Mengenal Anemia Aplastik

Definisi Anemia Aplastik

Anemia Aplastik adalah suatu kondisi dimana sum-sum tulang tubuh berhenti memproduksi sel-sel darah baru yang cukup. Tidak seperti anemia pada umumnya, pada anemia aplastik ini tidak hanya sel darah merah yang berhenti produksinya, akan tetapi juga sel darah putih (leukosit) dan trombosit. Oleh karena itu kondisi ini disebut juga sebagai pansitopenia.

Anemia aplastik membuat penderita nya merasa lelah dan beresiko tinggi terhadap infeksi dan perdarahan yang tidak terkontrol.

Penyakit anemia aplastik ini tergolong langka namun serius, dapat mengenai umur berapa saja, dan tidak memandang ras ataupun gender, namun didiagnosis lebih sering pada usia anak-anak dan dewasa muda.

Patofisiologi Anemia Aplastik

Patofisiologi anemia aplastik menjelaskan bagaimana mekanisme terjadinya penyakit anemia ini hingga gejala-gejala yang ditimbulkannya.

Anemia aplastik terjadi ketika terjadi kerusakan sumsum tulang yang mengakibatkan lambatnya atau bahkan berhentinya produksi sel sel darah baru.

Sumsum tulang adalah jaringan berwarna merah, dengan struktur seperti spons yang terdapat dalam tulang yang menghasilkan sel induk (stem cell), dari sel induk ini terbentuklah sel-sel lain. Stem sel di sumsum tulang memproduksi sel – sel darah merah, sel darah putih dan trombosit. Pada anemia aplastik, sumsum tulang berada pada kondisi aplastic (a=tidak, plastic=jaringan) atau hipoplastic (hipo=rendah/sedikit, plastic=jaringan)- yang berarti bahwa sumsum tulang itu kosong (aplastik) atau mengandung sel darah yang sangat sedikit (hipoplastik).

Patofisiologi anemia aplastik

Patofisiologi anemia aplastik

Penyebab Anemia Aplastik

Faktor-faktor penyebab anemia aplastik yang membuat kerusakan sum-sum tulang sementara atau permanen yang pada akhirnya mengganggu produksi sel sel darah antara lain:

Tetapi radiasi dan kemoterapi
Kedua terapi ini digunakan untuk melawan kanker, selain membunuh sel kanker, ternyata juga dapat merusak sel-sel tubuh yang sehat, termasuk sel-sel induk dalam sumsum tulang. Anemia aplastik dapat menjadi efek samping sementara dari terapi ini.

Paparan bahan kimia beracun.
Paparan bahan kimia beracun, seperti beberapa yang digunakan dalam pestisida dan insektisida, dapat menyebabkan anemia aplastik. Paparan benzena – bahan kimia dalam bensin – juga telah dikaitkan dengan anemia aplastik.

Penggunaan obat-obatan tertentu.
Obat-obatan tertentu, seperti yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis (rematik) dan beberapa antibiotik, dapat menyebabkan anemia aplastik.

Gangguan autoimun.
Autoimun juga bisa menjadi penyebab anemia aplastik, autoimun merupakan suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh malah menyerang sel-sel sehat tubuh itu sendiri termasuk menyerang sel-sel induk dalam sumsum tulang.

Infeksi virus.
Infeksi virus yang mempengaruhi sumsum tulang juga dapat menjadi penyebab anemia aplastik pada beberapa orang. Virus yang dapat menyebabkan anemia aplastik termasuk hepatitis, Epstein-Barr, cytomegalovirus, Parvovirus B19 dan HIV.

Kehamilan
Anemia aplastik yang terjadi pada kehamilan mungkin terkait dengan masalah autoimun – sistem kekebalan tubuh dapat menyerang sumsum tulang selama kehamilan.

Faktor yang tidak diketahui.
Dalam banyak kasus, dokter tidak dapat mengidentifikasi penyebab anemia aplastik. Kondisi ini disebut idiopatik anemia aplastik.

Berhubungan dengan kelainan langka lainnya
Beberapa orang dengan anemia aplastik juga memiliki kelainan langka yang dikenal sebagai hemoglobinuria nokturnal paroksismal. Gangguan ini menyebabkan sel-sel darah merah memecah terlalu cepat. Hemoglobinuria nokturnal paroksismal dapat menyebabkan anemia aplastik, atau sebaliknya anemia aplastik dapat berkembang menjadi hemoglobinuria nokturnal paroksismal.

Gejala Anemia Aplastik

Gejala gejala anemia aplastik disebabkan oleh jumlah sel darah yang rendah. Gejala tergantung pada jenis sel darah yang terkena.

Rendahnya jumlah sel darah merah
sel darah merah yang rendah disebut anemia atau kurang darah. Sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Sehingga apabila jumlah sel darah merah rendah, maka akan menyebabkan rasa lelah dan lemah.

Rendahnya jumlah sel darah putih
Jumlah sel darah putih yang rendah disebut neutropenia. Sel darah putih berfungsi melawan infeksi dalam tubuh dengan menyerang dan membunuh bakteri dan virus. Sehingga apabila jumlah sel darah putih rendah, maka dapat meningkatkan risiko terkena infeksi yang dapat menimbulkan demam.

Jumlah platelet atau trombosit yang rendah
Jumlah trombosit yang rendah disebut trombositopenia . Trombosit (platelet) membantu darah untuk membeku dan menghentikan pendarahan. Sehingga apabila jumlah platelet rendah, maka dapat menyebabkan masalah pendarahan seperti gusi mudah berdarah, mudah memar, dan apabila berdarah sukar berhenti.

Pengobatan Anemia Aplastik

Anemia Aplastik dapat disembuhkan dengan terapi suportif, obat anemia aplastik (imunosupressant), atau transplantasi stem cell.

Tujuan utama pengobatan anemia aplastik adalah untuk meningkatkan jumlah sel-sel darah yang sehat. Ketika jumlah darah Anda sudah naik:

  • Anda tidak lagi membutuhkan darah dari donor (transfusi)
  • Kualitas hidup menjadi lebih baik
  • Gejala anemia aplastik tidak seburuk sebelumnya

Tergantung pada seberapa parah anemia aplastik yang dialami seseorang, dokter akan menggunakan perawatan suportif untuk membantu pasien mengelola gejala dan apabila diperlukan diberikan terapi imunosupresif atau transplantasi stem cell sum sum tulang.

Ada tiga kategori pengobatan untuk anemia aplastik :

Perawatan Pendukung (suportif)
Perawatan pendukung adalah istilah yang digunakan untuk pengobatan yang dapat membantu mengatasi gejala anemia aplastik yang muncul, dan terapi ini tidak untuk menyembuhkan. Tetapi suportif ini meliputi:

  • Transfusi darah
  • Terapi khelasi besi untuk mengobati kelebihan zat besi
  • Faktor pertumbuhan
  • Antibiotik
  • Terapi Obat imunosupresif (obat anemia aplastik)

Terapi obat imunosupresif akan menurunkan respon kekebalan tubuh. Hal ini untuk mencegah sistem kekebalan tubuh agar tidak menyerang sel sel sumsum tulang, sehingga memungkinkan sel induk (stem cell) tumbuh kembali, dan meningkatkan jumlah darah. Pada anemia aplastik yang didapat (acquired aplastic anemia), terapi imunosupresif yang digunakan yaitu globulin anti-thymocyte (ATG) ditambah dengan siklosporin yang merupakan terapi pilihan untuk pasien yang lebih tua. Obat anemia plastik ini juga digunakan untuk pasien yang tidak memiliki donor sel induk yang cocok. Sekitar 8 dari 10 pasien memiliki respon positif terhadap pengobatan ini.

Bone Marrow dan Stem Cell Transplantation

Transplantasi sumsum tulang, juga disebut transplantasi stem cell (sel induk), sebelum dilakukan transplantasi terlebih dahulu di kemoterapi dan radiasi untuk membunuh sel sel sum-sum tulang dan kemudian diganti dengan sel induk (stem cell) dari donor yang sehat memalui aliran darah. Sel-sel induk berjalan ke sumsum tulang dan mulai membuat sel-sel darah baru yang sehat dan pada akhirnya akan meningkat produksinya hingga mencukupi kebutuhan tubuh, dengan demikian anemia aplastik pun dapat teratasi.

4 Komentar

Anemia Aplastik

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer