Asidosis : Metabolik, Respiratorik

Sebuah kondisi tubuh yang berkaitan dengan masalah pada pH darah dapat berupa asidosis dan alkalosis. Asidosis adalah kondisi dimana kadar pH darah lebih rendah dari nilai normal yang berarti bahwa memiliki sifat asam, sedangkan alkalosis adalah kebalikannya. Artikel ini akan membahas khusus tantang asidosis metabolik dan respiratorik.

Tubuh manusia dapat membentuk asam melalui produk sampingan yang dihasilkan dari sejumlah aktivitas metabolik termasuk proses respirasi dan pemecahan lemak. Kelebihan komponen asam di dalam tubuh dapat membuat sesorang mengalami banyak masalah kesehatan seperti pernapasan cepat dan dalam serta pada keadaan berat dapat menimbulkan koma. Untuk dapat mengatur keseimbangan antara asam dan basa dalam tubuh, secara fisiologis tubuh manusia memiliki mekanisme pengaturan yang dapat mengendalikan asam – basa.

gejala asidosis

Gejala-gejala asidosis

Tubuh dapat membentuk larutan penyangga pH bikarbonat (basa) dalam darah yang berperan untuk menyeimbangkan suasana asam yang berasal dari peningkatan asam melaui metabolisme. Tubuh akan membuang kelebihan asam melalui pernapasan dalam bentuk karbon dioksida dan melalui ginjal dalam bentuk amonia. Gangguan yang terjadi terhadap mekanisme pengaturan keseimbangan tersebut dapat menyebabkan terjadinya asidosis atau kelebihan asam baik asidosis metabolik maupun asidosis respiratorik

Pengertian Asidosis

Asidosis adalah suatu keadaan peningkatan suasana asam di dalam darah yang berlebihan sehingga pH darah turun dibawah nilai normal. Asidosis dapat terjadi apabila darah terlalu banyak mengandung komponen asam atau terlalu sedikit mengandung komponen basa. Asidosis dapat terjadi dalam bentuk asidosis metabolik atau asidosis respiratorik.

1. Asidosis Metabolik

Asidosis metabolik adalah peningkatan suasana asam di dalam darah yang berlebihan yang berhubungan dengan beberapa gangguan pada tubuh yang dapat menyebabkan peningkatan pembentukan asam melalui metabolisme atau penurunan kadar bikarbonat dalam darah. Bikarbonat merupakan larutan penyangga di dalam darah yang bersifat basa. Bikarbonat berperan dalam menyeimbangkan suasana asam di dalam darah sehingga pH dalam darah tetap berada pada rentang nilai normal. Asidosis metabolik dapat terjadi pada keadaan berikut :

  • Peningkatan konsumsi komponen asam atau suatu bahan makanan yang dapat diubah menjadi asam seperti asam alkohol, metanol, etilen glikol
  • Peningkatan pembentukan asam melalui metabolisme seperti pada penyakit kencing manis dengan kadar gula darah yang tidak terkendali dimana tubuh akan memecah lemak menjadi badan keton yang bersifat asam, dan pada keadaan gagal jantung dan syok dimana tubuh akan memecah karbohidrat menjadi asam laktat.
  • Penurunan pembuangan asam melalui ginjal pada penyakit gagal ginjal dimana ginjal sudah tidak dapat membuang kelebihan asam dalam tubuh melalui urin untuk menjaga keseimbangan asam tubuh.
  • Penurunan kadar bikarbonat dalam darah seperti pada keadaan diare dimana bikarbonat banyak terbuang bersamaan dengan cairan dan elektrolit melalui tinja pada saat terjadi buang air besar yang cair.

2. Asidosis Respiratorik

Asidosis respiratorik adalah suasanan asam di dalam darah yang berlebihan yang berhubungan dengan beberapa gangguan pada tubuh yang dapat menyebabkan penumpukan karbon dioksida dalam darah sebagai akibat dari fungsi paru – paru yang buruk atau fungsi pernafasan yang lambat. Karbon dioksida yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan pH darah menjadi turun dan darah berada dalam suasanan asam. Jumlah karbon dioksida diatur oleh kecepatan dan kedalaman proses pernapasan. kadar karbon dioksida yang tinggi dalam darah akan mengatur pusat pernapasan, sehingga pernapasan menjadi cepat dan dalam. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan asidosis respiratorik antara lain :

  • Fungsi paru – paru yang buruk seperti pada penyakit bronkitis kronik, emfisema paru, edama paru, pneumonia dan asma dimana paru – paru tidak dapat mengeluarkan karbon dioksida secara adekuat
  • Fungsi pernapasan yang lambat seperti pada penyakit yang menyerang saraf dan otot dada yang menyebabkan mekanisme pernapasan mengalami gangguan.
  • Ketergantungan terhadap obat – obatan yang termasuk golongan narkotika dan beberapa obat tidu dapat menekan pusat pernapasan yang menyebabkan mekanisme pernapasan juga mengalami gangguan.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer