Kenali Gejala Penyakit Liver Sejak Dini

Tanda-tanda dan gejala liver ada banyak sekali, karena memang ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan masalah atau penyakit pada hati. Dengan mengenali gejala penyakit liver sejak dini dan melakukan pengobatan dengan tepat, maka hal itu akan sangat berpengaruh terhadap kesembuhan, kita pun dapat mencegah agar jangan sampai penyakit liver berkembang menjadi parah.

Dalam hal penangananpun tidak semua jenis penyakit liver dapat diobati, kondisi penyakit hati yang berat seperti sirosis hati dan juga kanker hati tidak hanya membutuhkan obat-obatan, tetapi juga membutuhkan perawatan yang luar biasa sulit bahkan tak jarang pasien harus menjalani cangkok hati (transplantasi). Itulah kenapa penting sekali untuk menjaga hati kita agar selalu sehat, kalaupun sudah terkena jangan sampai kita kecolongan. Caranya bagaimana? dengan mengenali gejala liver sejak dini.

Hati adalah organ terbesar dalam tubuh yang terletak di bagian kanan atas perut di bawah diafragma. Hati adalah organ berwarna cokelat kemerahan, memiliki pernanan penting dalam tubuh yang membantu dalam pencernaan makanan, dan regulasi kadar kimia dalam darah. Hati menghasilkan cairan empedu yang membawa serta limbah-limbah dari hati, lebih lanjut cairan empedu ini berguna untuk mencerna lemak yang kita makan. Hati mengkonversi kelebihan glukosa menjadi glikogen sebagai cadangan energi, yang dapat dikonversi kembali menjadi glukosa saat kadar gula darah dalam tubuh berkurang.

Penyakit liver atau penyakit hati tentu akan mempengaruhi fungsi hati dan menyebabkan kerusakan parah. Gejala penyakit liver pada tahap awal memang terjadi secara samar-samar, oleh sebab itu bagi yang tidak sensitif atau tidak menghiraukannya bisa jatuh ke dalam gangguan liver yang berat.

gejala liver

Penyakit liver terdiri dari berbagai jenis penyakit dan kondisi yang mendasari, baik yang ringan ataupun yang berat. Gejala liver yang muncul akan sesuai dengan kondisi yang menyebabkannya.

Tanda-tanda dan Gejala Sakit Liver Sesuai Penyebabnya

1. Keracunan Acetaminophen

Acetaminophen atau obat parasetamol adalah agen analgesik umum yang sering digunakan sebagai penurun panas atau untuk mengatasi nyeri ringan. Mengambil lebih dari dosis yang ditentukan dapat menyebabkan kerusakan hati dan kelainan pada tes darah yang digunakan untuk menilai fungsi hati. Toksisitas hati terjadi ketika sejumlah kecil acetaminophen dikonversi ke produk sampingan metabolisme beracun, yang berikatan dengan protein dalam hati dan menyebabkan cedera pada sel-sel hati. Jumlah zat beracun yang dihasilkan dan kemampuan hati untuk menghapus akan menentukan tingkat kerusakan hati. Gejala liver yang disebabkannya termasuk mual, muntah, dan pada kasus yang berat, dapat terjadi penumpukan asam dalam darah.

2. Sakit Liver Akibat Alkohol

Terlalu sering mengonsumsin produk alkohol dapat menyebabkan penyakit hati alkoholik dan sering terlihat pada orang peminum berat. Kondisi ini akhirnya dapat mengarah ke sirosis hati. Gejala penyakit hati alkoholik meliputi nyeri perut, kebingungan, mulut kering, kelelahan, demam, sakit kuning, mual, dan kehilangan nafsu makan. Kondisi yang lebih parah dapat menyebabkan halusinasi, pusing, sulit berkonsentrasi, denyut jantung cepat, dan kelesuan. Penyakit hati alkoholik berkembang menjadi penyakit perlemakan hati, fibrosis, sirosis, dan hepatitis alkoholik. Konsumsi alkohol harus dihentikan agar gejala liver tersebut dapat berkurang. Diet tinggi karbohidrat dapat meminimalkan pemecahan protein dalam hati. Multivitamin yang mengandung tiamin dan asam folat bisa digunakan untuk memperbaiki gejala.

3. Penyakit kuning

Sakit kuning dianggap sebagai gejala dan bukan penyakit. Hal ini menyebabkan perubahan warna kuning pada kulit dan mata karena akumulasi bilirubin, enzim hadir dalam empedu. Penyakit kuning mungkin hasil dari kondisi yang mendasarinya seperti hepatitis autoimun, saluran empedu diblokir, hepatitis akibat obat, hepatitis kronis aktif, dll. Dan inilah yang sering kita kenal sebagai Gejala Liver pada Tahap Awal.

4. Hepatitis

Hepatitis berarti peradangan pada hati yang bisa disebabkan oleh virus ataupun obat-obatan tertentu. Virus hepatitis A, B, C, D, atau E merupakan virus penyebab hepatitis, meskipun konsumsi alkohol yang berlebihan, racun, dan beberapa obat dapat menyebabkan hepatitis. Hepatitis dapat terjadi akut atau kronis. Tanda dan gejala hepatitis termasuk nyeri perut, urin gelap, pembesaran hati, kelelahan, sakit kuning, dll.

Baca juga:

5. Fibrosis Hati 

Akibat proses peradangan yang berkepanjangan (kronis) jaringan hati bisa berserat-serat kebih kasar karena mengalami fibrosis yang menyebabkan hilangnya fungsi hati. Biasanya ini adalah kelanjutan dari hepatitis baik karena virus ataupu alkohol. Gejala liver akibat fibrosis hati termasuk sakit perut, mudah memar, kelelahan, tangan gatal, mual, edema, kelemahan, penurunan berat badan, dll.

 

4. Sirosis Hati

Sirosis hati merupakan kelanjutan dari hepatitis dan fibrosis, pada kondisi ini secara bertahap terbentuk jaringan parut yang luas pada hati yang mengganti sel-sel sehat, hati  menjadi kehilangan kekenyalannya dan mulai mengeras, menghalangi aliran darah melalui hati. Beberapa penyebab umum dari sirosis hati adalah penyakit alkohol hati, hepatitis autoimun, dan penyumbatan saluran empedu. Gejala sirosis hati termasuk sakit perut, kelelahan, urin berwarna gelap, kurang nafsu makan, gagal hati, mual, dan warna kuning pada kulit dan mata. Kerusakan hati karena sirosis sering ireversibel meskipun pengobatan bisa menunda perkembangan penyakit ini. Menghentikan penggunaan alkohol yang berlebihan dan mengikuti diet yang sehat dapat membantu pasien sirosis hati. Jaringan parut yang berlebihan dari hati yang menyebabkan kerusakan hati akan membutuhkan transplantasi hati karena memang tidak bisa kembali normal lagi.

5. Kanker Hati Primer 

Kanker hati primer dapat terjadi tanpa diketahui gejalanya sampai menjadi kondisi lanjut dan menjadi sangat berat karena gejala liver yang disebabkannya tidak mudah dikenali. Celakanya lagi kanker hati primer tidak mudah diobati dan dapat menyebabkan kematian. Kondisi ini tidak sama dengan kanker hati metastatik, yang merupakan kanker hati akibat adanya kanker dari organ lain yang menyebar ke hati. Kanker hati primer berarti kanker memang berasal dari sel-sel hati itu sendiri. Gejala kanker hati termasuk perubahan warna kuning pada kulit, sakit perut dan bengkak, pembesaran hati, kelemahan dan kelesuan, kehilangan nafsu makan bersama-sama dengan mual dan muntah. Faktor risiko kanker hati termasuk diabetes, peminuum alkohol, perokok, dan penyakit hepatitis kronis. Metode pengobatan kanker hati termasuk kemoterapi, radioterapi, transplantasi hati, dan operasi.

Lebih lanjut, silahkan baca: Kanker Hati

 

6. Penyakit Fatty Liver

Jika Anda sering mudah lelas yang disertai dengan rasa sakit di perut kanan bagian atas mungkin itu merupakan gejala penyakit liver akibat perlemakan hati. Pada tahap lanjut, penyakit perlemakan hati dapat menimbulkan gejala mual, kurang nafsu makan, gagal hati, penurunan berat badan, dll. Pasien yang gemuk dapat mengembangkan sirosis hati. Penyakit hati berlemak dapat disebabkan karena sindrom metabolik, yang dapat mencakup risiko diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Pada penyakit hati berlemak, sel-sel hati yang sehat digantikan oleh sel-sel lemak. Penyakit perlemakan hati sederhana disebut steatosis di mana hati menjadi besar karena timbunan lemak.

 

 

7. Sclerosing cholangitis

Sclerosing cholangitis adalah peradangan saluran empedu yang mengarah ke hati. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kolitis ulserativa (radang usus). Gejalanya termasuk juga infeksi saluran empedu yang menyebabkan menggigil dan demam, kelelahan, gatal-gatal, dan penyakit kuning yang parah akibat peradangan pada saluran empedu. Strategi pengobatan yang digunakan termasuk antibiotik, suplemen vitamin, dan antipruritus untuk mengurangi rasa gatal.

 

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer