Benjolan di Belakang Telinga : 9 Penyebab dan Pengobatan

Adanya benjolan di belakang telinga baik yang sakit ataupun tidak dapat disebabkan oleh alergi, infeksi, pertumbuhan tulang yang berlebihan, atau masalah yang lebih serius seperti kanker. Maka dari itu kita harus cermat dalam mengenali, apakah kondisi yang dialami merupakan masalah ringan atau masalah serius yang mengharuskan kita memeriksakan diri ke dokter.

9 Penyebab Benjolan di Belakang Telinga Beserta Pengobatannya

Berikut adalah beberapa kondisi dan faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya benjolan di belakang telinga dan tips mengobatinya.

1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening yang bengkak dapat menyebabkan benjolan kecil di belakang telinga, biasanya seukuran biji jagung atau sebesar kelereng, jika diraba akan terasa lunak atau kenyal, bisa sakit atau tidak. Gejala lain yang bisa menyertai antara lain kelelahan dan demam. Adanya benjolan di belakang telinga pada kasus ini menunjukkan bahwa terdapat infeksi pada bagian kepala dan leher, misalnya ada borok di kepala, peradangan pada tenggorokan, sinusitis dan lain-lain. Infeksi virus yang lebih umum seperti campak dan cacar air, juga bisa menyebabkan beberapa pembengkakan kelenjar getah bening di belakang telinga.

Ciri khas: Permukaan kulit halus, benjolan dibawah kulit bisa tunggal atau beberapa.

Baca juga: Pembengkakan Kelenjar Getah Bening di Leher

Pengobatan:

  • Oleh dokter: Antibiotik, obat anti-inflamasi, obat anti-parasit dan obat penghilang rasa sakit akan diresepkan untuk menangani infeksi ini.
  • Obat alami: Kondisi ini juga dapat diobati dengan berkumur kunyit atau air garam.

2. Mastoiditis

Mastoiditis adalah infeksi pada tulang mastoid yang berada di belakang telinga. Infeksi telinga tengah dapat menyebar ke tulang mastoid dan menyebabkan kerusakan struktural dan peradangan. Kondisi ini dapat menyebabkan kemerahan, sakit telinga, pembengkakan dan pembentukan benjolan di belakang telinga. Gejala tambahan termasuk demam, sakit kepala, lekas marah dan penurunan pendengaran.

benjolan di belakang telinga akibat mastoiditis

benjolan di belakang telinga akibat mastoiditis

Ciri khas: Pembengkakan merata dan lebih besar daripada kasus di atas, terdapat gangguan pendengaran.

Pengobatan:

  • Oleh dokter: Antibiotik intravena, ditambah obat tetes telinga yang diresepkan untuk membantu drainase.
  • Obat alami: Cobalah menempatkan 1 sampai 2 tetes campuran minyak zaitun dan minyak bawang putih ke dalam telinga yang terinfeksi.

3. Jerawat

Tidak hanya pada wajah, jerawat juga bisa terdapat di belakang telinga yang membentuk bejolan kecil. Dalam istilah medis disebut papula dan nodul kecil, yakni kulit yang menimbul berisi masa padat pada permukaan kulit (sama persis dengan jerawat di wajah). Jerawat ini disebabkan oleh perubahan hormonal (kadar androgen tinggi), infeksi bakteri Staphylococcus, stres atau kecenderungan genetik.

Ciri khas: penampakannya sama persis dengan jerawat pada wajah, tidak ada gangguan pendengaran.

Pengobatan:

  • Jerawat biasanya sembuh sendiri seiring berjalannya waktu; Namun jika ada terus-menerus, maka bahan kimia seperti retinoid atau benzoil peroksidase dapat diresepkan. Contoh retinoid: Vitacid
  • Pada kasus infeksi Staph, dapat digunakan antibiotik ditambah penggunaan lotion dan krim antiseptik.
  • Pada kasus ketidakseimbangan hormon yang parah, terapi hormonal atau terapi anti-androgenik dapat diresepkan oleh dokter.

4. Kista

Kista disebabkan oleh kelenjar sebaceous (penghasil minyak kulit) tersumbat dan disertai dengan penumpukan sebum (zat lemak), yang juga disebut kista sebaceous. Ada juga jenis kita lain; kista epidermis terbuat dari akumulasi keratin, yang dapat menyebabkan pertumbuhan benjolan di belakang telinga dan bagian tubuh lainnya. Kista ini bisa menjadi terinfeksi dan bernanah.

kista sebacea

kista sebacea : perhatikan ada bintik hitam di tengah

Ciri khas: Benjolan sebesar kelereng ada bintik hitam ditengahnya, jika kulit digerakkan benjolan akan mengikuti.

Pengobatan :

  • Untuk kista ini, agen anti-inflamasi, gel hidrogen peroksida dan bahkan antibiotik mungkin diresepkan jika ada formasi nanah.
  • Bantalan pemanas dan kompres hangat dapat membantu mengalirkan nanah dan membanu meringankan peradangan.
  • Dalam kasus yang parah, dapat direkomendasikan operasi kecil bedah eksisi kista atau bahkan terapi laser.

5. Abses

Abses adalah kantung abnormal dalam tubuh yang berisi nanah. Menimbulkan benjolan di belakang telinga apabila abses terbentuk di bawah ulit sebagai akibat dari proses infeksi. Perbedaan utama antara abses dan kista adalah bahwa abses penuh dengan nanah.

Ciri khas: Kulit bisa tampa normal atau kemerahan, benjolan di belakang telinga teraba sangat lunak seperti meraba plastik berisi cairan.

Pengobatan:

  • Insisi dan darinase yaitu menyayat kulit untuk memberikan jalan agar nanah bisa keluar (Hanya bisa dilakukan oleh dokter).

6. Infeksi kulit

Ketika benjolan disebabkan oleh adanya infeksi kulit oleh bakteri, maka akan terlihat permukaan kulit yang memerah dan meradang, terkadang ditemukan pengelupasan kulit dan tentu saja terasa nyeri. Beberapa faktor yang memudahkan terjadinya infeksi kulit antara lain stres, perubahan iklim, masalah persarafan, dan kelelahan serta infeksi bakteri atau jamur. Orang yang memiliki penyakit Parkinson, AIDS atau epilepsi lebih mungkin untuk terkena dermatitis seboroik, yaitu infeksi kulit yang disertai dengan penumpukan zat lilin berwarna kekunigan pada kulit dan terasa gatal.

Pengobatan:

  • Lotion dan krim topikal yang mengandung kortikosteroid seperti betametason dan hidrokortison dapat diresepkan untuk mengurangi ketidaknyamanan dan gatal-gatal.
  • Agen antijamur seperti Ciclopirox dan ketoconazole dapat diresepkan dalam kasus infeksi jamur.
  • Salep antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri.
  • Cobalah untuk menutupi daerah yang terkena dengan berpakaian atau perban untuk menghentikan menggaruk pada daerah yang sakit.

7. Tumor jinak

Tumor bisa muncul sebagai benjolan di belakang telinga yang tidak terasa sakit, teraba lunak dan dapat digerakkan. Tumor bisa tumbuh dari jaringan kelenjar ludah ke bagian belakang telinga. Jenis tumor lainnya yaitu berasal dari tulang mastoid di belakang telinga, dan dikenal sebagai kolesteatoma. Pada kolesteatoma ada struktur yang merusak jaringan disekitarnya dan bisa terlihat seperti benjolan di bawah kulit, yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran, keluar cairan dari telinga dan pusing.

Pengobatan:

  • Pada tumor jinak tidak harus segera diobati, biasanya tumor jinak dibuang untuk alasan kosmetik.
  • Kecuali apabila tumor menyebabkan rasa sakit, membatasi gerakan rahang, dan mengganggu fungsi pendengaran, maka bisa dilakukan prosedur pembedahan.

8. Kanker

Pertumbuhan kanker ganas (seperti kanker kelenjar ludah dan kanker kulit) bisa terjadi di belakang telinga. Benjolan dari pertumbuhan ganas (kanker) biasanya tanpa rasa sakit dan akan menjadi cepat besar dari waktu ke waktu.

Pengobatan :

Pertumbuhan kanker dapat dihancurkan oleh terapi radiasi, kemoterapi dan eksisi (operasi). Pilihan pengobatann tersebut akan disesuaikan dengan tahap kanker dan jenisnya.

9. Lipoma

Lipoma adalah benjolan lemak yang terbentuk di antara lapisan kulit. Ini dapat muncul di manapun pada tubuh dan hampir selalu tidak berbahaya. Tergantung pada ukuran dan di bagian mana terbentuknya, lipoma tidak selalu terlihat.

Ciri Khas: Kulit tampak sehat, ada benjolan dibawah kulit teraba lunak, tidak ada tanda peradangan ataupun rasa sakit.

Pengobatan:

  • Bisa hilang sendiri, tidak berbahaya
  • Jika berukuran besar diperlukan pembedahan
  • Pembedahan dilakukan hanya karena alasan kosmetik.

Kapan Harus ke dokter?

Benjolan di belakang telinga bukanlah tanda-tanda kegawatdaruratan yang mengharuskan Anda terburu-buru ke ruang gawat darurat. Namun, yang terbaik adalah mencari seorang profesional medis jika salah satu dari hal berikut terjadi:

  • Benjolan yang menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan.
  • Mengalami kesulitan atau nyeri ketika mencoba untuk menggerakkan leher atau kepala.
  • Mengalami kesulitan menelan.
  • Benjolan tampaknya menyebar atau cepat tumbuh menjadi besar.
  • Kista menjadi meradang, nanah mulai bocor keluar, atau pecah sendiri.
  • Benjolan di belakang telinga tidak kunjung hilang setelah beberapa hari atau minggu, bahkan ketika tidak menimbulkan rasa sakit.
  • Gejala yang menyertainya tidak kunjung berkurang, atau bahkan semakin memburuk.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer