Ciri-Ciri dan Gejala Darah Tinggi [Mitos Vs Fakta]

Saat membaca judul di atas, saya rasa sudah ada beberapa asumsi di pikiran Anda mengenai gejala darah tinggi. Ya, mungkin Anda sering mendengar bahwa orang dengan tekanan darah tinggi akan mengalami sakit kepala, mudah marah, gelisah dan sulit tidur. Apakah memang benar demikian, atau apakah itu hanyalah mitos?

Mari kita pelajari mitos-mitos dan fakta yang membantahnya yang berkaitan dengan ciri-ciri dan gejala darah tinggi.

Ada kesalahpahaman yang sudah sangat menyebar dalam masyarakat, bahwa orang dengan tekanan darah tinggi, atau hipertensi, akan mengalami gejala seperti kegelisahan, berkeringat, sulit tidur atau kemerahan pada wajah (facial flushing). Faktanya adalah bahwa sebagian besar darah tinggi berlangsung tanpa gejala. Jika Anda mengabaikan tekanan darah Anda dengan tidak memeriksakannya secara rutin, karena Anda merasa sehat, Maka itu salah besar!. Setiap orang harus tahu tekanan darah nya dari waktu ke waktu, agar dapat mencegahnya sehingga tidak menjadi hipertensi ketika tekanan darah mulai tinggi.

Mitos: Sakit Kepala Merupakan Gejala Darah Tinggi

Faktanya tekanan darah tinggi tidak menyebabkan sakit kepala, kecuali pada kasus krisis hipertensi, di mana tekanan darah sistolik (angka atas) lebih tinggi dari 180 ATAU diastolik (angka bawah) lebih tinggi dari 110.

Hal ini ditunjang oleh banyak penelitian:

Pada awal 1900-an, diasumsikan bahwa sakit kepala lebih sering dialami oleh orang dengan tekanan darah tinggi. Namun, penelitian subjek berikutnya tidak mendukung hal ini. Menurut sebuah penelitian, orang dengan tekanan darah tinggi tampaknya memiliki sakit kepala yang secara signifikan ternyata lebih sedikit daripada populasi secara umum.

sakit kepala darah tinggi

Pada sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology, orang dengan tekanan darah sistolik yang lebih tinggi, tenyata yang mengalami sakit kepala lebih rendah (hingga 40%) dibandingkan dengan orang yang memiliki tekanan darah normal.

Para peneliti juga mengamati pengukuran lain yang disebut tekanan nadi, yang menggambarkan perubahan tekanan darah saat jantung berkontraksi. Tekanan nadi dihitung dengan rumus sistol-diastol. Ditemukan bahwa mereka yang memiliki tekanan nadi  lebih tinggi mengalami sakit kepala hingga 50 persen lebih sedikit.

Oleh karena itu, sakit kepala atau berkurangnya rasa sakit kepala bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk mengggambarkan tekanan darah Anda. Dan ini sekali lagi, bukanlah gejala darah tinggi.

Mitos : Mimisan Adalah Gejala Darah Tinggi

Kecuali pada kasus krisis hipertensi, mimisan bukanlah indikator yang dapat diandalkan sebagai tanda atau ciri-ciri darah tinggi. Dalam satu studi, 17 persen dari orang yang mengalami krisis tekanan darah tinggi di rumah sakit mengalami mimisan. Namun, 83 persen dilaporkan tidak mengalami gejala seperti itu.

Perlu diingat bahwa mimisan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, penyebab paling sering adalah udara kering. Lapisan hidung mengandung banyak pembuluh darah kecil yang dapat mudah berdarah. Dalam iklim panas atau udara dalam ruangan panas, dapat menyebabkan membran hidung menjadi kering dan membuat hidung lebih rentan terhadap perdarahan. Penyebab lainnya termasuk sisi terlalu kuat; penyakit alergi, pilek, sinusitis atau septum menyimpang; dan efek samping dari beberapa obat antikoagulan seperti warfarin (Coumadin®) atau aspirin. Lebih lanjut baca: Penyebab Mimisan

Lantas, Apa Gejala Darah Tinggi yang Benar?

Salah satu aspek yang paling berbahaya dari darah tinggi adalah bahwa kita tidak bisa tahu bahwa kita memilikinya kalau hanya mengandalkan gejala pada tubuh. Karena memang tidak ada gejalanya.

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah tekanan darah kita tinggi adalah dengan cara melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Terutama bagi yang memiliki kerabat dekat yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi. Baca Juga: Faktor Risiko Darah Tinggi.

Jika tekanan darah sangat tinggi (krisis hipertensi), baru akan muncul gejala berupa:

  • Sakit kepala parah
  • Kegelisahan atau kebingungan
  • Gangguan penglihatan
  • Nyeri dada
  • Sulit bernapas atau nafas pendek
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Darah dalam urin
  • Dada berdebar

Jika Anda mengalami beberapa gejala darah tinggi (krisis hipertensi) tersebut, segeralah periksa ke dokter atau ke Unit Gawat Darurat, karena krisis hipertensi  dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Hipertensi yang tidak segera diobati juga dapat menyebabkan penyakit serius, termasuk stroke, penyakit jantung, gagal ginjal dan masalah mata. Olah karena itu, pemeriksaan rutin akan sangat perlu guna menegakkan diganosis dini dan terapi secara dini.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer