Mengenal Penyakit Hernia Beserta Jenisnya

Mungkin banyak di antara kita yang pernah mendengar istilah “Penyakit Hernia”, namun kebanyakan pasti mengartikannya berdasarkan kasus per kasus atau arti yang sempit. Sebagai contoh pada kasus dimana terdapat pembesaran pada scrotum (kantung buah z*kar) akibat turunnya usus, maka dalam kondisi seperti ini dokter biasanya dengan singkat menyebutnya sebagai penyakit hernia atau dalam bahasa awamnya turun berok.

Memang tidak salah menyebut turun berok sebagai hernia, namun tahukah Anda penyakit hernia itu ternyata tidak sebatas itu saja, tapi banyak macamnya, tergantung pada bagian mana terjadinya dan organ apa yang terlibat. Turun berok adalah salah satu jenis penyakit hernia atau lebih tepatnya disebut hernia inguinalis.

Lalu apa sebenarnya arti Hernia itu?

Hernia adalah pembukaan atau kelemahan pada dinding otot, jaringan, atau membran yang biasanya menopang atau menjadi dinding pembatas bersandarnya organ-organ di dalam ruangan yang dibentuknya. Jika pembukaan atau kelemahan terjadi cukup besar, maka sebagian organ akan depat melewatinya (keluar atau bocor) melalui lubang atau celah yang terbentuk. Bayangkan ban dalam yang menyembul keluar melalui lubang terbentuk pada ban luar- seperti itulah gambaran penyakit hernia.

Apa saja jenis-jenis Hernia?

Dengan demikian maka penyakit hernia dapat terjadi di berbagai tempat di dalam tubuh yang rentan, namun yang terbanyak adalah hernia inguinalis  (pangkal paha bagian dalam), selanjutnya hernia insisional (akibat sayatan bekas operasi, dll), hernia femoralis (pangkal paha luar), hernia umbilicalis (pusar), dan hernia hiatus (atas lambung).

Berikut penjelasan singkat tentang jenis-jenis penyakit hernia tersebut:

Pada hernia inguinalis (turun berok), usus atau kandung kemih menonjol melalui dinding perut atau ke dalam kanalis inguinalis di selangkangan, sehingga selangkangan akan menonjol bahkan jika berat akan masuk ke kantung buah z*k*r. Sekitar 96% dari semua hernia di selangkangan merupakan jenis inguinalis, dan sebagian besar terjadi pada laki-laki karena kelemahan alami di daerah tersebut.

penyakit hernia

hernia inguinalis

Pada hernia insisional, usus akan menonjol melalui dinding perut di lokasi operasi pada perut sebelumnya. Hernia incisional ini paling umum terjadi pada orang tua atau orang dengan kelebihan berat badan yang tidak aktif setelah operasi perut.

Hernia femoralis terjadi ketika usus memasuki saluran yang dilewati oleh arteri femoralis ke paha bagian atas. Berbeda dengan inguinalis, Hernia femoralis ini paling sering terjadi pada wanita, terutama mereka yang sedang hamil atau obesitas.

Pada hernia umbilikalis, bagian dari usus kecil melewati dinding perut di dekat pusar. Hal ini sering terjadi pada bayi baru lahir, itu juga sering menimpa wanita obesitas atau mereka yang memiliki banyak anak.

Hernia hiatus terjadi ketika lambung bagian atas masuk ke atas melalui hiatus, sebuah lubang pada diafragma tempat lewatnya esofagus (kerongkongan). Sehingga sebagian lambung berada di rongga dada (normalnya semua bagain lambung harusnya berada di rongga perut).

Apa Penyebab Penyakit Hernia?

Pada prinsipnya, semua penyakit hernia disebabkan oleh kombinasi dari tekanan dan pembukaan atau kelemahan otot atau fasia; tekanan akan mendorong suatu organ atau jaringan melewati pembukaan atau titik lemah yang ada. Namun, terkadang kelemahan otot atau titik lemak telah ada sejak lahir; tapi lebih sering, terjadi di kemudian hari.

Apa saja yang menyebabkan peningkatan tekanan dalam perut berpotensi menyebabkan hernia, termasuk:

  • Mengangkat benda berat tanpa menstabilkan otot-otot perut
  • Batuk atau bersin yang berlangsung berat dan lama (persisten)
  • Diare atau sembelit
  • Faktor lain berupa: obesitas, gizi buruk, dan merokok, yang semuanya dapat melemahkan otot dan lebih memungkinkan terjadinya penyakit hernia.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer