Berbagai Penyebab Tekanan Darah Rendah

Penyebab Tekanan Darah Rendah – Tekanan darah merupakan tekanan yang diperoleh dari pengukuran tekanan dalam pembuluh darah arteri selama fase aktif dan istirahat setiap jantung seseorang berdetak. Sehingga menghasilkan dua angka sebagai berikut:

Tekanan darah sistolik. Ditulis sebagai angka pertama (atas) dalam penulisan hasil tekanan darah, Tekanan darah sistolik ini dihasilkan saat jantung aktif (kontraksi) memompa darah melalui arteri ke seluruh tubuh.

Tekanan darah diastolik. Ditulis sebagai angka kedua (bawah) dalam penulisan hasil tekanan darah, Tekanan darah diastolik ini dihasilkan saat jantung istirahat (relaksasi) / antara denyut jantung. Disatukan menjadi, misalnya tekanan darah = 120/70 mmHg

Tekanan darah normal untuk dewasa adalah sama dengan atau lebih rendah dari 120/80 mmHg- banyak ahli berpendapat 115/75 mmHg lebih baik.

Perlu diketahui, nilai tekanan darah yang rendah untuk seseorang mungkin normal untuk orang lain. Kebanyakan dokter menilai tekanan darah dianggap rendah jika rendah terus menerus atau terlalu rendah dan menimbulkan gejala-gejala tekanan darah rendah.

Beberapa ahli mendefinisikan tekanan darah rendah apabila tekanan darah sistol 90 atau diastol 60. Dengan kata lain, jika tekanan sistolik Anda adalah sempurna 115, tetapi tekanan diastolik Anda 50, maka Anda dianggap mengalami tekanan darah rendah.

Penurunan tekanan darah yang mendadak juga bisa berbahaya. Perubahan hanya 20 mm Hg – penurunan tekanan darah sistol dari 110 menjadi 90 misalnya – dapat menyebabkan pusing dan pingsan ketika otak gagal menerima pasokan darah yang memadai. Dan kebanyakan hal itu terjadi terutama disebabkan oleh pendarahan yang tidak terkontrol, infeksi berat atau reaksi alergi, sehingga dapat mengancam jiwa.
Lebih lanjut, berikut ini saya rangkumkan berbagai penyebab tekanan darah rendah.

Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah :

Kehamilan. Karena sistem peredaran darah wanita berkembang cepat selama kehamilan, maka tekanan darah cenderung menurun. Selama 24 minggu pertama kehamilan, tekanan sistolik biasanya turun 5 sampai 10 mm Hg dan tekanan diastolik sebanyak 10 sampai 15 mm Hg. Hal ini normal, dan tekanan darah biasanya kembali seperti sebelum hamil setelah  melahirkan.

Penyakit jantung. Beberapa kondisi jantung yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah diantaranya: detak jantung yang lambat (bradycardia), masalah katup jantung, serangan jantung dan gagal jantung.

Masalah endokrin (hormon). Tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) atau tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Selain itu, kondisi lain, seperti insufisiensi adrenal (penyakit Addison), gula darah rendah (hipoglikemia) dan dalam beberapa kasus, diabetes, dapat memicu tekanan darah rendah.

Dehidrasi. Ketika Anda mengalami dehidrasi, tubuh Anda kehilangan lebih banyak cairan. Bahkan dehidrasi ringan dapat menyebabkan kelemahan, pusing dan kelelahan. Demam, muntah, diare berat, terlalu sering menggunakan diuretik dan olahraga berat semua bisa menyebabkan dehidrasi yang mengakibatkan tekanan darah turun.

Jauh lebih serius adalah syok hipovolemik, komplikasi yang mengancam jiwa akibat dehidrasi. Hal ini terjadi ketika volume darah rendah menyebabkan penurunan mendadak dalam tekanan darah dan penurunan jumlah oksigen untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh. Jika tidak diatasi, syok hipovolemik yang parah dapat menyebabkan kematian dalam beberapa menit sampai jam.

Kehilangan darah. Kehilangan banyak darah dari cedera besar atau pendarahan internal mengurangi jumlah darah dalam tubuh Anda, yang mengarah ke penurunan tekanan darah secara drastis.

Infeksi berat (sepsis). Septikemia dapat terjadi bila infeksi dalam tubuh memasuki aliran darah. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang dapat mengancam jiwa, disebut syok septik.

Reaksi alergi parah (anafilaksis). Anafilaksis adalah reaksi alergi yang parah dan berpotensi mengancam nyawa. Pemicu umum anafilaksis termasuk makanan, obat-obatan tertentu, racun serangga, dan lateks. Anafilaksis dapat menyebabkan masalah pernapasan, gatal-gatal,  tenggorokan bengkak dan penurunan tekanan darah.

Kurangnya nutrisi dalam diet. Kurangnya vitamin B-12 dan asam folat dapat menyebabkan anemia, suatu kondisi di mana tubuh tidak memproduksi cukup sel darah merah, menyebabkan tekanan darah rendah.

Obat-obatan yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah.

Beberapa obat Anda dapat mengambil juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah, termasuk:

Alpha blocker (obat darah tinggi)
Beta blockers (obat darah tinggi)
Diuretik (pil kencing)
Beberapa jenis antidepresan (antidepresan trisiklik)
Obat untuk penyakit Parkinson
Sildenafil (Viagra), terutama dalam kombinasi dengan obat jantung, nitrogliserin

Itulah, beberapa penyebab tekanan darah rendah yang perlu anda waspadai. sekian, semoga bermanfaat.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer