Bayi Batuk Pilek, Harus bagaimana?

Batuk Pilek atau Flu merupakan infeksi pada tenggorokan, hidung, dan paru-paru oleh virus influenza.  Batuk pilek bisa berbahaya pada bayi dan anak-anak. Setiap tahun sekitar 20.000 anak di bawah 5 tahun yang dirawat di rumah sakit mengalami komplikasi dari flu, seperti pneumonia atau paru paru basah.

Gejala Flu / batuk pilek pada bayi

Gejala-gejala yang dapat muncul ketika bayi batuk pilek diantaranya :

  • Demam mendadak, biasanya 101 derajat Fahrenheit (38,3 derajat Celsius) atau lebih tinggi
  • Lemah, menggigil, diikuti oleh gejala-gejala pernapasan seperti pilek atau hidung tersumbat dan batuk kering.
  • Bayi dengan flu biasanya juga mudah marah atau rewel dan memiliki nafsu makan yang buruk dan kadang-kadang disertai diare dan muntah.
bayi batuk pilek flu

ilustrasi bayi batuk pilek

Bagaimana bayi bisa tertular batuk pilek?

Jika bayi berdekatan dengan orang yang sedang mengalami flu, orang tersebut batuk atau bersin, bayi bisa tertular karena menghirup udara yang sudah tercemar virus influenza. Seseorang dengan flu umumnya menular selama sekitar satu atau dua hari sebelum gejala muncul dan selama lima sampai tujuh hari setelah sembuh.

Karena batuk pilek menyebar ketika orang berada didekatnya, maka akan cepat dan mudah menular melalui sekolah, pusat penitipan anak, kelompok bermain, dan dalam keluarga.

Tingkat keparahan flu berbeda dari orang ke orang, sehingga bisa saja ada seseorang yang terinfeksi virus influenza tapi tidak merasakannya. Jika yang muncul hanya gejala ringan, hanya merasa sedikit demam akan tetapi tanpa sadar dia dapat menyebarkan virus flu ke orang lain.

Bayi batuk pilek, harus bagaimana ?

  • Bayi harus mendapatkan banyak istirahat dan – yang paling penting – banyak cairan (minum). Kalau bayi sudah makan makanan padat, berilah sup atau kaldu.
  • Jika bayi demam dan rewel, tanyakan dokter apakah Anda dapat memberinya pereda demam/nyeri seperti parasetamol anak-anak. (Jangan berikan aspirin pada anak kecuali dokter telah merekomendasikannya, karena bisa memicu sindrom Reye, suatu kondisi yang jarang, namun mengancam jiwa.)
  • Jangan memberi atau memaksa dokter untuk meresepkan antibiotik, karena antibiotik hanya membunuh bakteri saja. Sedangkan penyebab flu adalah virus, sehingga antibiotik tidak akan bermanfaat malah bayi anda mendapat efek samping yang tidak menguntungkan. Antibiotik bisa jadi pilihan utama, jika bayi Anda mengalami infeksi bakteri sekunder seperti pneumonia, infeksi telinga, atau bronkitis sebagai komplikasi dari flu.
  • Bayi Anda harus mulai merasa lebih baik dalam tiga sampai lima hari. Demam akan turun terlebih dahulu dan kemudian selera makannya harus kembali. Tapi ini hanya rata-rata – beberapa anak (dan orang dewasa) mengalami batuk yang memanjang selama dua minggu atau lebih.

Hubungi Dokter, Apabila :

  • Bayi lebih muda dari 3 bulan dan mengalami demam 100,4 derajat F (38 derajat C) atau lebih tinggi. Demam pada bayi muda ini dapat menunjukkan infeksi serius atau penyakit lain.
  • Bayi Usia 3 dan 6 bulan dan mengalami demam 101 derajat F (38,3 derajat C) atau lebih tinggi.
  • Bayi usia 6 bulan atau lebih dan mengalami demam 103 derajat F (39,4 derajat C) atau lebih tinggi.
  • Demam yang berlangsung lebih dari tiga hari.
  • Batuk yang tidak membaik setelah seminggu.
  • Tampaknya mengalami sakit telinga. (Bayi mungkin menarik telinga dan rewel.)
  • Mengi atau berat nafasnya
  • Menjadi sakit lagi segera setelah flu mulai sembuh. (Mungkin terjadi infeksi sekunder yang perlu diobati.)
  • Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya:

Tulis Komentar / Konsultasi tentang Bayi Batuk Pilek, Harus bagaimana?

Bisa via Facebook atau Google+ yang berada di bawah, tapi Mohon maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan "obatnya apa?", karena dokter tidak dapat memberi terapi tanpa memeriksa terlebih dahulu. Terimakasih atas kunjungannya :)

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer