Anak Sering Mimisan : Penyebab & Pengobatan

Awalnya, Budi yang berusia 5 tahun sedang asyik bermain dengan temannya di sebelah rumah, setelah 2 jam bermain di musim kemarau, pulang-pulang dalam kondisi keluarnya darah dari rongga hidung. Ini tidak hanya terjadi sekali dua kali, tetapi sering dialami Budi. Tentu menjadi pertanyaan kenapa anak sering mimisan? Bagaimana mengatasinya?

Mimisan dalam bahasa medis disebut epistaksis adalah suatu keadaan dimana terjadi pendarahan yang keluar melalui lubang hidung. Pada saat mimisan darah dapat keluar melalui salah satu lubang hidung atau secara bersamaan melalui kedua lubang hidung. Anak – anak lebih mudah mengalami mimisan, karena pembuluh darah dalam rongga hidung masih tipis dan rapuh pada usia anak – anak, oleh karena itu anak yang sesekali mimisan masih bisa dibilang wajar, namun perlu diwaspadai apabila anak sering mimisan karena bisa saja mimisan tersebut merupakan gejala yang muncul akibat suatu penyakit tertentu.

anak sering mimisan

ilustrasi anak sering mimisan

Mimisan pada anak dapat menyebabkan orang tua menjadi panik, namun sebenarnya mimisan pada anak yang terjadi sesekali biasanya bukanlah sesuatu yang mengancam jiwa. Orang tua sebaiknya segera mengatasinya dan mempelajari serta mencari tahu penyebab mimisan tersebut agar tidak berulang kembali.

Penyebab Anak Sering Mimisan

Rongga hidung manusia memiliki banyak kumpulan pembuluh darah yang masih tipis dan rapuh pada saat masa anak – anak sehingga lebih rentan untuk pecah dan menimbulkan pendarahan. Iniilah faktor utama kenapa anak sering mimisan.

Adapun beberapa hal yang dapat menyebabkan sering mimisan pada anak antara lain:

  1. Perubahan cuaca : anak – anak paling sering mengalami mimisan setelah terjadi perubahan suhu yang ekstrim seperti suhu panas dari terik matahari di luar ruangan yang mendadak berubah menjadi suhu dingin dari AC di dalam ruangan.
  2. Polusi udara : udara yang kotor dari asap kendaraan dan asap rokok yang terhirup ke dalam rongga hidung anak dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada dinding dalam rongga hidung sehingga mengakibatkan mimisan
  3. Trauma : Benturan langsung pada hidung ketika anak terjatuh, kebiasaan mengorek – ngorek hidung yang terlau sering, atau kerak hidung yang kering dan mengeras dapat menyebabkan trauma pada pembuluh darah sehingga mengakibatkan mimisan.
  4. Benda asing : anak – anak juga dapat bisa mengalami mimisan setelah memasukkan benda -benda kecil sperti biji – bijian atau kacang – kacanga ke dalam rongga hidung yang lama – lama akan menyebabkan infeksi sehingga mengakibatkan mimisan yang disertai bau yang busuk.
  5. Penyakit infeksi : sejumlah penyakit infeksi juga dapat menyebabkan gejala mimisan seperti pada penyakit sinusitis dan demam berdarah dengue biasanya gejala mimisan mucul dengan disertai demam.
  6. Penyakit darah : Penyakit yang disebabkan oleh adanya kelainan pada darah juga dapat menyebabkan gejala mimisan seperti pada penyakit hemofilia dan leukemia

Pengobatan Mimisan pada Anak

Pengobatan pertama yang dapat dilakukan pada anak yang megalami mimisan antara lain dengan :

  1. Mendudukkan anak dalam posisi duduk sandaran di kursi dengan kepala yang agak menunduk ke depan, agar darah mimisan tidak mengalir ke belakang tenggorokan.
  2. Menekan kedua cuping hidung anak dengan lembut menggunakan jari tangan sekitar beberapa menit agar darah mimisan berhenti, dan anak diajak bernapas lewat mulut.
  3. Apabila mimisan belum berhenti, kompres batang hidung anak dengan es untuk membantu menghentikan mimisan.
  4. Apabila mimisan tetap belum berhenti, sumbat hidung anak menggunakan kasa atau sapu tangan bersih kemudian anak diajak segera berobat ke dokter untuk mendapat penangaan lebih lanjut.

Sebagai orang tua kita tidak boleh panik, kita harus tenang agar tindakan kita rasional. Apabila anak sudah berulang kali mengalami mimisan atau mimisan disertai demam atau darah mimisan tidak berhenti setelah dilakukan penanganan selama 10 menit maka sebaiknya bawa anak berobat ke dokter secepatnya karena anak sering mimisan tersebut bisa saja timbul sebagai gejala dari penyakit lainnya yang sebenarnya lebih serius

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer