Gegar Otak : Gejala, Penyebab, Pengobatan

“Gegar otak” adalah cedera otak ringan yang dapat terjadi setelah adanya benturan di kepala atau cedera whiplash (kepala dan otak terguncang dengan cepat). Meskipun terdengar mengerikan, Gegar otak biasanya tidak mengancam nyawa, tetapi dapat menyebabkan gejala serius yang memerlukan perawatan medis.

Ketika gegar otak terjadi, maka seseorang yang sebelumnya mengalami cedera kepala bisa berubah keadaan mentalnya, kesadaran bisa menurun, berbicara kacau atau menjadi tidak sadar. Siapapun bisa mengalaminya saat terjatuh, kecelakaan mobil, atau kegiatan sehari-hari lainnya.

gegar otak kepala

Mengenali Tanda-tanda dan Gejala Gegar Otak

Gejala gegar otak bervariasi tergantung pada tingkat keparahan cedera dan siapa yang mengalaminya. Hal penting yang harus Anda ingat adalah tidak semua kasus perubahan kesadaran setelah trauma kepala hanya disebabkan oleh gegar otak. Bahkan beberapa orang yang mengalaminya bisa kehilangan kesadaran, sedangkan yang lainnya tidak.

Gejala-gejala gegar otak dapat dimulai segera, atau mungkin tidak muncul selama berjam-jam, hari, minggu, atau bahkan bulan setelah cedera. Tanda-tanda gegar otak yang perlu dicermati antara lain:

  • Kehilangan kesadaran singkat setelah cedera
  • Gangguan memori atau ingatan
  • Kebingungan
  • Rasa mengantuk yang sangat tanpa sebab yang jelas atau merasa lesu
  • Pusing atau sempoyongan
  • Gangguan penglihatan: penglihatan ganda atau penglihatan kabur
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Kepekaan terhadap cahaya atau suara
  • Gangguan keseimbangan
  • Reaksi melambat terhadap rangsangan

Selama periode pemulihan setelah gegar otak, Anda mungkin mengalami gejala berikut:

  • Sifat lekas marah
  • Kepekaan terhadap cahaya atau suara
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Sakit kepala ringan

Gejala Gegar Otak yang Berarti Gawat

Jika Anda, atau seseorang yang Anda kenal, mengalami salah satu gejala yang parah berikut ini setelah cedera, maka segeralah mencari perawatan medis darurat:

  • Ketidakmampuan untuk bangun dan tidak sadar (koma)
  • Kejang-kejang
  • Keluarnya darah atau cairan jelas dari telinga atau hidung
  • Ukuran pupil yang tidak sama antara mata satu dengan lainnya
  • Gerakan mata yang abnormal
  • Bicara cadel atau pelo
  • Muntah berulang
  • Lemah otot
  • Tidak kuat berjalan karena pusing

Gegar otak bisa disertai dengan cedera tulang belakang. Jika Anda menduga bahwa seseorang mengalami cedera leher atau punggung, hindari memindahkannya ke mobil tanpa bantuan tim medis, tujuannya agar jangan sampai cedera bertambah berat dan berakibat faral karena teknik pemindahan yang salah.

Ketika terdapat gejala serius, maka dokter akan meminta pemeriksaan pencitraan resonansi magnetik (MRI) scan atau computerized tomography (CT) scan kepala untuk memeriksa ada tidaknya cedera serius pada otak. Pada kasus gegar otak dengan gejala kejang, dokter memerlukan pemeriksaan electroencephalogram (EEG) untuk memonitor gelombang otak.

Penanganan Gegar Otak

Pengobatan gegar otak tergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang muncul. Pasien mungkin memerlukan pembedahan atau prosedur medis lainnya jika telah terbukti adanya pendarahan otak, pembengkakan otak, atau cedera serius di otak. Namun, sebagian besar kasus tidak memerlukan operasi atau perawatan medis khusus.

Selama 24 jam pertama setelah cedera, dokter mungkin meminta seseorang untuk membangunkan pasien setiap dua sampai tiga jam. Tujuannya untuk memastikan bahwa pasien tidak mengalami pingsan atau koma serta memungkinkan seseorang untuk memeriksa tanda-tanda kebingungan parah atau perilaku abnormal.

Jika kondisi ini menyebabkan sakit kepala, dokter akan merekomendasikan obat penghilang rasa sakit seperti yang banyak terjual di apotek, contohnya ibuprofen atau acetaminophen (parasetamol). Dokter juga akan menganjurkan pasien untuk banyak istirahat, menghindari olahraga dan kegiatan berat lainnya, dan menghindari mengemudi kendaraan atau naik sepeda selama 24 jam atau bahkan beberapa bulan, tergantung pada tingkat keparahan cedera yang dialami. Alkohol bisa memperlambat pemulihan, sehingga pasien harus menghindarinya.

Ingat, penting untuk mengambil waktu untuk beristirahat setelah gegar otak. Hal ini memungkinkan otak untuk menyembuhkan diri. Setelah dokter memberikan izin untuk kembali ke olahraga atau aktifitas lain, maka kembalilah melakukannya secara bertahap.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, kita dapat mengurangi risiko gegar otak dengan cara menggunakan pelindung kepala seperti helm dengan bera ketika berkendara roda dua dan peralatan keselamatan atletik lainnya selama kegiatan olahraga. Selalu pastikan helm dan perlengkapan lainnya sesuai dengan standar keamanan (SNI) dan dikenakan dengan tepat. Mintalah saran kepada pelatih atau profesional olahraga lainnya tentang teknik bermain yang aman, dan pastikan untuk selalu mengikuti saran mereka.

Kebanyakan pasien benar-benar bisa pulih, tapi mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan sampai gejala benar-benar menghilang. Sebaliknya, pada kasus yang jarang terjadi, gegar otak bisa menyebabkan perubahan emosional, mental atau fisik yang tak kunjung menghilang sehingga memerlukan kontrol rutin ke dokter.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer