Kenali Gejala Awal Penyakit Diabetes Melitus

Banyak orang yang tak sadar bahwa dirinya terkena penyakit diabetes melitus atau kencing manis, begitu datang berobat ternyata diabetes sudah parah bahkan disertai dengan komplikasi. Hal ini terjadi karena mereka  tidak dapat mengenali dengan baik apa saja gejala diabetes melitus di awal mulanya penyakit itu.

Hal ini jangan sampai terjadi lagi. Oleh karena itu, kita harus waspada dan mengamati setiap yang terjadi pada tubuh kita, dalam hal ini mengenai gejala awal diabetes melitus. Karena penanganan di awal akan memberikan hasil terbaik jika dibandingkan ketika sudah parah atau bahkan sudah muncul berbagai komplikasi seperti gagal ginjal, kebutaan, darah tinggi, dan lain-lain.

Dalam beberapa kasus mengenali gejala awal diabetes memang sulit karena begitu ringannya gejala yang muncul hingga tak disadari. Bahkan, berdasarkan penelitian sekitar sepertiga dari semua orang yang memiliki diabetes melitus tipe 2 tidak tahu bahwa mereka memilikinya. Ini yang akan mempersulit pengobatan komprehensif yang diperlukan.

Sekarang kita harus mengenalinya, berikut tanda dan gejala awal diabetes melitus yang paling utama. Agar mudah mengingatnya guru saya dulu menyingkatnya dengan 3P (Polidipsi, Poliuri, dan Polifagi)

cara mencegah diabetes melitus

Polidipsi (Banyak Minum)
Suatu kondisi dimana seseorang sering sekali merasa haus sehingga terdorong untuk minum sebanyak-banyaknya. Bahkan ketika cuaca tidak panas dan tubuh tidak berkeringat.

Poliuri (Banyak Kecing)
Suatu kondisi dimana seseorang sering buang air kecil dengan volume yang banyak pula. Mungkin kita berpikir bahwa wajar saja ketika banyak minum ya banyak kencing. Tapi gejala diabetes ini ada yang khas yaitu keinginan buang air kecil sering muncul di malam hari saat tidur bahkan dalam semalam bisa 5-6 kali terbangun karena ingin buang air kecil. Mengapa demikian? Karena kadar gula darah yang tinggi menarik cairan tubuh untuk dikeluarkan bersama urine .

Polifagi (banyak makan)
Gejala diabetes yang satu ini akan membuat seseorang menjadi mudah merasa lapar sehingga akan memicunya untuk banyak makan. Namun yang aneh, meskipun banyak makan tapi tenaganya kurang sehingga cendrung lemah dan lemas. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Pada penyakit diabetes, insulin bermasalah, gula tetap tinggi dalam aliran darah lantaran tidak dapat masuk ke sel-sel tubuh yang sebenarnya akan dijadikan sebagai sumber energi. Dengan demikian, otak akan mengira bahwa sel-sel tubuh kelaparan sehingga timnullah rasa lapar dan selalu ingin makan.

Gejala Tambahan Lainnya dapat berupa:

  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, meskipun banyak makan karena terus merasa lapar.
  • Mulut kering
  • Kelelahan (lemah, perasaan lelah)
  • Penglihatan kabur
  • Sakit kepala
  • Kesemutan di ujung-ujung jari kaki atau tangan

Jika Anda memiliki salah satu dari tanda-tanda atau gejala awal diabetes seperti di atas, maka segeralah periksa ke dokter agar mendapatkan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan gula darah. Baca juga Nilai Normal Gula Darah.

Jika terbukti terdiagnosis sebagai penyakit diabetes melitus, maka tugas kita adalah menjaga agar gula darah selalu dalam taraf normal dengan cara melakukan diet yang tepat, olahraga, dan obat-obatan yang diperlukan. Sehingga tetap dapat melakukan kegiatan sehari-hari dan produktif seperti orang sehat pada umumnya serta terhindar dari komplikasi.

Diabetes melitus yang sudah berkompikasi memiliki tanda-tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Penyembuhan Koreng atau luka yang lambat (butuh waktu lama bahkan tak kunjung sembuh)
  • Sering mengalami gatal pada kulit (biasanya sekitar daerah vital atau selangkangan)
  • Sering mengalami infeksi jamur
  • Perubahan warna kulit menjadi gelap biasanya terjadi di daerah leher, ketiak, dan selangkangan, disebut nigricans acanthosis
  • Mati rasa dan kesemutan pada tangan dan kaki
  • Penglihatan menurun
  • Impotensi atau disfungsi ereksi (ED) pada pria

Sekian informasi mengenai gejala diabetes melitus ini saya sampaikan semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian.

4 Komentar

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer