Batuk Rejan, Pertusis, atau Batuk 100 Hari

Batuk rejan adalah istilah bahasa indonesia yang menggambar batuk berupa suara “rejan” dalam istilah medis ini disebut sebagai pertusis karena disesuaikan dengan penyebabnya yaitu bakteri Bordetella pertussis.

Batuk Pertusis juga dikenal dengan istilah batuk 100 hari, karena memang gejala batuk yang panjang dan butuh waktu yang lama untuk sembuh, walaupun tidak pas benar 100 hari.

Batuk rejan adalah penyakit batuk akibat infeksi bakteri Bordetella pertussis yang mudah menyebar melalui batuk yang dapat menular ke segala usia. Bakteri penyebab pertusis (batuk rejan) tersebar melalui tetesan di udara ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Seseorang bisa juga tertular batuk 100 hari melalui kontak langsung dengan cairan dari hidung atau tenggorokan orang yang terinfeksi.

Apa Saja Gejala Batuk Rejan?

Batuk rejan ditandai dengan suara yang khas yaitu suara yang melengking. Pada saat batuk muka terlihat kemerahan, saking kuatnya batuk, kesulitan menarik nafas terjadi antara periode batuk, sehingga saat mengambil nafas timbul suara melengking, sehingga dalam bahasa Inggris batuk rejan biasa disebut dengan”whooping cough“. Biasanya pada akhir batuk, penderita akan mengalami muntah.

Gejala batuk yang khas tersebut bisanya terjadi pada masa kanak-kanak. Pada bayi yang berusia kurang dari 6 bulan, suara melengking jarang ditemukan. Gejalanya biasanya tidak spesifik, seperti, penurunan berat badan. Namun, bayi umur ini lah yang justru bisa mengalami komplikasi pertusis yang serius sehingga butuh perawatan di rumah sakit.

Pada orang dewasa, batuk pertusis biasanya hanya berupa batuk kering dengan nafas melengking. Batuk ini umumnya akan sembuh dalam 6-8 minggu, walaupun telah diobati dengan antibiotik. Namun demikian, pada sebagian kasus, batuk rejan bisa mencapai 3 bulan atau lebih, makanya pertusis ini sering disebut juga dengan batuk 100 hari.

Gejala pertusis muncul dalam 3 tahap. Pada 2 tahap pertama, merupakan periode yang sangat menular. Dijelaskan sebagai berikut:

Pertusis Tahap 1 – ( 1-2 minggu)

Gejala mirip dengan flu biasa:

  • Ingusan
  • Bersin-bersin
  • Demam Ringan
  • Mata merah dan berair
  • Secara bertahap memburuk menjadi batuk yang menjengkelkan

Pertussis Tahap 2 (1-6 minggu atau lebih)

Gejala batuk rejan berupa:

  • Serangkaian batuk tanpa napas di antaranya (orang yang sakit bahkan mungkin berhenti bernapas sementara)
  • Batuk berupa teriakan bernada tinggi
  • Pada akhir batuk biasanya terjadi muntah
  • Kelelahan karena batuk yang begitu sering

Pada orang dewasa, gejala batuk rejan mungkin mirip dengan bronkitis. Bayi di bawah usia 6 bulan, anak-anak divaksinasi dan orang dewasa mungkin tidak berteriak keras, atau bahkan tidakĀ  sama sekali.

batuk rejan 100 hari

Pertusis Tahap 3 (selama 1-2 bulan)

  • Penderita tidak menular pada tahap ini. Selama ini, episode batuk secara bertahap terjadi lebih jarang, dan menjadi kurang parah.
  • Bahkan setelah pengobatan untuk membunuh bakteri, seseorang dapat terus batuk sebagai perbaikan tubuh terhadap kerusakan pada lapisan saluran pernapasan. Batuk mungkin lebih buruk di malam hari.
  • Penderita batuk 100 hari juga dapat mengembangkan infeksi pernafasan lain seperti pneumonia.

Apa Bahaya atau Komplikasi Batuk 100 Hari?

Menjadi hal terburuk apabila pertusis terjadi pada bayi dan anak-anak. Bayi berada pada risiko tertinggi terjadinya komplikasi yang paling serius.

Penyakit batuk rejan dapat menyebabkan:

  • Pneumonia (di lebih dari 1/20 anak)
  • Kejang
  • Kerusakan otak
  • Kematian

Pada seseorang yang memiliki masalah pada sistem kekebalan tubuh mungkin mengalami kesulitan memerangi infeksi. Komplikasi dapat berupa:

  • Penurunan berat badan karena muntah
  • Pneumonia
  • Masalah pernapasan yang parah
  • Patah tulang rusuk
  • Peningkatan nyeri angina

Bagimana Cara Mengobati Batuk Rejan?

Mungkin banyak yang bertanya apa obat batuk rejan atau batuk 100 hari, sebagai gambaran umum seperti berikut:

  • Pertusis dapat diobati dengan antibiotik.
  • Minum antibiotik sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter dan pastikan Anda habiskan obat antibiotik yang diresepkan.
  • Jika efek samping dari obat yang menimbulkan masalah, hubungi dokter Anda segera.
  • Seseorang tidak lagi menular setelah mengambil antibiotik yang tepat selama 5 hari.
  • Tanpa antibiotik, orang tersebut menular selama 3 minggu dari awal gejala nya.
  • Disamping itu, diperluakan juga obat untuk mengurangi gejala batuknya.

Bagaimana Cara Mencegah Pertusis?

Pada akhirnya, pencegahan adalah hal yang paling penting. Untuk mencegah agar tidak terkena batuk 100 hari maka lakukanlah hal-hal berikut:

  • Hindari penularan dengan memutus mata rantai penyebaran infeksi
  • Vaksinasi! Bayi, remaja dan orang dewasa harus divaksinasi terhadap batuk rejan.
  • Untuk perlindungan penuh terhadap pertusis, bayi dan balita membutuhkan 4 dosis vaksin pertusis mulai usia 2 bulan (dikombinasikan dengan vaksin untuk melindungi terhadap penyakit anak lainnya seperti difteri, tetanus, polio dan Haemophilus influenzae B). Silahkan baca: Jadwal Imunisasi
  • Anak usia sekolah harus menerima dosis booster ketika mereka berusia 4 – 6 tahun. Remaja harus menerima booster pada usia 14 sampai 16 tahun.

Sekian, paparan singkat mengenai batuk rejan atau pertusis, semoga dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer