9 Ciri-ciri Anak Terkena Cacingan

Cacing-cacing di perut bisa berada di dalam usus anak dan tinggal di sana tanpa menunjukkan gejala apapun. Mereka diam-diam merampok vitamin dan mineral, serta zat gizi lainnya yang sebenarnya dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Lantas apa ciri-ciri dan gejala anak cacingan yang bisa kita amati?

Jika diabaikan atau tidak diobati, cacingan pada anak bisa menyebabkan kekurangan gizi, kekurangan zat besi, berat badan rendah dan mempengaruhi kesehatan fisiknya. Jadi jika Anda bertanya-tanya bagaimana untuk mengetahui apa ciri-ciri anak terkena cacing, maka teruslah simak artikel ini.

Mengetahui secara dini, dan melakukan pengobatan sedini mungkin akan mecegah anak terhindar dari kerugian akibat terinfeksi cacing. Baca juga: Memilih Obat Cacing yang Tepat

Kenali 9 Ciri dan Tanda Anak Cacingan Berikut

Sakit Perut

Ini adalah gejala umum jika anak terkena cacingan, akan tetapi sakit perut bisa juga disebabkan oleh masalah kesehatan lainnya. Sakit perut karena cacingan biasanya muncul berulang atau kambuh-kambuhan dan tidak parah, di samping itu sering kali disertai dengan gejala lainnya seperti di bawah ini.

Gatal di Sekitar Anus

Nah, ini adalah gejala cacingan cacing kremi yang sering muncul. Gatal pada anus terjadi ketika cacing mencapai anus untuk bertelur terutama di malam hari atau awal pagi hari sehingga hal ini akan membuat iritasi dan gatal. Tentu gejala ini akan sangat menyebalkan bagi seorang anak, terutama balita dan tak jarang bisa membuat rewel bahkan mengganggu tidur.

Tidur Terganggu

Sakit perut, gatal pada anus  tentu akan menciptakan kegelisahan dan semua ini dapat menyebabkan tidur terganggu di malam hari, dan banyak yang tidak menyadari bahwa ini merupakan satu dari sekian banyak tanda-tanda anak cacingan.

Sering Meludah

Jika anak Anda mulai meludah banyak tanpa sebab yang jelas, misalnya karena sakit tenggorokan atau amandel, maka mungkin saja ini bukan tanda perangai buruk, tapi salah satu ciri adanya cacing di perut. Peningkatan air liur dalam mulut karena cacing membuat anak sering meludah.

Feses Berbau Busuk

Tentu saja kotoran atau feses memang baunya tidak sedap, tapi bau yang sangat busuk dari feses anak Anda bisa jadi menunjukkan infeksi di dalam perut yang bisa disebabkan oleh cacing. Namun hal ini juga bisa terjadi akibat makan-makanan tertentu, atau bahkan infeksi bakteri.

 

Menempatkan objek dalam mulut

Salah satu sebab anak-anak mendapatkan cacing adalah karena mereka memiliki kebiasaan menempatkan benda yang terinfeksi atau terkontaminasi dalam mulut mereka. Namun, ketika anak-anak itu mengalami cacaingan, mereka cenderung melakukan hal ini lagi, dan itu harus membuat Anda menyadari mungkin saja itu gejala cacingan yang harus ditelusuri lebih lanjut, terutama jika disertai dengan penurunan nafsu makan.

Ruam kulit

Dalam beberapa kasus yang sangat jarang cacing dapat menyebabkan ruam pada kulit atau bercak merah pada tangan dan kaki.

Anemia

Cacing di dalam usus bisa menyerap zat besi yang seharusnya di butuhkan oleh anak untuk memproduksi sel darah merah, sehingga apabila anak mengalami cacigan dalam kurun waktu tertentu maka bisa menyebabkan anemia yang ditandai dengan badan lemas dan pucat. Hal ini juga bisa terjadi karena pendarahan dalam saran cerna karena cacingan

Badan Kurus

Ketika zat nutrisi penting yang seharusnya di gunakan anak untuk pertumbuhan dicuri oleh cacing, dan ditambah lagi gejala anak cacingan yang berupa tidak nafsu makan, maka kondisi ini akan membuat berat badan anak sulit naik dan bahkan cendrung kurus.

tanda anak cacingan

cacing-cacing menyumbat usus

Bagaimana Cara Memastikan bahwa Anak Cacingan?

Ciri-ciri anak cacingan di atas, hanya digunakan untuk praduga dan bukan tanda pasti. Cara terbaik untuk mengetahui apakah anak cacingan atau tidak adalah dengan melakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan menggunakan beberapa pemeriksaan :

  • Tes selotip. Tes ini dilakukan untuk cacing kremi dengan cara menempelkan sepotong pita di anus anak untuk mengumpulkan telur cacing jika ada. Kemudian hasilnya dikirim ke laboratorium untuk pengujian.
  • Tes Cutton-bud. Sama seperti di atas, namun tidak menggunakan selotip melainkan cutton bud.
  • Memeriksa kuku. Dokter mungkin memeriksa telur cacing di bawah kuku anak.
  • Pemeriksaan tinja. Dokter akan meminta sampel tinja anak yang dikirim ke laboratorium untuk memeriksa cacing atau telur cacing.
  • USG. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada penyakit cacingan parah. Dengan USG, dokter akan mencari tahu lokasi yang tepat di mana cacing-cacing itu berkumpul.

Apakah Anda Cacingan?

Amatilah setiap hal yang terjadi pada anak Anda, termasuk apakah ada ciri-ciri anak cacingan seperti di atas, jika ada segeralah lakukan pemeriksaan sebelum cacing-cacing itu merebut masa depan anak Anda.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer