Kelenjar Tiroid – Anatomi dan Fungsi Bagi Tubuh

Mungkin banyak di antara kita yang belum mengetahui apa itu kelenjar tiroid, baik anatomi atau struktur dan letaknya dalam tubuh, dan fungsi kelanjar tiroid bagi tubuh kita. Kami berusaha menerangkan hal ini dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Anatomi Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid adalah kelenjar terbesar yang ada di leher dengan ukuran panjang sekitar 2 inci. Tiroid ini terletak di anterior (bagian depan) leher di bawah tulang rawan tiroid yang menonjol atau sering kita sebut dengan jakun, diselumiti oleh lapisan kulit dan otot.

anatomi kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid memiliki bentuk seperti kupu-kupu dengan dua sayap yang merupakan lobus tiroid kiri dan kanan, kedua lobus dihubungkan oleh jaringan tiroid yang lebih kecil yang disebut dengan isthmus.

Fungsi Kelenjar Tiroid

Fungsi tunggal kelenjar tiroid adalah memproduksi hormon tiroid. Hormon ini memiliki efek terhadap hampir semua jaringan tubuh guna meningkatkan aktivitas selular. Fungsi tiroid yang utama adalah untuk mengatur metabolisme tubuh.

Hormon tiroid mengatur fungsi tubuh yang vital, yaitu:

Bagaimana Kelenjar Tiroid Bekerja?

Kelenjar tiroid adalah bagian dari sistem endokrin, yang terdiri dari kelenjar yang memproduksi, menyimpan, dan melepaskan hormon ke dalam aliran darah sehingga hormon dapat mencapai sel-sel tubuh. Kelenjar tiroid menggunakan yodium dari makanan untuk membuat dua hormon utama, yaitu:

  • Triiodothyronine (T3)
  • Tiroksin (T4)

Hormon T3 dan T4 dikeluarkan oleh kelenjar tiroid kemudian mengikuti aliran darah untuk mencapai hampir setiap sel dalam tubuh. Hormon ini akan mengatur kecepatan kerja dan metabolisme sel-sel. Misalnya, T3 dan T4 mengatur detak jantung dan seberapa cepat makanan diproses usus. Jadi ketika T3 dan T4 kadarnya rendah, detak jantung bisa lebih lambat dari biasanya, dan pengaruhnya terhadap pencernaan adalah sembelit dan meningkatnya berat badan. Jika T3 dan T4 kadarnya tinggi, maka detak jantung bisa lebih cepat dan pengaruhnya pada pencernaan adalah diare dan penurunan berat badan.

Oleh karena itu, sangatlah penting agar T3 dan T4 berada dalam kadar/tingkat yang tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Dua kelenjar yang ada di otak, hipotalamus dan hipofisis (pituitari) berkomunikasi untuk menjaga T3 dan T4 agar selalu seimbang.

Hipotalamus menghasilkan TSH Releasing Hormone (TRH) yang memberikan sinyal kepada hipofisis agar menghasilkan hormon thyroid stimulating hormone (TSH) yang fungsinya untuk memberitahu kelenjar tiroid agar memproduksi hormon T3 dan T4 lebih banyak atau leih sedikit sesuai kebutuhan tubuh.

Ketika T3 dan T4 kadarnya rendah dalam darah, maka kelenjar pituitari akan melepaskan lebih banyak TSH untuk memberitahu kelenjar tiroid agar menghasilkan hormon tiroid yang lebih banyak. Namun, apabila T3 dan T4 kadarnya sudah tinggi, maka hipofisis akan mengurangi pengeluaran TSH agar kelenjar tiroid memperlambat produksi hormon tiroid. Begitu seterusnya sehingga terjadi keseimbangan.

fungsi kelenjar tiroid

Jika terjadi ketidakseimbangan, maka terjadilah masalah atau penyakit, baik karena rendahnya kadar hormon tiroid (Hipotiroid) ataupun karena tingginya kadar hormon tiroid (hipertiroid) yang ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut:

Gejala Hipotiroid (hormon tiroid rendah)

  • Kesulitan tidur
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kulit dan rambut kering
  • Depresi
  • Sensitif terhadap suhu dingin
  • Menstruasi sering, atau pendarahan banyak
  • Nyeri sendi dan otot

Gejala Hipertiroid (hormon tiroid tinggi)

  • Kegelisahan
  • Lekas marah atau kemurungan
  • Gugup, hiperaktif
  • Berkeringat atau sensitif terhadap suhu tinggi (gampang gerah)
  • Tangan gemetar (tremor)
  • Rambut rontok
  • Menstruasi telat atau darah haid sedikit

Sekian yang dapat kami rangkumkan bekenaan dengan kelenjar tiroid, semoga bermanfaat.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer