Faktor Penyebab Leukemia atau Kanker Darah

Meskipun penyakit leukemia sering menyerang anak-anak, namun sejatinya penyakit ini bisa menyerang seseorang di segala usia. Ada sejumlah faktor penyebab leukemia yang perlu kita kenali sejak saat ini, hal ini penting agar memudahkan kita dalam melakukan pencegahan sebisa mungkin. Apa saja penyebab kanker darah putih yang telah diketahui hingga saat ini?

Hingga saat ini para ilmuwan tidak mengetahui apa penyebab pasti leukemia. Namun, tampaknya kanker darah ini dapat berkembang dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Itu artinya leukemia berkembang tidak hanya dipengaruhi oleh satu sebab melainkan multi faktorial. Kebiasaan pola hidup yang tidak sehat nampaknya berhubungan erat dengan leukemia.

penyebab leukemia

Bagaimana Leukemia Bisa Terjadi?

Secara umum, leukemia diduga terjadi ketika adanya mutasi DNA pada sel-sel yang membentuk sel darah putih (leukosit) di sumsum tulang. Fungsi DNA adalah mengkode setiap bentuk, sifat, dan fungsi sel-sel. Ketika mutasi terjadi, maka sel menjadi abnormal dan sel-sel akan tumbuh tak terkendali. Sebagai akibatnya, sumsum tulang menghasilkan begitu banyak leukosit abnormal yang tidak berfungsi, sedangkan produksi leukosit normal amat sedikit jumlahnya.

Pembentukan sel-sel darah putih yang berlebihan pada leukemia ini ternyata merugikan produksi sel-sel darah lainnya, sel darah merah (eritrosit) dan Trombosit menjadi menurun, bahkan sampai kritis di bawah normal. Selanjutnya, muncullah berbagai gejala leukemia yang telah di bahas sebelumnya.

Mengenal Klasifikasi dan Jenis-jenis leukemia

Sebelum lebih lanjut berbicara tentang penyebab leukemia, alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu jenis-jenis leukemia. Dokter mengklasifikasikan leukemia berdasarkan kecepatan perkembangan dan jenis sel yang terlibat.

Klasifikasi leukemia berdasarkan kecepatan dan keberlangsungan penyakit:

  • Leukemia akut. Pada leukemia akut, sel-sel darah yang abnormal adalah sel-sel darah yang belum matang. Sel-sel ini tidak memiliki fungsi normalnya, dan berkembang biak dengan cepat, sehingga penyakit memburuk dengan cepat. Leukemia akut membutuhkan pengobatan agresif dan tepat waktu.
  • Leukemia kronis. Ada banyak jenis leukemia kronis. Beberapa menghasilkan begitu banyak sel dan beberapa menyebabkan terlalu sedikit sel yang diproduksi. Leukemia kronis terdiri dari sel darah putih yang lebih matang. Sel darah ini mereplikasi atau menumpuk lebih lambat dan dapat berfungsi normal dalam jangka waktu tertentu. Beberapa bentuk leukemia kronis awalnya tidak menimbulkan gejala awal dan dapat pergi tanpa diketahui atau tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun.

Klasifikasi leukemia berdasarkan jenis sel darah putih yang terkena:

  • Leukemia limfositik. Jenis leukemia yang mempengaruhi sel-sel limfoid (limfosit), yang membentuk limfoid atau jaringan limfatik. Jaringan limfatik adalah jaringan yang membentuk sistem kekebalan tubuh. Baca: Kelenjar Getah Bening
  • Myelogenous leukemia. Jenis leukemia yang mempengaruhi sel-sel myeloid. Sel-sel myeloid adalah penghasil sel darah merah, sel darah putih dan sel-sel platelet (trombosit).

Jenis leukemia

Jenis utama leukemia adalah:

  • Leukemia limfositik akut (ALL). ALL adalah jenis yang paling umum dari leukemia pada anak-anak. ALL juga dapat menyerang orang dewasa.
  • Leukemia myelogenous akut (AML). AML adalah jenis umum dari leukemia akut pada orang dewasa. AML juga bisa terjadi pada anak-anak.
  • Kronis leukemia limfositik (CLL). CLL adalag jenis umum dari leukemia kronis pada orang dewasa. Biasanya akan membaik selama bertahun-tahun tanpa perlu pengobatan.
  • Kronis myelogenous leukemia (CML). Jenis leukemia yang terutama mempengaruhi orang dewasa. Seseorang dengan CML mungkin memiliki sedikit atau tidak ada gejala selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum memasuki fase di mana sel-sel leukemia tumbuh lebih cepat.
  • Jenis Leukemia lainnya. Ada jenis leukemia yang langka, termasuk leukemia sel berbulu, sindrom myelodysplastic dan gangguan myeloproliferative.

Faktor Resiko Penyebab Leukemia

Ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang untuk terkena beberapa jenis leukemia, sebagian bisa kita upayakan untuk diubah (dimodifikasi), namun sebagian tidak bisa kita hindari. Faktor resiko penyebab leukemia meliputi:

  • Pengobatan kanker sebelumnya. Orang-orang yang pernah menderita kanker dan menjalani terapi berupa kemoterapi dan terapi radiasi akan memiliki peningkatan risiko mengembangkan penyakit leukemia jenis tertentu. Hal ini terjadi karena radiasi dapat mempengaruhi sel di tingkat DNA, terapi radiasi yang bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker ternyata tidak hanya sel kanker yang terkena tetapi juga sel-sel sehat bisa terpengaruh dan pada kondisi tertentu (tidak selalu) hal ini bisa menyebabkan mutasi genetik dan terjadilah leukemia.
  • Kelainan genetik. Kelainan genetik tampaknya berkaitan dengan pengembangan leukemia. Kelainan genetik tertentu, seperti sindrom Down, dikaitkan dengan peningkatan risiko leukemia.
  • Paparan bahan kimia tertentu. Paparan bahan kimia tertentu, seperti benzena – yang ditemukan dalam bensin dan digunakan oleh industri kimia – juga dalam daftar risiko penyebab leukemia jenis tertentu.
  • Merokok. Kita tahu bahwa asap rokok bisa menyebabkan kanker, terutama kanker paru-paru. Namun ternyata tidak itu saja, merokok juga dapat meningkatkan risiko leukemia myelogenous akut (AML).
  • Riwayat keluarga leukemia. Jika anggota keluarga ada yang didiagnosis menderita leukemia, maka ada risiko penyakit leukmia dalam satu keluarga tersebut.
  • Jenis kelamin : Laki-laki lebih berisiko untuk mengembangkan CML, CLL dan AML daripada wanita.
  • Umur. Risiko leukemia biasanya meningkat dengan usia, kecuali ALL.
  • Imun rendah. Rendahnya sistem kekebalan tubuh pada seseorang akan mengakibatkan tubuhnya rentan untuk diserang penyakit, termasuk penyakit leukemia. Hal ini paling sering terjadi pada orang yang mengonsum obat-obatan penekan sistem imun ketika menjalani transplantasi organ.

Sejauh ini, hanya itu faktor-faktor yang diketahui dapat menyebabkan leukemia, dengan demikian semoga kita bisa berhati-hati dan selalu menerapkan pola hidup sehat.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer