Kanker Tulang

Kemarin ada pasien yang datang berobat dengan keluhan sering pegal, dia melihat ada tetangga sebelah yang menagalami keluah yang mirip telah meninggal dunia karena kanker tulang. Psien khawatir jangan-jangan ia juga terkena kanker tulang. Apakah benar dugaan itu?

Pengertian Kanker Tulang

Kanker tulang adalah tumor ganas yang tumbuh pada tulang, sel-sel kanker ini menghancurkan sel tulang yang normal dan menggantinya dengan massa tumor ganas (kanker). Tidak semua tumor tulang itu ganas. Bahkan, tumor tulang jinak jumlahnya lebih banyak dan lebih sering terjadi daripada tumor yang ganas atau kanker. Kedua jenis tumor tulang baik yang ganas maupun yang jinak dapat tumbuh dan mendesak jaringan tulang yang sehat, tetapi tumor jinak tidak menyebar, tidak menghancurkan jaringan tulang, dan jarang mengancam kehidupan.

Tumor ganas yang pertumbuhannya dimulai di jaringan tulang disebut penyakit kanker tulang primer. Adapun Kanker yang bermetastasis (menyebar) ke tulang dari organ tubuh lainnya, misalnya dari payudara, paru-paru, atau prostat, disebut metastasis kanker atau penyakit kanker tulang skunder, dan diberi nama sesuai dengan organ atau jaringan darimana ia berasal. Untuk Frekuensinya, Kanker tulang primer lebih sering dibanding kanker tulang skunder.

Penyebab Kanker Tulang

Meskipun penyebab kanker tulang sampai saat ini belum jelas, peneliti telah mengidentifikasi beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit kanker tulang ini.

  • Osteosarcoma terjadi lebih sering pada orang yang terpapar terapi radiasi dosis tinggi atau terapi dengan antikanker untuk mengobati kanker di tempat lain, terutama pada anak-anak tampaknya sangat rentan pada kondisi demikian.
  • Sejumlah kecil kanker tulang adalah karena faktor keturunan. Misalnya, anak yang memiliki keturunan retinoblastoma (kanker mata) berada pada risiko lebih tinggi terkena osteosarcoma.
  • Selain itu, orang yang memiliki cacat keturunan tulang dan orang-orang dengan logam implan atau yang sering dikenal dengan pen yang kadang-kadang digunakan dokter untuk memperbaiki patah tulang, lebih mungkin untuk mengembangkan osteosarcoma. Akan tetapi untuk Ewing sarcoma tidak begitu terkait dengan kanker karena keturunan, penyakit anak bawaan, atau paparan radiasi.

Gejala Kanker Tulang

Rasa Nyeri adalah gejala yang paling umum dari kanker tulang, tetapi tidak semua kanker menyebabkan nyeri tulang. Nyeri persisten atau tidak biasa atau pembengkakan di tulang atau di dekatnya dapat disebabkan oleh kanker atau kondisi lain. Oleh karena itu jika Anda mengalami hal ini penting sekali untuk memeriksakannya ke dokter.

Pemeriksaan dan Diagnosis Kanker Tulang

Untuk membantu mendiagnosis kanker tulang, dokter akan menanyakan tentang riwayat medis pasien dan keluarganya. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan memerlukan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk memeriksa kanker tulang antara lain:

  • Sinar-X. Foto rongsen atau sinar-x ini dapat menunjukkan lokasi, ukuran, dan bentuk tumor tulang. Hasil temuan pada fotorongsen bersifat pemeriksaan awal, artinya diperlukan pemeriksaan lanjutan jika ternyata ditemukan kecurigaan adanya massa abnormal atau tumor pada tulang.
  • Bone scan. .Merupakan pemeriksaan di mana sejumlah kecil radioaktif material disuntikkan ke dalam pembuluh darah dan perjalanan melalui aliran darah, kemudian terkumpul dalam tulang dan terdeteksi oleh alat pemindai.
  • Computed tomography ( CT atau CAT) scan. Merupakan serangkaian gambar detil dari daerah di dalam tubuh, diambil dari sudut yang berbeda, yang diciptakan oleh komputer yang terhubung ke mesin x-ray.
  • Magnetic resonance imaging (MRI). menggunakan magnet yang kuat yang dihubungkan ke komputer untuk membuat gambar detil dari daerah di dalam tubuh tanpa menggunakan sinar-x.
  • Tomografi emisi positron (PET) scan. Digunakan dengan cara menyuntikkan sejumlah kecil glukosa radioaktif (gula) ke pembuluh darah, Kemana saja gukosa radioaktif itu pergi akan terdeteksi dengan scanner. Karena sel-sel kanker sering menggunakan lebih banyak glukosa daripada sel normal, gambar dapat digunakan untuk menemukan sel-sel kanker dalam tubuh.
  • Angiogram. Merupakan x-ray khusus untuk pembuluh darah.
  • Biopsi (pengangkatan sampel jaringan dari tumor tulang) untuk menentukan apakah tumor itu jinak atau ganas (kanker). Dokter bedah dapat melakukan biopsi jarum atau biopsi insisi . Selama biopsi jarum , ahli bedah membuat lubang kecil di tulang dan menghapus sampel jaringan dari tumor dengan alat seperti jarum. Dalam biopsi insisi, dokter bedah memotong ke dalam tumor dan mengambil contoh jaringan. Biopsi yang terbaik dilakukan oleh ortopedi onkologi (dokter yang berpengalaman dalam pengobatan kanker tulang). Seorang ahli patologi (dokter yang mengidentifikasi penyakit dengan mempelajari sel dan jaringan di bawah mikroskop) meneliti jaringan untuk menentukan apakah itu kanker atau bukan.
  • Tes darah untuk menentukan tingkat suatu enzim yang disebut alkali fosfatase. Sejumlah besar enzim ini terdapat dalam darah ketika sel-sel yang membentuk jaringan tulang sangat aktif (seperti pada anak-anak di usia pertumbuhan), ketika patah tulang, atau ketika penyakit atau tumor menyebabkan produksi jaringan tulang yang abnormal. Karena secara normal kadar alkali fosfatase tinggi pada anak dan remaja, maka tes ini bukan merupakan indikator yang benar-benar dapat diandalkan untuk pemeriksaan kanker tulang pada mereka.
kanker tulang

gambaran kanker tulang tampak pada foto rongsen

Pengobatan Kanker Tulang

Pilihan pengobatan tergantung pada jenis, ukuran, lokasi, dan stadium kanker, serta usia seseorang dan kesehatannya secara umum. Pilihan pengobatan untuk kanker tulang meliputi pembedahan, kemoterapi, terapi radiasi, dan cryosurgery .

  • Pembedahan adalah pengobatan yang sering dilakukan untuk kanker tulang. Ahli bedah mengangkat seluruh tumor dengan margin negatif (tidak ada sel kanker ditemukan di tepi atau border dari jaringan yang dibuang selama operasi). Dokter bedah juga dapat menggunakan teknik bedah khusus untuk meminimalkan jumlah jaringan sehat yang terbuang.
  • Kemoterapi adalah penggunaan obat antikanker untuk membunuh sel kanker. Pasien yang menderita kanker tulang biasanya menerima kombinasi obat antikanker. Namun, kemoterapi saat ini tidak digunakan untuk mengobati chondrosarcoma.
  • Terapi radiasi, juga disebut radioterapi , melibatkan penggunaan sinar-x energi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Perawatan ini dapat digunakan dalam kombinasi dengan operasi. Hal ini sering digunakan untuk mengobati chondrosarcoma, yang tidak dapat diobati dengan kemoterapi. Terapi ini juga dapat digunakan untuk pasien yang menolak operasi.
  • Cryosurgery adalah penggunaan nitrogen cair untuk membekukan dan membunuh sel-sel kanker. Teknik ini kadang-kadang dapat digunakan sebagai pengganti operasi konvensional untuk menghancurkan tumor tulang.

Sekian, semoga dapat menambah pengetahuan pembaca sekalian mengenai kanker tulang.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer