Cegukan – Penyebab Cegukan

Cegukan merupakan gerakan yang tiba-tiba dan tidak terkontrol akibat kontraksi otot diafragma yang dapat terjadi berulang-ulang. Cegukan berlangsung singkat, akibat kejang dari diafragma yang dapat terjadi selama beberapa detik atau menit. Cegukan jarang bertahan lebih lama pada individu normal tanpa masalah medis yang mendasari.

cegukan terjadi akibat spasme/kejang otot diafragma

cegukan terjadi akibat spasme/kejang otot diafragma

Seseorang bisa mengalami cegukan akibat sebab-sebab berikut :

  • Makan terlalu cepat bisa menyebabkan cegukan
  • Memakan makanan yang terlalu banyak (terutama makanan berlemak) atau minum terlalu banyak (alkohol atau minuman berkarbonasi) dapat membuat seseorang rentan untuk mengalami cegukan.
  • Stroke atau tumor otak yang melibatkan batang otak, dan beberapa gangguan kesehatan kronis (seperti gagal ginjal) dilaporkan dapat menyebabkan cegukan, trauma pada otak, meningitis, dan ensefalitis juga dapat menyebabkan cegukan.
  • Kerusakan saraf vagus atau frenikus dapat menyebabkan cegukan untuk dalam jangka waktu yang lama.
  • Beberapa obat yang dapat menyebabkan refluks asam lambung mungkin juga memiliki efek samping cegukan. Kebanyakan benzodiazepin, termasuk diazepam (valium), alprazolam (Xanax) dan lorazepam (Ativan) dapat menyebabkan cegukan. Selain itu, obat levodopa, nikotin, dan ondansetron (Zofran) juga dapat menyebabkan cegukan.
  • Uap gas berbahaya juga dapat memicu gejala cegukan.
  • Seorang bayi bisa cegukan setelah menangis atau batuk. Hal ini biasa terjadi pada bayi sampai usia 1 tahun. Dalam beberapa kasus, bayi dengan gastroesophageal reflux (GERD) bisa lebih rentan terhadap cegukan.
  • Kecemasan dan stres dapat menginduksi baik cegukan pendek dan jangka panjang.

Cegukan memang membuat tidak nyaman, oleh karena itu setelah anda ketahui penyebab cegukan sebaiknya hindari agar tidak mengalaminya lagi. Namun jika anda tengah mengalami cegukan atasi dengan cara berikut : Cegukan – Cara Mengobati Cegukan

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer