Benjolan di Ketiak : Penyebab dan Pengobatannya

Benjolan di ketiak ini merupakan salah satu keluhan yang membuat pasien penasaran atau bertanya-tanya serta khawatir karena tak jarang benjolan di ketiak terasa sakit, membuat badan panas dingin, tak nyaman, sehingga akan menganggu aktifitas harian bahkan menganggu istirahat, serta khawatir jangan-jangan itu merupakan suatu tanda yang berbahaya.

Memang kita harus selalu waspada terhadap sesuatu yang tidak normal yang terjadi pada tubuh, termasuk benjolan di ketiak ini, karena benjolan yang satu ini memiliki penyebab yang bervariasi mulai dari gangguan ringan seperti iritasi hingga penyakit yang mengerikan yaitu kanker. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, yuk kita sama-sama pelajari agar tahu penyebab – penyebab benjolan di ketiak serta pengobatannya.

Benjolan di ketiak umumnya terjadi akibat membesarnya (bengkak) kelenjar getah bening yang terletak di ketiak kanan ataupun kiri. Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem limfatik yang berperan sebagai sistem pertahanan tubuh untuk melawan infeksi, tetapi juga dapat mengalami pertumbuhan abnormal seperti kanker. Itulah sebabnya mengapa pembesaran getah bening menjadi tanda adanya proses infeksi, atau suatu keganasan (kanker).

Berbagai Penyebab Benjolan Di Ketiak, Gejala, serta Pengobatannya

Seperti telah sedikit disinggung di atas benjolan di ketiak ini memiliki banyak penyebab, beberapa di antaranya relatif tidak berbahaya, namun ada pula yang berbahaya. Oleh karena itu mengetahui penyebabnya adalah penting, selain itu penting juga mengetahui gejalanya serta pengobatannya.

Infeksi bakteri

Merupakan penyebab benjolan di ketiak yang paling sering nama lainnya adalah bisul di ketiak. Bisa terjadi secara lokal pada ketiak karena bakteri masuk melalui pori-pori dan folikel rambut misalnya setelah menggaruk-garuk ketiak atau mencabuti bulu ketiak dengan tidak memperhatikan kebersihan. Jika hal ini dibiarkan, akan berlanjut menjadi infeksi yang menyakitkan yang dapat menyebabkan abses (kumpulan nanah) badanpun menjadi panas dingin. Infeksi bakteri ini dapat diobati dengan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Dalam beberapa kasus contohnya ketika terjadi abses maka diperlukan prosedur operasi kecil untuk mengeluarkan nanah.

Bisa juga terjadi akibat infeksi yang terjadi di bagian distal dari ketiak (bagian tubuh dengan sistem limfatik ke arah ketiak), misalnya ada koreng atau luka terinfeksi pada lengan atas, bawah, atau tangan maka akan menyebabkan benjolan pada ketiak karena kelenjar getah beningnya membesar.

KGB ketiak

Kelenjar Getah Bening Ketiak

Infeksi virus

Infeksi virus seperti AIDS, herpes zoster, atau cacar air juga dapat menyebabkan benjolan di ketiak. Kelenjar getah bening di ketiak akan menangkap virus agar tidak menyebar ke bagian tubuh yang lebih luas. Pada infeksi virus, tidak ada pengobatan yang spesifik. Oleh karena itu, benjolan kelenjar getah bening di ketiak akan mengempis seiring dengan waktu penyembuhan secara alami.

Reaksi alergi

Reaksi alergi terhadap yodium , penisilin , sulfa dan obat-obatan lainnya juga dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening di ketiak. Selain itu vaksin tifoid dan Cacar diketahui juga dapat menyebabkan reaksi ini. Walau kenyataannya memang sulit menentukan apa sebenarnya yang menjadi alergen (penyebab alergi). Namun jika telah teridentifikasi, tinggal distop bengkak atau benjolan pun akan mereda.

Lipoma

Seringkali ditemukan pada orang dewasa. Pada dasarnya, benjolan ini merupakan deposit lemak antara kulit dan otot. Benjolan di ketiak ini tidak sakit. Lipoma biasanya akan dibuang melalui operasi, sedot lemak, atau suntikan steroid apabila mengganggu penampilan ataupun kenyamanan.

Mencukur Bulu Ketiak

Mencukur bulu ketek dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalam, yang terkadang dapat menjadi benjolan berbahaya di bawah ketiak. Hal ini paling sering terjadi pada remaja wanita, karena saking care nya terhadap penampilan.

Penggunaan Antiperspirant

Antiperspirant atau deodorant ternyata bisa berbahaya karena berpotensi menyebabkan benjolan di ketiak. Umumnya, hal ini hanya karena reaksi dengan salah satu bahan kimia pada merek tertentu. Oleh karena itu, jika Anda mengalami benjolan di ketiak setelah memakai merek tertentu tinggal ganti aja dengan merek lain sampai menemukan yang cocok, atau tidak memakai sama sekali.

Benjolan kanker

Tidak hanya pada wanita, tapi juga pada pria. Kanker payudara merupakan masalah yang sangat serius. Jadi, jika Anda memiliki benjolan di ketiak serta memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara, maka penting sekali untuk segera periksa ke dokter. Karena mengetahui  secara dini akan meningkatkan peluang keberhasilan terapi, namun jika telat, karena meremehkan benjolan di ketiak atau suatu hal yang lain maka risiko yang sangat nyata adalah kematian. Kanker payudara mempengaruhi jutaan orang setiap tahun dan tidak boleh dianggap enteng.

Kapan Harus Ke dokter?

Pada kasus yang serius, benjolan di ketiak mungkin menjadi tanda kanker payudara atau infeksi pada payudara. Oleh karena cermati gejala-gejala berikut, jika ada segera periksakan ke dokter:

  • Gangguang kesadaran
  • Benjolan Keras dan terasa sangat menyakitkan, menggambarkan adanya peradangan yang bisa disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Demam di atas 38 C, salah satu tanda bahwa sedang terjadi infeksi yang meluas.
  • Terjadi kejang
  • Benjolan nyeri dan kemerahan
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Jika masih bingung dan penasaran apa penyebabnya.

Pada beberapa kasus, pemeriksaan fisik oleh dokter saja sudah dapat memastikan penyebab benjolan tersebut. Namun, jika masih belum jelas dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan penunjang, termasuk :

  • Hitung darah lengkap untuk mengukur jumlah sel darah merah dan putih
  • Rongsen atau X – ray dada atau payudara (mammogram)
  • Biopsi (mengambil sepotong kecil jaringan dari benjolan untuk di uji di lab.)
  • Tes alergi

Sekian, semoga bisa memberi gambaran mengenai penyebab benjolan di ketiak, gejala, pemeriksaan, dan pengobatannya.

12 Komentar

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer