BAB Bayi Berwarna Hijau? Ini Penyebab dan Solusinya

Pada bayi yang baru lahir, normalnya feses yang keluar pertama kali akan berwarna kehitaman ini disebut mekonium sebagai isi dari usus sejak didalam kandungan, seiring berjalannya waktu warna feses akan berubah kehijauan dalam 3 hari, dan dari hijau akan menjadi kekuningan atau kuning seutuhnya pada hari kelima.

Namun, masalah timbul ketika bayi sudah berusia beberapa bulan akan tetapi tiba-tiba BAB bayi berwarna hijau, padahal sebelum-sebelumnya berwarna kuning. Duh, apa yang terjadi, apakah ini berbahaya?

feses bayi hijau

Pup berwarna hijau pada bayi biasanya menandakan bahwa bayi tidak minum atau makan dengan baik, terlepas apakah berat badannya naik atau tidak.

Secara normal pup atau feses bayi yang mendapatkan ASI biasanya berair atau encer, tapi bila ada lendir dalam fesesnya, fese bayi berwarna hijau dan bayi mengalami gejala kolik atau sakit perut yang ditandai dengan rewel, itu bisa menjadi tanda bahwa adanya ketidakseimbangan antara foremilk-hindmilk. Hal ini biasanya terjadi ketika seorang ibu memiliki kelebihan pasokan ASI, sebagai akibatnya bayi akan minum terlalu banyak foremilk berair yang mengandung laktosa lebih tinggi daripada hindmilk. Foremilk maksudnya adalah ASI pada awal pemberian, sedangkan Hindmilk adalah ASI pada akhir pemberian.

Hal ini juga dapat terjadi apabila mulut bayi saat menyusu tidak menempel pada puting dengan benar (tidak mencakup seluruhnya, hanya diujung), maka bayi tidak akan mendapatkan susu kaya lemak yang biasanya datang belakangan (hindmilk). Padahal susu kaya lemak ini yang menyediakan sebagian besar kalori yang dibutuhkan bayi, dan yang membuatnya merasa kenyang. Jika bayi hanya mendapatkan susu rendah lemak (foremilk), susu yang lebih encer pada awal menyusui yang tinggi laktosa, dia akan mudah lapar lagi, dan akan menyusu lebih sering.

Sikluspun terulang lagi, yang artinya bahwa selama 24 jam, bayi akan minum lebih banyak susu jika dibandingkan dengan bayi yang menyusu pada posisi yang tepat.

Ketika bayi mendapat terlalu banyak laktosa, ia tidak dapat mencernanya dengan baik sehingga akan menimbulkan banyak gas pada usus, disertai dengan gejala kolik, dan berak berwarna hijau berbusa dan lebih encer daripada biasanya. Terkadang juga jadi sering kentut.

Jadi, Bagaimana Cara Mengatasi Hal Ini?

Cara mengatasi BAB bayi berwarna hijau karena masalah ini yaitu dengan biarkan bayinya bayi untuk menguras satu payudara, sebelum menawarkan payudara yang satunya, ini akan memastikan bahwa bayi akan mendapatkan hindmilk berlemak yang lebih banyak, yang lebih substansial; karena menyusui bayi lebih lama pada salah satu sisi payudara.

Posisikan mulut bayi dengan benar saat menyusui, yaitu harus meliputi seluruh puting susu dan sebagian besar dari areola mamae (lapisan tebal berwarna coklat kehitaman sekitar puting). Jangan biarkan bayi menuyusu hanya di ujung puting.

Jika ibu menerapkan cara yang demikian, maka ibu akan melihat bayi lebih bahagia, tidur lebih lama dan mulai fese mulai terlihat normal, tidak hijau lagi.

Selain masalah di atas, BAB bayi berwarna hijau dapat disebabkan oleh masalah di bawah ini.

Jika feses bayi berwarna hijau tetapi tidak berair, berbusa, dan gejala kolik, maka kemungkinan penyebabya adalah:

  • Bayi memiliki penyakit kuning, pup bayi akan berwarna hijau gelap.
  • Beberapa susu formula yang diperkaya dengan zat besi juga dapat menyebabkan feses menjadi hijau.
  • Ibu makan makanan yang berwarna hijau, seperti sayuran hijau. Hal ini biasanya akan menyebabkan fese bayi berwarna hijau terang.
  • Peka terhadap obat-obatan yang ibu minum, seperti antibiotik atau obat-obatan yang diberikan pada bayi.
  • Sensitif terhadap sesuatu yang ibu makan. Selain pup berwarna hijau, bayi juga terkadang mengalami eksim atau ruam pada kulitnya. Segera periksakan ke dokter jika hal ini terjadi.
  • Mengalami infeksi, terutama jika ia juga mengalami diare dan/atau demam. Segera periksakan ke dokter jika hal ini terjadi.

Dengan informasi ini, saya berharap ayah bunda tidak bingung lagi ketika BAB bayi berwarna hijau.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer