Batuk Berdahak pada Bayi? Ini Cara Mengatasinya

Bayi dan anak-anak sering banget terserang penyakit batuk-pilek, bahkan ada yang baru saja sembuh kena lagi. Hal yang paling ditakutkan orang tua adalah ketika terjadi batuk berdahak pada bayi, batuk bunyi grok-grok seolah-olah dahak itu kental dan susah dikeluarkan.

Batuk berdahak pada bayi dan anak-anak seringkali awalnya disebabkan oleh penyakit batuk-pilek, dalam bahasa medis disebut sebagai common cold, dalam bahasa masyarakat kita disebut juga sebagai “masuk angin“. Sebagai gambaran, awal mula gejala yang muncul biasanya badan demam, hidung ingusan, tersumbat, batuk kering, lalu batuk berdahak.

Berhubung common cold disebabkan oleh virus, maka sebenarnya penyakit ini akan sembuh dengan sendiri, tetapi memang butuh waktu. Butuh waktunya ini yang membuat orang tua gerah, tak sabar menunggu sehingga segala macam cara mengatasi batuk pilek pada bayi pun dilakukan, misalnya diberi obat-obatan yang dijual bebas dan lain-lain.

Seiring waktu, gejala batuk-pilek akan menyembuh dengan sendirinya, yang pertama hilang adalah demam, sakit kepala, dan badan pegel, setelah itu disusul dengan nafsu makan yang mulai membaik, dan anak tampak lebih sehat. Hal ini membutuhkan waktu sekitar 3 hari sampai 7  hari (sangat bervariasi).

Saat ini gejala yang masih ada adalah pilek atau ingus di hidung, inipun akan berangsur menghilang melalui beberapa tahapan, seperti pada saat awal mungkin yang dominan adalah rasa gatal dihidung, bersin-bersin, ingus bening dan encer, begitu pilek akan menyembuh ia akan berubah warna menjadi kekuningan dan mungkin lebih kental.

batuk berdahak pada bayi

Setelah pilek hilang, maka tinggallah batuk yang tersisa, awalnya batuk kering, lama-lama batuk berdahak, yang ditandai dengan batuk berbunyi grok-grok.. dan terasa berat seolah anak sulit atau tidak bisa mengeluarkan dahak. Berdasarkan pengamatan, batuk berdahak pada bayi ini juga akan menyembuh (jika tidak terjadi infeksi skunder) dan ini membutuhkan waktu rata-rata hingga 3 minggu sejak awal serangan.

Baca juga: Bayi Batuk Pilek, Harus bagaimana?

Itulah singkat cerita perjalanan penyakit batuk-pilek yang dapat sembuh sendiri walaupun tanda pengobatan dengan catatan tidak ada penyakit tertentu yang berkaitan dengan lemahnya daya tahan tubuh (imunodefisiensi).

Lantas, apa upaya kita untuk mengatasi berdahak pada bayi supaya lebih cepat sembuh?

Cara Mengatasi Batuk Berdahak Pada Bayi

Banyak orang tua yang khawatir terhadap kondisi anaknya yang mengalami batuk berdahak, apalagi sampai susah tidur dan batuk berbunyi grok-grok bahkan ada yang sampai sesak karenanya. Tak jarang mereka meminta agar anaknya diuap agar dahak bisa keluar.

Namun apakah uap itu bisa menjadi obat batuk berdahak pada bayi yang tepat?

Pada beberapa kasus batuk berdahak seperti yang disebabkan oleh asma (batuk disertai mengi), bronkiolitis, dan Croup memang terapi uap sangat bermanfaat. Namun pada batuk berdahak pada anak yang disebabkan oleh common cold belum ada bukti keberhasilan penggunaannya dan ini memang tidak termasuk dalam standar penatalaksanaan common cold – seperti dikutip dari blog dr. Arifianto, Sp.A

Boleh tidak dikasih obat batuk yang dijual bebas?

Buat anak jangan coba-coba, sebuah artikel yang diterbitkan oleh American Academy of Family Physician (AAFP) menyebutkan bahwa obat-obatan untuk batuk pilek tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 2 tahun, karena setelah diteliti obat tersebut tidak memiliki efek yang bermanfaat dan risiko efek sampingnya yang malah lebih besar dan berbahaya. Bahkan Data di Amerika menyatakan bahwa obat-obatan pereda gejala batuk-pilek berada dalam daftar 20 obat tersering yang dapat menyebabkan kematian pada anak balita.

Lantas, obat apa yang paling efektif mengatasi batuk berdahak pada bayi?

Jawabannya adalah minum, minum, dan minum. Banyak minum cairan merupakan cara terbaik yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan batuk berdahak yang disertai pilek ataupun tidak.

Perlu diketahui bahwa yang membuat batuk berdahak susah sembuh adalah dahak yang kental, susah dikeluarkan. Jadi prinsip mengobati batuk berdahak adalah mengencerkan dahak disamping mengobati penyebab batuk. Jika seorang anak banyak minum sehingga kebutuhan cairan tercukupi, maka cairan yang cukup akan membuat dahak menjadi lebih encer sehingga akan lebih mudah dikeluarkan atau bagi bayi yanh belum bisa mengeluarkan dahak agar dahak itu mudah untuk ditelan atau diserap oleh tubuh. Banyak minum juga dapat mencegah kekurangan cairan akibat demam (jika ada).

Cairan yang dapat diminum dapat bervariasi, bagi bayi dibawah satu tahun sangat baik ketika diintensifkan untuk minum ASI (Baca: Manfaat ASI) oleh karena itu ibunya juga harus banyak minum dan makan-makanan bergizi. Bagi anak yang lebih besar cairan yang dapat diminum lebih bervariasi lagi, misalnya susu formula, air putih,  jus buah, kuah kaldu, kuah sop, dan lain-lain.

Kapan Harus Ke dokter?

Walau demikian, kita juga harus selalu mengawasi kondisi bayi atau anak, sehingga kita tahu kapan harus diperiksakan ke dokter:

  • Batuk yang disertai demam lebih dari 3 hari.
  • Batuk tak kunjung sembuh setelah 3 minggu.
  • Batuk berdahak pada bayi atau anak yang disertai dengan sesak nafas, dan/atau disertai mengi (wheezing)

Pada akhirnya, langkah pencegahan adalah yang terpenting, disamping melakukan personal higiene yang baik, suplemen tertentu juga bisa membantu mencegah terulangnya batuk pilek pada anak misalnya zink dan vitamin C, konsultasikan dengan dokter mengenai dosis yang tepat.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer