Emfisema : Gejala, Penyebab, Pengobatan

Emfisema adalah penyakit paru-paru yang ditandai dengan gejala utama berupa sesak napas yang hebat. Pada emfisema paru sesak napas yang hebat ini terjadi karena adanya hambatan aliran udara pada saluran napas yang timbul akibat terjadinya kerusakan pada jaringan paru – paru setelah paparan terhadap partikel gas beracun dan berbahaya secara terus menerus. Penyakit ini termasuk dalam penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) yang dapat timbul sendiri atau bersamaan dengan bronkitis kronis.

Pelajari lebih lanjut tentang penyakit bronkitis.

Penyakit emfisema banyak diderita masyarakat dunia, terutama pada laki-laki yang merokok. Di Indonesia, emfisema menduduki peringkat kelima sebagai penyebab kesakitan terbanyak dan angka kematiannya menduduki peringkat keenam dari sepuluh penyebab kematian tersering di Indonesia. Pada artikel ini akan dijelaskan apa itu emfisema dan bagaimana emfisema bisa terjadi.

penyakit emfisema

Pengertian Emfisema

Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa itu emfisema karena ini adalah istilah kedokteran yang terdengar asing. Emfisema adalah suatu kelainan anatomis pada paru – paru yang ditandai oleh adanya pelebaran rongga udara pada daerah distal bronkiolus terminal yang disertai oleh kerusakan pada dinding alveoli. Secara anatomis emfisema paru dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu :

  • Emfisema tipe sentriasinar : pada emfisema ini kerusakan dimulai dari bronkiolus respiratori yang meluas ke daerah tepi, terutama mengenai paru – paru bagian atas. Emfisema ini sering terjadi sebagai akibat dari kebiasaan merokok dalam jangka waktu yang lama
  • Emfisema tipe panasinar : pada emfisema ini kerusakan terjadi pada seluruh alveoli distal dan bronkiolus terminal secara merata, terutama mengenai paru – paru bagian bawah. Emfisema ini sering terjadi pada pasien yang kekurangan alpha 1 antitripsin
  • Emfisema asinar distal : pada emfisema ini kerusakan lebih banyak mengenai saluran napas distal, duktus dan sakus alveoler, terutama mengenai daerah septa atau dekat pleura

Penyebab emfisema

Emfisema paru dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut, yaitu :

  • Kebiasaan merokok, merupakan penyebab yang paling penting untuk timbulnya emfisema, jauh lebih penting dari faktor penyebab yang lain
  • Adanya riwayat terpapar polusi udara di lingkungan dan tempat kerja, seperti asap dari kendaraan, asap kayu bakar,
  • Adanya hipereaktiviti bronkus
  • Adanya riwayat infeksi saluran napas bawah berulang
  • Kekurangan alfa 1 antitripsin, penyebab yang satu ini jarang terdapat di Indonesia

Gejala emfisema

Perkembangan penyakit emfisema berjalan lambat, penyakit akan memburuk secara bertahap biasanya setelah penderita merokok selama bertahun-tahun gejala baru akan dirasakan. Gejala tersebut antara lain :

  • sesak napas hebat, dengan atau tanpa bunyi mengi
  • batuk berulang dengan atau tanpa dahak
  • bibir tampak kebiruan
  • dada berbentuk seperti tong
  • sering merasa cepat lelah
  • nafsu makan berkurang
  • penurunan berat badan
  • kulit kemerahan

Pengobatan emfisema

Penyakit Emfisema tidak dapat disembuhkan, pengobatan yang ada selama ini hanya untuk mengurangi gejala dan menghambat perkembangan penyakit, hal yang paling penting dalam pengobatan emfisema adalah berusaha untuk menghindari paparan terutama dengan berhenti merokok dan menghindari polusi udara. Adapun obat –obatan yang dapat digunakan pada pengobatan emfisema yaitu :

  • Bronkodilator : obat ini bekerja dengan menimbulkan relaksasi pada otot polos bronkus. obat ini dapat diberikan secara tunggal atau secara kombinasi dari ketiga jenis golongan bronkodilator yang disesuaikan dengat derajat berat penyakit. Contohnya: Salbutamol.
  • Antiinflamasi : obat ini berfungsi untuk mengurangi peradangan yang terjadi pada paru – paru.
  • Antibiotika : obat ini diberikan hanya bila terdapat tanda infeksi pada paru – paru.
  • Antioksidan : obat ini diberikan untuk mengurangi memberatnya gejala dan memperbaiki kualitas hidup.
  • Mukolitik : obat ini diberikan untuk mengencerkan dahak dan lendir pada saluran napas. Misalnya: ambroxol, GG.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer