Asma

Asma merupakan salah satu jenis penyakit saluran pernafasan, seseorang yang menderita Asma akan mengalami penyempitan saluran nafas yang disebut bronchus, sehingga sering kali penyakit ini disebut juga dengan Asma bronchiale.

Di masayarakat Indonesia banyak istilah-istilah yang mengarah pada Asma seperti : bengek, sesak nafas mengi, nafas ngik-ngik, dsb.

Asma membuat seseorang sulit untuk bernapas, baik saat menarik nafas ataupun saat menghembuskan nafas.

Jika Anda atau anggota keluarga memiliki asma, yang penting Anda ketahui antara lain apa obat-obatan yang dapat membantu mengontrol asma dan apa yang harus dilakukan pada serangan asma.

Penyebab asma

Asma dapat dipicu oleh:

  • Alergen (zat yang dapat memicu Alergi), bisa berupa bulu kucing, debu, dll.
  • Demam, batuk dan pilek
  • Perubahan cuaca, seperti udara dingin dan kering.

Beberapa obat-obatan, aktivitas fisik, merokok, bahan kimia dan gas juga dapat menyebabkan asma.

Seorang anak yang memiliki orang tua atau kerabat dekat lainnya dengan alergi atau asma, lebih mungkin untuk memiliki juga alergi, yang bisa menjadi asma.

Risiko asma pada anak meningkat jika kedua orang tua  juga memiliki asma.

Pengobatan Asma

Asma dapat diatasi dengan inhaler (puffers).  Ada empat jenis:

  1. Preventers  atau pencegah (digunakan setiap hari) – berfungsi untuk mengurangi pembengkakan dan penyempitan saluran nafas (bronchus)
  2. Pengontrol gejala (digunakan dua kali sehari) -  bekerja dengan durasi panjang (12 jam) dan menjaga saluran nafas agar tetap santai (longgar)
  3. Kombinasi – mengandung obat pencegah dan obat-obatan pengontrol gejala Asma
  4. Penghilang (digunakan selama serangan) – berfungsi untuk membuka dan melonggarkan saluran nafas yang menyempit pada asma.

Inhaler biasanya digunakan dengan spacer (tabung plastik bening), yang membantu agar obat dapat terhirup dalam paru-paru. Spacer membuat inhaler lebih mudah digunakan.

Derajat Serangan Asma

Serangan asma dapat ringan, sedang atau berat.

Ringan – orang dapat berbicara normal, tetapi mungkin memiliki sedikit atau mengi dan batuk ringan – terutama ketika gembira atau berjalan.

Sedang – orang tersebut bisa berbicara dalam setengah kalimat, napas mereka akan sulit dan terdengar mengi, dan mungkin memiliki batuk persisten.

Parah / berat – orang tersebut bisa berbicara dalam kata-kata tunggal, mereka bisa berjuang untuk bernapas, terlihat otot-otot pernafasan yang menggambarkan sulitnya bernafas. Dada mereka mungkin merasa ketat dan mereka mungkin akan terlihat pucat.

Pengobatan Asma tergantung pada jenis/derajat serangan.

Mengatasi asma serangan Ringan
Pada serangan asma ringan mungkin hanya memerlukan satu dosis obat pereda (sesuai dengan dosis anjuran dokter anda sebelumnya) dan segera setelah menggunakan obat tersebut bisanya langsung kembali normal.

puff asma inlaher dan spacer untuk asma

Mengatasi asma serangan sedang hingga berat
* Jika Anda mengalami serangan asma, cari seseorang untuk menemani Anda.
* Jika Anda merawat seseorang dengan asma, jangan meninggalkannya sendirian.

Lalu ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Duduk tegak.
  2. Gunakan pereda asma inhaler (misalnya, Ventolin). Ikuti petunjuk yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya.
  3. Jika Anda tidak yakin dosis:
    1. Ambil enam puff (semprot) (dewasa dan anak-anak), satu per satu, melalui sebuah spacer.
    2. Ambil lima atau enam napas setelah masing-masing puff (setiap kali semprot).
    3. Ulangi selama enam menit.
  4. Jika tidak ada perbaikan, Anda perlu segera periksa ke dokter.
  5. Terus memberikan enam puff setiap enam menit sampai bantuan tiba atau sampai Anda tiba di rumah sakit atau dokter.

Perawatan Mandiri Asma

Sampai saat ini tidak ada obat untuk menghilangkan asma, tetapi kebanyakan orang dapat mengontrol asma dengan baik dan hidup sehat.

Pengobatan dari inhaler (puffers) adalah pengobatan utama – tetapi ada cara lain untuk membantu menjaga diri dengan baik.

* Ketahui apa saja yang dapat memicu asma Anda dan melakukan yang terbaik untuk menghindari hal-hal tersebut.
* Minum obat persis seperti yang diperintahkan oleh dokter.
* Tahu bagaimana mengenali gejala, dan apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat.
* Bicaralah dengan dokter Anda tentang rencana pengelolaan Asma secara mendiri dan pastikan Anda mengikutinya.

 

Baca Juga:

Tulis Komentar / Konsultasi tentang Asma

Loading Facebook Comments ...
Tags:

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer