Jerawat – Mengenal Lebih Dekat

Tentu tidak asing lagi bagi kita ketika mendengar kata “Jerawat”. Hampir setiap orang dewasa baik laki-laki maupun perempuan pernah mengalami penyakit kulit yang satu ini. Jerawat sedikit atau banyak, ringan atau berat/parah, lama atau sebentar akan mengganggu penampilan seseorang. Betapa tidak, wajah merupakan bagian tubuh yang sangat mudah teramati ketika ia berubah.

Baiklah, disini saya akan mengajak anda berkenalan lebih dekat dengan jerawat.

Apa Penyebab Jerawat ?

Jerawat timbul ketika kulit mulai memproduksi minyak terlalu banyak di satu daerah wajah. Minyak yang dihasilkan dikenal sebagai sebum, dan digunakan untuk membantu kulit untuk tidak menjadi kering. Namun, jika terlalu banyak sebum yang diproduksi, dapat menutup pori-pori kulit, sedangkan fungsi pori-pori kulit ini salah satunya digunakan untuk bernapas secara alami. Biasanya, jerawat hanya berupa benjolan kecil pada kulit.  Jika jerawat parah, juga dapat mengubah wajah menjadi seram.

Jenis-jenis  Jerawat

Komedo
Komedo Ada dua macam, komedo hitam dan Komedo putih.
Komedo hitam terbentuk akibat pori-pori kulit tersumbat sebagian, sehingga minyak,  sel kulit mati, dan bakteri tidak keluar ke permukaan kulit dengan lancar. Warna hitam akibat  melanin yang teroksidasi.
Komedo putih terbentuk akibat pori-pori tertutup total. Akibatnya titik putih muncul di permukaan kulit.
Komedo hitam biasanya lebih lama menetap di kulit dibanding komedo putih.

Jerawat jeni Papula
Biasanya mengenai Dahi dan pipi. Jerawat berwarna kemerahan (pink), lunak, tidak ada matanya. Hindari memencet jerawat jenis ini karena akan memperparah bekasnya.

Jerawat jenis Pustula
Jerawat berupa benjolan kecil merah meradang dan  berisi nanah berwarna putih atau kuning.

Menjaga kebersihan kulit dan diet sehat cukup efektif mengatasi komedo, papula, dan pustula.

Jerawat Nodul

Jerawat berupa Benjolan keras di bawah kulit, mudah kambuh. Terasa nyeri, dan bisa sampai bulanan tak kunjung hilang. Jangan dipencet ya.

Jerawat Conglobata

Merupakan jenis yang paling parah, lebih banyak dialami pria. meiliki ciri-ciri banyak lesi yang saling bersambung. Merupakan paduan antara nodul, pustula, dan Bering disertai infeksi bakteri yang parah.

Jenis jerawat parah

Nodus, kista, papul, pustule, skar hipotrofi dan hipertrofi.

Bisa menyebabkan kerusakan kulit. Biasa muncul di wajah,  punggung, dada, bokong, lengan atas, dan paha. Kebanyakan pada usia 18-30 tahun dan bisa bertahan aktif selama beberapa tahun.

Jerawat jenis ini harus ditangani dokter ahli kulit untuk mengurangi bengkak dan mencegah bekas luka, misalnya disuntik kortison.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer