Mengenal Penyakit Flu Tulang

Istilah Flu Tulang menjadi salah satu istilah yang sering saya dengar dari pasien maupun kehidupan sehari-hari di luar praktek, namun ketika pertama kali mendengar istilah “Flu Tulang” saya tidak langsung terbayang mengenai gambaran penyakitnya. Ya maklum saja, karena istilah ini bukan berasal dari ilmu kedokteran, sehingga saya harus mencari tahu di luar buku kedokteran.

Setelah mencari-cari jawaban atas rasa penasaran itu, akhirnya saya menemukannya, bahwa Flu tulang ternyata adalah Penyakit Chikungunya … oh…ternyata! ntah siapa yang pertama kali mengeluarkan istilah ini saya juga masih belum mengetahuinya sampai sekarang.

Namun saya bisa mengira-ira kenapa bisa disebut Flu tulang, mungkin karena penyakit chikungunya ini memiliki gejala mirip dengan flu pada umumnya yaitu demam, nyeri otot, sakit kepala, nyeri sendi dan tulang, walaupun tidak selalu disertai pilek atau hidung ingusan. Melihat gejala yang dominan adalah nyeri tulang dan sendi maka keluarlah istilah “Flu Tulang” ada juga yang menyebutnya “Demam Tulang”.

Tanda dan Gejala Flu Tulang alias Chikungunya

Gejala Flu Tulang yang pertama kali muncul yaitu mendadak demam tinggi yang disertai dengan nyeri sendi, bahkan sendi terasa kaku, terkadang sampai memerah dan bengkak. Kondisi yang demikian membuat penderitanya lebih senang dalam posisi sendi menekuk atau melengkung atau membungkuk ketika berjalan (sesuai dengan namanya Chikungunya = menekuk, membungkuk). Tanda-tanda umum dan gejala lainnya termasuk nyeri otot, sakit kepala, mual, kelelahan dan ruam. Nyeri sendi biasanya berlangsung selama beberapa hari atau lebih lama sampai mingguan. Namun dalam beberapa kasus nyeri sendi dapat bertahan selama beberapa bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

Cara Penularan Chkungunya

Flu tulang disebabkan oleh virus yanh ditularkan dari manusia ke manusia oleh gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Nyamuk yang paling sering terlibat adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus, dua spesies yang juga dapat menularkan virus demam berdarah. Perlu Anda tahu, nyamuk ini memiliki kebiasaan menggigit di siang hari, meskipun mungkin ada puncak aktivitas di pagi hari dan sore hari.

nyamuk penyebab flu tulang

nyamuk aedes penyebab chikungunya dan demam berdarah, terlihat ketika mengigit tidak nungging.

Setelah mendapat gigitan nyamuk yang terinfeksi, seseorang akan mulai sakit dan menunjukkan gejala antara empat dan delapan hari berikutnya, tetapi dapat berkisar antara dua sampai 12 hari.

Pengobatan Flu Tulang

Tidak ada vaksin atau pengobatan antivirus spesifik yang tersedia saat ini untuk mengobati Flu Tulang. Pengobatan yang dilakukan bersifat simtomatik atau mengatasi gejala yang muncul saja, termasuk istirahat, pemenuhan kebutuhan cairan, dan obat-obatan untuk meredakan gejala demam dan sakit sendi seperti ibuprofen, naproxen, acetaminophen, atau parasetamol. Aspirin harus dihindari.

Orang yang terinfeksi harus dilindungi dari paparan nyamuk (contohnya dengan tidur memakai kelambu) selama beberapa hari sehingga mereka tidak dapat memberikan kontribusi pada siklus penularan. Karena apabila penderita chikungunya ini digigit oleh nyamuk kemudian nyamuk tersebut menggigit orang lain maka orang lain itu bisa tertular.

Ringkasan

  • Flu tulang atau chikungunya adalah penyakit virus yang ditularkan kepada manusia oleh nyamuk yang terinfeksi.
  • Penyakit ini menyebabkan demam dan nyeri sendi yang parah. Gejala lain termasuk nyeri otot, sakit kepala, mual, kelelahan dan ruam.
  • Penyakit ini memiliki beberapa tanda-tanda klinis yang mirip dengan demam berdarah.
  • Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit flu tulang ini. Pengobatan difokuskan untuk menghilangkan gejala-gejala yang muncul.
  • Sejak tahun 2004, demam chikungunya telah mencapai proporsi epidemi, dengan morbiditas dan penderitaan yang cukup besar.
  • Lebih legkap silahkan baca: Penyakit Chikungunya

Itulah jawaban atas rasa keingintahuan saya tentang penyakit flu tulang, dan mungkin juga dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian terutama bagi yang  mengalami hal yang sama dengan saya. Salam Sehat!

2 Komentar

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer