Kanker Lambung – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Hampir setiap organ dalam tubuh kita bisa terserang kanker, seperti otak, paru-paru, hati dan termasuk lambung kita. Kanker lambung memang relatif lebih jarang terjadi, namun yang namanya kanker tetap harus kita waspadai dan sebisa mungkin kita cegah jangan sampai kita mengalaminya.

Oleh karena itu, melalui media online ini, mari sama-sama kita pelajari penyebab kanker lambung, gejala, serta pengobatannya dengan harapan kita dapat mencegahnya dan kalaupun ternyata sudah mengalami gejala kanker lambung agar kita dapat mengambil tindakan yang cepat dan tepat.

Dalam bahasa kedokteran kanker lambung dikenal dengan istilah gastric cancer yaitu suatu keganasan (tumor ganas) yang tumbuh pada lapisan lambung. Kanker lambung dikelompokkan berdasarkan lapisan lambung mana yang terlibat. Jenis terbanyak adalah adenocarcinoma (kanker pada lapisan mukosa, lapisan penghasil asam lambung), kemudian limfoma (kanker pada sistem limfatik lambung), dan Sarcoma (kanker pada jaringan ikat seperti lemak, otot, dan pembuluh darah)

kanker lambung

bagian-bagian lambung

Penyebab Kanker Lambung

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kanker lambung, akan tetapi sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko penyakit kanker lambung ini, antara lain:

  • Jenis kelamin : Pria lebih berisiko dua kali lipan dibanding wanita.
  • Usia lanjut : kanker lambung lebih sering terjadi pada usia antara 70 – 74 tahun.
  • Faktor Genetik dan riwayat keluarga :  Misalnya ada riwayat keluarga dengan kanker lambung, maka ia lebih berisiko.
  • Golongan darah : Bagi mereka yang bergolongan darah A lebih berisiko terkena kanker lambung.
  • Tukak lambung : Dalam hal ini tukak lambung yang disebabka oleh kuman Helicobacter pylori (H. pylori). H. pylori adalah bakteri yang menginfeksi lapisan lambung dan menyebabkan peradangan kronis pada lambung.
  • Penyakit tertentu seperti gastritis (maag) kronis, anemia pernisiosa, polip lambung, metaplasia usus, dan riwayat operasi lambung sebelumnya.
  • Gaya hidup tak sehat : merokok, minum alkohol, dan makan diet rendah serat seperti buah-buahan dan sayuran, sering makan asin.
  • Terkait dengan pekerjaan seperti paparan pertambangan batubara, pemurnian nikel, dan karet serta pengolahan kayu dan paparan asbes.

Gejala Kanker Lambung

Pada tahap awal gejala kanker lambung mirip dengan gejala sakit maag, seperti:

  • Rasa kembung setelah makan
  • Gangguan pencernaan dan tidak nyaman pada perut
  • Mual
  • Tidak nafsu makan
  • Rasa mulas

Sedangkan pada tahap yang lebih lanjut, gejala kanker lambung meliputi:

  • Rasa tak nyaman di bagian ulu hati (baca juga: Sakit Uluhati)
  • Muntah atau muntah darah (hematemesis)
  • BAB berdarah, dengan darah berwarna hitam (melena).
  • Nyeri atau kembung pada perut setelah makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Kelemahan atau kelelahan yang disebabkan oleh anemia akibat perdarahan kanker lambung

Jika Anda mengalami beberapa gejala kanker lambung seperti di atas, maka segera periksakan ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan jika perlukan akan menganjurkan untuk pemeriksaan penunjang seperti foto rongsen, endoscopy, dan biopsi untuk memastikan apakah benar terdapat kanker lambung atau sakit maag biasa.

Pengobatan Kanker Lambung

Pilihan terapi akan sangat bergantung pada jenis dan keparahan kanker, pengobatan kanker lambung yang tersedia antara lain:

  • Bedah atau operasi, disebut gastrektomi, untuk membuang seluruh atau sebagian dari lambung, serta beberapa jaringan di sekitarnya
  • Kemoterapi (obat anti kanker)
  • Terapi radiasi

Kanker lambung memang sulit untuk disembuhkan kecuali ditemukan pada tahap awal. Sayangnya, karena gejala kanker lambung ini merip dengan maag, maka biasanya ditemukan pada kondisi yang sudah lanjut. Walau demikian, tettap dapat diobati dengan tujuan mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

4 Komentar

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer