Bell’s Palsy – Wajah lumpuh sebelah.

Fenomena wajah lumpuh sebelah atau Merot sebelah sering kali saya jumpai dalam praktek sehari-hari. Kebanyakan pasien datang dengan keluhan sebelah wajah tidak simetris ketika tersenyum atau merot, terkadang mata di sebelah sisi yang lumpuh sering mengeluarkan air mata, padahal tidak sedang menangis, ada juga yang langsung mengatakan “dok, wajah saya lumpuh sebelah”. Kebanyakan merasa khawatir dengan mengatakan “dok saya takut stroke” , “ini stroke bukan ya dok?”. Memang, salah satu penyebab lumpuh wajah sebelah secara mendadak salah satunya adalah stroke. Namun ada juga penyebab lainnya yaitu Bell’s Palsy dan ini merupakan penyebab tersering yang akan saya bahas kali ini.

Mungkin timbul pertanyaan “bagaimana cara membedakan stroke ataukah bell’s palsy yang menyebabkan lumpuh wajah sebelah?” nah, kalau pertanyaan yang ini anda musti dipriksa dulu sama dokter. Karena agak rumit kalau saya jelaskan disini.

Atau simak dulu pembahasan mengenai Bell’s Palsy berikut.

Bell’s palsy adalah bentuk kelumpuhan wajah sementara akibat kerusakan atau trauma pada salah satu saraf wajah. Bell’s Palsy merupakan penyebab paling sering dari kelumpuhan wajah. Umumnya, Bell’s Palsy hanya mempengaruhi salah satu saraf wajah yang berpasangan dan sehingga yang lumpuh satu sisi wajah, namun, dalam kasus yang jarang terjadi, hal itu dapat mempengaruhi kedua belah saraf, sehingga wajah menjadi lumpuh kanan – kiri. Gejala Bell’s Palsy biasanya dimulai secara tiba-tiba dan mencapai puncaknya dalam waktu 48 jam. Gejala bervariasi dari orang ke orang dan dapat berupa keparahan dari kelemahan ringan sampai kelumpuhan total. Gejala-gejala ini termasuk berkedut, kelemahan, atau kelumpuhan, terkulai kelopak mata atau sudut mulut, air liur, mata atau mulut kering, dan gangguan rasa kecap. Bell’s palsy sering menyebabkan distorsi wajah signifikan. Kebanyakan ilmuwan percaya bahwa infeksi virus seperti meningitis virus atau virus common cold (batuk pilek) – herpes simpleks – dapat menyebabkan gangguan ketika saraf wajah membengkak dan meradang sebagai reaksi terhadap infeksi.

Gejala Bell’s palsy

Sebenarnya saudah saya singgung sedikit diatas mengenai Gejala Bell palsy, namun lebih rinci saya tuliskan disini, Gejala bell palsy meliputi:

  • Mendadak lemah atau lumpuh pada salah satu sisi wajah, sehingga wajah menjadi merot, ini merupakan gejala utama. Hal ini mungkin membuat sulit untuk menutup mata pada sisi wajah yang terlibat.
  • Masalah mata, seperti iritasi atau mata kering.
  • Kehilangan kemampuan rasa kecap.
  • Nyeri di atau di belakang telinga.
  • Mati rasa pada sisi wajah yang terkena.
  • Sensitif terhadap suara.
bell palsy, wajah merot sebelah, lumpuh sebelah

Bell palsy – wajah yang lumpuh adalah wajah yang sebelah kiri, sehingga wajah merot ke sisi yang sehat (kanan).

Pengobatan Bell’s Palsy

Studi terbaru menunjukkan bahwa steroid seperti prednison – digunakan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan – merupakan pengobatan yang efektif untuk Bell’s Palsy. Obat lain seperti acyclovir – digunakan untuk melawan infeksi virus herpes – juga mungkin memiliki beberapa manfaat dalam memperpendek perjalanan penyakit. Analgesik seperti aspirin, acetaminophen / parasetamol, atau ibuprofen dapat menghilangkan rasa sakit. Karena interaksi obat yang mungkin, individu harus selalu konsultasi dengan dokter sebelum meminum obat-obatan. Terapi fisik untuk merangsang saraf wajah dan membantu mempertahankan otot mungkin bermanfaat bagi beberapa individu.

Bagaimana prognosisnya ?

Prognosis untuk individu dengan Bell’s Palsy umumnya sangat baik. Tingkat kerusakan saraf menentukan tingkat pemulihan. Dengan atau tanpa pengobatan, kebanyakan orang mulai lebih baik dalam waktu 2 minggu setelah onset awal gejala dan sembuh sepenuhnya dalam waktu 3 sampai 6 bulan.

Itulah pembahasan singkat mengenai wajah merot, Bell’s palsy, semoga bermanfaat.

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya:

  • Maaf, belum ada artikel terkait lainnya :(

Tulis Komentar / Konsultasi tentang Bell’s Palsy – Wajah lumpuh sebelah.

Silahkan berkomentar, tapi Mohon maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan "obatnya apa?", karena dokter tidak dapat memberi terapi tanpa memeriksa terlebih dahulu. Terimakasih atas kunjungannya :)

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer