Hepatitis Akut

Hepatitis Akut paling sering disebabkan oleh virus, meskipun hepatitis akut juga bisa disebabkan oleh obat-obatan dan toksin. Hepatitis virus akut klasik disebabkan oleh salah satu dari lima virus berikut: virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (HCV), virus hepatitis D (HDV) atau virus hepatitis E (HEV). Dilaporkan, di Amerika Serikat sekitar 50% kasus hepatitis virus akut pada orang dewasa disebabkan oleh infeksi HBV, 30% oleh infeksi HAV, dan 20% oleh infeksi HCV. Infeksi kronis dapat muncul pada infeksi oleh HBV, HCV, dan HDV. Virus yang dapat menyebabkan penyakit sistemik dan juga mempengaruhi hati diantaranya sitomegalovirus dan virus Epstein-Barr.

Hepatitis Virus Akut

Kelima jenis hepatitis virus adalah sama dan tidak dapat dibedakan dengan tepat melalui gambaran klinis atau tes laboratorium rutin. Beberapa penderita tidak menunjukkan gejala (asimptomatik) atau gejala nonspesifik seperti flu (flu-like symptoms), dan beberapa pasien mengalami penyakit kuning (Jaundice). Abnormalitas nilai laboratorium diagnostik yang berhubungan dengan hepatitis akut ditunjukkan dengan tingkat aminotransferase yang meningkat nyata. Etiologi spesifik hepatitis virus ditentukan melalui uji serologi.

hepatitis akut

Sistem Bilier Manusia

Klasifikasi Hepatitis Virus

Hepatitis A

Virus hepatitis A merupakan picornavirus mirip dengan virus polio dan rhinovirus. Virus terdapat di serum dan tinja pasien yang menderita hepatitis A. Komposisi antigenik HAV (hepatitis A virus) adalah sedemikian rupa sehingga immune globulin dan vaksin hepatitis A mampu memberikan perlindungan. Antibodi Imunoglobulin M (IgM) terhadap hepatitis A yang dapat terdeteksi pada awal munculnya gejala klinis dan biasanya hilang dalam waktu 60 sampai 120 hari kemudian. Antibodi Imunoglobulin G (IgG) mencapai titer tinggi selama penyembuhan dan bertahan tanpa batas waktu, sehingga dapat berfungsi sebagai kekebalan. Hampir setengah dari penduduk AS memiliki konsentrasi serum antibodi yang tinggi terhadap HAV.

Hepatitis A sangat menular, ditularkan melalui makanan yang telah terkontaminasi oleh feses yang dapat menyebar melalui tangan orang yang terinfeksi. Memakan ikan kerang-kerangan yang terkontaminasi telah mengakibatkan epidemi hepatitis A. Hepatitis A bisa menular secara seksual pada pria homoseksual dan merupakan penyakit yang umum di kalangan pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik. Viremia dapat terjadi beberapa hari sebelum timbulnya gejala klinis, tetapi transmisi dengan produk serum atau darah jarang terjadi. Virus ini terdapat dalam tinja selama 14 sampai 21 hari sebelum timbulnya penyakit kuning. Walaupun pasien dapat terus terjangkit virus selama 7 sampai 14 hari pertama dari penyakit klinis, mereka biasanya tidak lagi menular 21 hari dihitung dari awal sakit.

 

Hepatitis B

Hepatitis B ditularkan terutama melalui inokulasi perkutan serum yang terinfeksi atau produk darah. HBV (hepatitis B virus) terdapat di serum dan cairan tubuh pasien pada awal-awal perjalanan penyakit hepatitis B akut. Model penularan yang paling umum pada pria homoseksual yaitu dengan kontak oral atau alat kelamin dengan lesi perdarahan asimtomatik pada mukosa rektum. Hepatitis B juga dapat ditularkan ke janin selama kehamilan. Lapisan permukaan virion virus hepatitis B terdiri dari sebuah polipeptida yang bertindak sebagai antigen permukaan hepatitis B (HBsAg). Sebagian besar penduduk memiliki antibodi serum HBsAg (anti-HBs), yang memberikan kekebalan terhadap hepatitis B.

 

Hepatitis C

Virus hepatitis C ditularkan melalui rute parenteral termasuk transfusi darah, pekerjaan yang memiliki resiko terpapar darah atau produk darah, dan penyalahgunaan narkoba suntikan. Dalam hal ini, hepatitis C adalah infeksi yang paling umum di Amerika Serikat yang ditularkan melalui darah. Penularan melalui paparan perkutan (sikat gigi, pisau cukur) merupakan rute transmisi yang mungkin bisa terjadi. Kemampuan skrining darah terhadap HCV (hepatitis C virus) dapat menyingkirkan penularan HCV sebagai penyebab hepatitis setelah transfusi. Infeksi perinatal pada bayi yang lahir dari ibu dengan infeksi HCV jarang terjadi. Resipien organ dari donor yang memiliki antibodi terhadap HCV memiliki kemungkinan tinggi terinfeksi HCV.

Hepatitis C telah muncul sebagai penyakit hati dominan di Amerika Serikat. Perkembangan hepatitis C kronis menjadi sirosis hepatis mungkin lambat, tapi stadium akhir penyakit sirosis hepatis karena HCV merupakan indikasi yang paling umum untuk dilakukannya transplantasi hati, dan sirosis hepatis akibat HCV bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden carcinoma hepatoseluler.

Hepatitis D

Hepatitis D hanya terjadi pada pasien dengan hepatitis B dan ditularkan melalui rute perkutan. Infeksi secara simultan HBV dan HDV dapat menghasilkan hepatitis akut lebih berat daripada yang disebabkan oleh HBV saja.

Diagnosis Hepatitis Akut

Diagnosis hepatitis virus tergantung pada munculnya gejala dan tanda-tanda klinis, temuan laboratorium, uji serologi, dan pada beberapa pasien dengan biopsi hati.

Tanda dan Gejala Hepatitis Akut

Onset hepatitis virus dapat timbul secara bertahap atau tiba-tiba dan paling sering bermanifestasi sebagai urin gelap (dark urine), fatigue, anoreksia, dan nausea. Biasanya disertai demam yang tidak terlalu tinggi. Nyeri perut kuadran kanan atas kurang menonjol dibandingkan dengan abdominal discomfort pada seluruh lapang perut. Sekitar setengah dari pasien mengeluh mialgia atau arthralgia (terutama pada hepatitis B). Banyak gejala awal mereda ketika penyakit kuning berkembang. Bisa terjadi Hepatomegali dan splenomegali. Bila hepatitis parah, dapat ditemukan kegagalan hati akut termasuk konfusi, asterixis, edema perifer, dan ascites.

Uji Laboratorium Hepatitis Akut

Biasanya terdapat anemia dan limfositosis. Konsentrasi bilirubin serum biasanya tidak lebih dari 20 mg/dl. Hepatitis akut yang parah dapat mengganggu kapasitas sintetis hepatosit, yang mengakibatkan penurunan konsentrasi albumin serum dan memperpanjang protrombin time. Alkaline fosfatase tidak bertambah kecuali terdapat kolestasis pada fase lanjut hepatitis akut. Peningkatan konsentrasi gamma globulin menujukkan hepatitis kronis aktif daripada hepatitis virus akut.

Pengukuran Serologi

Pengukuran serologi digunakan untuk mengidentifikasi setiap jenis hepatitis virus. Antibodi IgM terhadap HAV muncul pada awal perjalanan penyakit dan spesifik untuk hepatitis A akut. Antibodi berlangsung selama sekitar 120 hari dan kemudian digantikan oleh IgG anti-HAV,  memberikan kekebalan terhadap infeksi HAV.

HBsAg terdapat dalam serum pasien pada awal 7 sampai 14 hari setelah terinfeksi HBV dan dapat bertahan selama beberapa bulan. Antibodi terhadap HBsAg biasanya muncul dalam darah 60-240 hari setelah infeksi, biasanya pada saat HBsAg sudah tidak terdeteksi lagi. Antibodi terhadap antigen core HBV (anti-HBc) muncul segera setelah infeksi dan berlangsung tanpa batas. Titer IgM anti-HBc yang tinggi mungkin hanya penanda hepatitis B akut jika HBsAg tidak terdeteksi lagi. Adanya HBsAg menunjukkan bahwa HBV berreplikasi secara aktif, dan darah orang ini sangat menular.

Deteksi antibodi terhadap HCV (anti-HCV) merupakan cara yang paling dapat diandalkan untuk mendiagnosis hepatitis C akut dan kronis. Terdapatnya RNA HCV menunjukkan adanya viremia. Infeksi virus hepatitis D didiagnosis dengan mendeteksi anti-HDV dengan HBsAg (co-infeksi).

Biopsi hati

Biopsi hati umumnya tidak diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis hepatitis akut, pengukuran serologi sudah cukup. Bintik-bintik nekrosis hepatosit dan reaksi inflamasi sel merupakan temuan histologis yang khas. Biopsi hati yang dilakukan di akhir proses infeksi hepatitis akut menunjukkan adanya regenerasi sel hati. Pada hepatitis berat, zona nekrotik melingkupi daerah portal satu sama lainnya atau ke zona sentral, atau bisa melibatkan seluruh lobulus (bridging necrosis). Kadang-kadang dalam perjalanan hepatitis virus akut berat yang sudah lanjut gambaran histologis sulit dibedakan dari hepatitis kronis aktif.

Gejala Klinis Hepatitis Akut

Hepatitis biasanya menimblkan gejala selama 7 sampai 14 hari sebelum munculnya urin gelap dan jaundice. Seiring dengan peningkatan penyakit kuning, nafsu makan mulai kembali baik dan malaise berkurang. Konsentrasi bilirubin serum meningkat selama 10 sampai 14 hari dan kemudian menurun selama 14 sampai 28 hari kemudian. Konsentrasi aminotransferase biasanya mulai menurun sebelum terjadi puncak jaundice dan kemudian menurun dengan cepat. Secara klinis berangsur-angsur akan membaik hingga fungsi hati normal kembali.

Pada sebagian kecil pasien, terutama pasien tua atau mereka dengan HBV atau HCV, hepatitis virus akan berlangsung lama, dan pemulihan memakan waktu selama 12 bulan. Gagal hati fulminan dan kematian jarang terjadi akibat hepatitis virus akut. Beberapa pasien tidak dapat pulih dengan sempurna dari hepatitis virus akut serangan pertama, dan terjadilah hepatitis kronis. Hepatitis kronis tidak terjadi setelah hepatitis A, tetapi terjadi antara 1% sampai 5% dari pasien yang terinfeksi HBV dan 85% dari pasien yang terinfeksi HCV. Resiko sirosis dan karsinoma hepatoseluler primer terdapat pada pasien dengan hepatitis C kronis, meskipun tidak terjadi pada kebanyakan pasien. Hal yang tidak biasa tetapi dapat mengancam nyawa dari beberapa komplikasi hepatitis akut diantaranya anemia aplastik, anemia hemolitik, hipoglikemia, dan polyarteritis.

Pengobatan Hepatitis Akut

Pengobatan hepatitis virus akut adalah simtomatis, dengan pembatasan aktifitas fisik ke tingkat yang nyaman bagi pasien. Mual dan muntah mungkin begitu parah sehingga memerlukan cairan intravena dan penggantian elektrolit. Dianjurkan untuk tidak mengonsumsi alkohol selama menderita hepatitis virus akut, meskipun alkohol belum terbukti berpengaruh buruk terhadap pasien dengan hepatitis virus. Hepatitis C akut biasanya tanpa gejala, tetapi ketika hepatitis C kronis terdeteksi, pemberian interferon yang dikombinasikan dengan ribavirin dianggap sebagai terapi pilihan. Transplantasi hati dapat dipertimbangkan ketika pasien menderita kelainan ensefalopati dan berhubungan dengan gangguan koagulasi.

 

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer