Hipertiroid – Gejala, Penyebab, Pengobatan

Penyakit hipertiroid atau Hipertiroidisme berarti kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Hal ini ditandai dengan hipermetabolisme (metablisme meningkat) dan tingginya serum hormon tiroid bebas. Gejala hipertiroid ada banyak, termasuk takikardia, kelelahan, penurunan berat badan, gugup, dan tremor. Pengobatan tergantung pada penyebab hipertiroid.

Daftar isi

Pengertian

Penyakit hipertiroid atau Hipertiroidisme adalah suatu kondisi di mana kelenjar tiroid terlalu aktif sehingga memproduksi hormon tiroid secara berlebihan. Kelenjar tiroid adalah organ yang terletak di bagian depan leher yang memproduksi hormon untuk mengontrol metabolisme (cara tubuh menggunakan energi), pernapasan, detak jantung, sistem saraf, berat badan, suhu tubuh, dan banyak fungsi lainnya dalam tubuh. Lebih lanjut baca: Anatomi dan Fungsi Kelenjar Tiroid. Ketika kelenjar tiroid terlalu aktif (hipertiroid), maka proses tubuh akan terjadi lebih cepat.

Gejala Hipertiroid

Seperti telah disinggung sebelumnya, gejala hipertiroid akan terkait dengan efek dari kelebihan hormon tiroid. Hormon tiroid mengontrol metabolisme, sehingga jumlah hormon T4 atau T3 yang berlebihan menyebabkan peningkatan metabolisme tubuh atau kita sebut dengan hipermetabolik.

Orang dengan penyakit hipertiroid biasanya akan memiliki detak jantung yang cepat, penurunan berat badan, dan tidak tahan panas karena selalu gerah. Selain itu dapat juga mengalami peningkatan tekanan darah, gugup, tremor (gemetaran), berkeringat banyak, merasa gampang lapar, gelisah, dan mengalami kesulitan berkonsentrasi. Buang air besar bisa lebih sering dan wanita mungkin memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur (sering telat).

hipertioid-melotot

Kelenjar tiroid dapat terlihat membesar atau sering kita sebut dengan gondok. Jika penyebabnya adalah penyakit Graves, maka akan terlihat mata pasien tampak cukup menonjol (melotot) yang disebut exophthalmos. Gejala hipertiroid lainnya termasuk:

  • Kelemahan
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Sulit tidur
  • Gatal
  • Rambut rontok
  • Mual dan muntah
  • Perkembangan payudara pada pria (Ginekomastia)

Hipertiroidisme juga bisa menyebabkan fibrilasi atrium, aritmia berbahaya yang dapat menyebabkan stroke. Gagal jantung kongestif juga dapat terjadi. Segeralah ke dokter apabila mengalami pusing, sesak napas, kehilangan kesadaran, atau detak jantung cepat dan tidak teratur.

Penyebab Hipertiroid

Berbagai kondisi dapat menjadi penyebab hipertiroid. Penyakit yang paling sering menyebabkan hipertiroidisme adalah penyakit Graves (penyakit autoimun), di mana tubuh membuat antibodi yang disebut thyroid-stimulating immunoglobulin (TSI) yang menyebabkan kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid. Penyakit Graves ada kaitannya dengan keluarga dan lebih sering ditemukan pada wanita.

Penyakit Hipertiroid juga bisa disebabkan oleh gondok beracun atau multinodular goiter (toxic goiter), yang merupakan benjolan atau nodul di kelenjar tiroid yang menyebabkan tiroid memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang berlebihan.

hipertiroid - gondok

Selain itu, radang kelenjar tiroid yang disebut tiroiditis akibat virus atau masalah dengan sistem kekebalan tubuh juga bisa menjadi penyebab hipertiroid sementara.

Selain itu, beberapa orang yang mengkonsumsi terlalu banyak yodium (baik dari makanan atau suplemen) atau yang mengambil obat yang mengandung yodium (seperti amiodarone) dapat menyebabkan kelenjar tiroid terlalu banyak menghasilkan hormon tiroid.

Penyebab lain hipertiroid meliputi: Tumor ovarium atau testis dan tumor jinak dari kelenjar tiroid atau hipofisis.

Diagnosis

Penyakit Hipertiroid didiagnosis berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar thyroid stimulating hormone (TSH) dan hormon tiroid T3 dan T4. Tak jarang dokter juga memerlukan pemeriksaan penunjang seperti USG atau scan tiroid untuk melihat apakah ada nodul, atau meradang atau terlalu aktif.

Pengobatan Hipertiroid

Obat Hipertiroid

Obat antitiroid dan yodium radioaktif merupakan andalan pengobatan pada penyakit hipertiroid. Obat antitiroid menghambat sintesis hormon tiroid dan yodium radioaktif secara efektif menghancurkan sel-sel tiroid sehingga produksi hormon dapat ditekan.

Methimazole adalah contoh obat hipertiroid. Namun, obat ini dapat memiliki efek samping, seperti menurunkan jumlah sel darah putih. Obat Beta-blocker (propranolol) dapat membantu untuk mengontrol denyut nadi cepat, berkeringat, kecemasan, dan tekanan darah. Baca juga: Obat Darah Tinggi.

Operasi

Kadang-kadang, sebagian atau seluruh kelenjar tiroid mungkin harus diangkat dengan operasi. Ketika kelenjar tiroid sudah diangkat, maka pasien memerlukan suplemen hormon tiroid untuk mencegah hipotiroid.

Pengobatan juga penting untuk mencegah tiroid storm atau tirotoksikosis dan komplikasi lainnya. tirotoksikosis adalah memburuknya gejala sebagai akibat dari pelepasan sejumlah besar hormon tiroid secara tiba-tiba. Hal ini dapat terjadi karena stres atau infeksi.

Tips Perawatan

Konsumsi sejumlah kalori, kalsium, dan natrium yang tepat selama dan setelah pengobatan adalah hal penting. Diet dengan terlalu banyak kalori dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau obesitas.

Penyakit Hipertiroid juga dapat menyebabkan tulang menjadi keropos (osteoporosis). oleh karenna itu diperlukan suplemen vitamin D dan kalsium selama dan setelah pengobatan. Pastikan untuk selalu mengonsultasikannya dengan dokter.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer