Giatnya produksi sel-sel darah dan penumpukannya dapat menyebabkan sakit dan nyeri pada tulang dan sendi. Beberapa anak yang mengalami leukemia mungkin mengeluh sakit punggung bawah atau mungkin merasa malas untuk bergerak karena sakit.

7 | Anemia

Sel darah merah membantu untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Akibat dari giatnya pembentukan sel-sel darah putih, sumsum tulang menjadi sedikit memproduksi sel-sel darah merah hingga akhirnya jumlahnya berada dibawah nilai normal, lama kelamaan terjadilah anemia. Gejala anemia yang juga ada pada leukemia pada anak ini termasuk kelelahan, kulit pucat, pusing berkunang-kunang dan bernafas cepat.

Jika aliran darah ke otak berkurang, seorang anak mungkin menjadi kurang fokus dan berbicara ngelantur . Tes darah akan menunjukkan jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) yang rendah.

Bagaimana nasib anak-anak yang terkena leukemia?

Ingat, memiliki beberapa gejala ini tidak selalu bahwa anak terkena leukemia. Diagnosis dini melalui pemeriksaan oleh dokter dan pengobatan yang tepat dapat meningkatkan hasil yang baik. Selalu berkonsultasilah dengan dokter anak Anda.

Ada beberapa bentuk leukimia dan banyak faktor yang mempengaruhi prognosis. Menurut American Cancer Society , tingkat kelangsungan hidup untuk beberapa jenis leukimia telah meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan kemajuan teknologi pengobatan kedokteran.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer