Jet Lag – Pengertian, Gejala, dan Cara Mengatasi

Akhir-akhir ini banyak yang menanyakan mengenai apa arti Jet Lag (baca: jet lek), terutama anak-anak di rumah ketika ia menyaksikan iklan salah satu minuman dalam kemasan yang menyebutkan istilah tersebut, tanpa menunjukkan arti jet lag dengan gamblang.

Jet lag adalah perasaan kelelahan dan kebingungan (confusion) setelah perjalanan udara (pesawat terbang) yang panjang, sebagai akibat dari ketidakmampuan tubuh dalam menyesuaikan diri dengan zona waktu yang baru.

Jet lag dapat mengganggu pola tidur seseorang dan membuatnya merasa mengantuk dan lesu (kurang energi). Semakin banyak zona waktu yang dilintasi karena penerbangan jarak jauh, maka jet lag yang di alami bisanya menjadi lebih parah.

Penyebab Jet Lag

Kita ketahui bahwa dunia ini dibagi menjadi 24 zona waktu yang berbeda. Ritme alami tubuh kita juga akan menyusuaikan waktu sehari 24 jam (ritme sirkadian), ritme ini bisa terganggu setelah melintasi zona waktu yang berbeda. Jadi, penyebab jet lag adalah perjalanan penerbangan yang jauh sehingga tubuh gagal beradaptasi dengan zona waktu yang baru.

arti jet lag

Misalnya saat ini pukul 21.00 WIB di Indonesia yang biasanya merupakan waktu Anda untuk berisitirahat tidur, namun ketika perjelanan jauh dengan pesawat begitu jauh dalam waktu yang relatif singkat sesampainya di amerika ternyata di sana masih siang, dan rasanya aneh jika tidur pagi-pagi, nah inilah yang akan membuat ritme tubuh akan terganggu.

Ritme atau jam tubuh berperan penting dalam mengontrol tidur dan pola bangun, selain itu juga mempengaruhi:

  • Nafsu makan
  • Pencernaan
  • Kebiasaan buang air besar dan kecil
  • Suhu tubuh
  • Tensi atau tekanan darah

Sama seperti ilustrasi di atas, jam tubuh diatur dalam waktu lokal Anda saat ini berupa rasa lapar di pagi hari (waktu sarapan) dan mengantuk di malam hari. Jika Anda bepergian di zona waktu yang berbeda (perbedaannya besar), maka ini dapat membuat ritme tubuh untuk menyesuaikan diri dengan rutinitas sehari-hari yang baru di zona waktu yang baru.

Apa gejala dan tanda dari seseorang mengalami jet lag?

Selain kelelahan dan insomnia, penderita jet lag mungkin mengalami sejumlah gejala fisik dan emosional seperti kecemasan, sembelit, diare, kebingungan, dehidrasi, sakit kepala, lekas marah, mual, berkeringat, gangguan koordinasi, pusing, dan bahkan kehilangan memori.

Beberapa orang melaporkan gejala jet lag tambahan berupa gangguan detak jantung dan peningkatan kerentanan terhadap penyakit.

Bagaimana Cara Mengatasi Jet lag?

Keseringan mengalami Jet lag karena sering terbang jarak jauh, jika dibiarkan dapat menyebabkan masalah. Namun, biasanya tidak menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang atapun yang serius.

Dalam kebanyakan kasus, gejala jetlag akan menghilang setelah beberapa hari tanpa perlu pengobatan. Jika itu tidak cukup, berikut Tips yang dapat membantu meminimalkan efek jet lag. Ketika Anda tiba di tempat tujuan lakukah hal-hal berikut:

  • Membangun rutinitas baru – makan dan tidur pada waktu yang tepat untuk zona waktu baru, bukan menggunakan waktu yang biasanya di rumah terkhusus dalam urusan makan dan tidur.
  • Menghindari tidur siang segera setelah baru saja tiba – bahkan jika Anda lelah setelah penerbangan panjang, tetap aktif sampai waktu yang tepat untuk tidur akan membantu tubuh menyesuaikan diri lebih cepat
  • menghabiskan waktu di luar – cahaya alami akan membantu tubuh menyesuaikan diri dengan rutinitas baru.

Cara Mencegah jet lag

Mencegah jet lag adalah seuatu yang tidak mungkin, kecuali Anda tidak terbang sama sekali. Akan tetapi ada hal-hal yang dapat kita upayakan untuk mengurangi dampaknya.

Sebagai contoh, pastikan tubuh terhidrasi dengan baik sebelum terbang dan minum banyak cairan (tapi bukan alkohol) selama penerbangan. Dianjurkan juga untuk beristirahat selama penerbangan dengan menyempatkan diri untuk tidur siang walaupun singkat.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer