Komplikasi Diabetes

Komplikasi Diabetes – Sangatlah penting bahwa setiap Orang dengan  diabetes  menyadari dan mengetahui komplikasi yang dapat terjadi sebagai akibat diabetes, agar mereka dapat mengetahui secara dini gejala awal dari setiap penyakit yang merupakan komplikasi sebelum berkembang menjadi penyakit yang lanjut.

Komplikasi diabetes melibatkan gangguan berbagai sistem tubuh. Begitu banyaknya Komplikasi Diabetes sehingga penyakt ini dijuluki sebagai “mother of diseases” alias “Induknya Penyakit”.

Komplikasi diabetes dapat terjadi selama rentang waktu yang berbeda, dari tanggal diagnosis, atau bertahun-tahun setelah diagnosis diabetes ditegakkan.

Komplikasi Diabetes yang akan dibahas disini yaitu diabates tipe 2 ( baca dulu pengetahuan dasar tentang diabetes )

Diabetes tipe 2 dapat dengan mudah untuk diabaikan, terutama pada tahap awal ketika merasa baik-baik saja alias tidak bergejala. Tapi diabetes mempengaruhi organ utama, termasuk jantung, pembuluh darah, saraf, mata dan ginjal. Mengontrol kadar gula darah tetap dalam rentang normal dapat membantu mencegah komplikasi ini.

Komplikasi diabetes mempengaruhi berbagai sistem organ

Komplikasi diabetes mempengaruhi berbagai sistem organ

Meskipun komplikasi jangka panjang dari diabetes berkembang secara bertahap, mereka akhirnya dapat menonaktifkan atau bahkan mengancam jiwa. Beberapa komplikasi potensial dari diabetes meliputi:

Jantung dan penyakit pembuluh darah. Diabetes secara dramatis meningkatkan risiko berbagai masalah kardiovaskular, termasuk penyakit arteri koroner dengan nyeri dada (angina), serangan jantung, stroke, penyempitan arteri (aterosklerosis) dan tekanan darah tinggi. Risiko stroke adalah dua sampai empat kali lebih tinggi pada penderita diabetes, dan tingkat kematian akibat penyakit jantung adalah dua sampai empat kali lebih tinggi untuk orang-orang dengan diabetes dibandingkan dengan orang tanpa penyakit ini, menurut American Heart Association.

Kerusakan saraf (neuropati). Kelebihan gula ini bisa melukai dinding pembuluh darah kecil (kapiler) akibatnya mempengaruhi saraf, terutama di kaki. Hal ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, terbakar atau nyeri yang biasanya dimulai di ujung jari-jari kaki atau jari dan secara bertahap menyebar ke atas. Gula darah yang Kurang terkontrol pada akhirnya dapat menyebabkan kehilangan semua rasa pada tungkai yang terkena. Kerusakan saraf yang mengendalikan pencernaan dapat menyebabkan masalah dengan mual, muntah, diare atau sembelit. Untuk pria, disfungsi ereksi mungkin menjadi masalah.

Kerusakan ginjal (nefropati). Ginjal mengandung jutaan cluster pembuluh darah kecil  sebagai filter limbah dari darah. Diabetes dapat merusak sistem penyaringan halus ini. Kerusakan parah dapat menyebabkan gagal ginjal atau  penyakit ginjal stadium akhir yang irreversible, yang memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.

Kerusakan mata. Diabetes dapat merusak pembuluh darah retina (retinopati diabetik), berpotensi menyebabkan kebutaan. Diabetes juga meningkatkan risiko lainnya kondisi penglihatan yang serius, seperti katarak dan glaukoma.

Kerusakan Kaki. Kerusakan saraf di kaki atau aliran darah yang buruk ke kaki meningkatkan risiko berbagai komplikasi padan kaki. Jika tidak diobati, luka dan lecet dapat menjadi infeksi yang serius. Kerusakan parah mungkin memerlukan perawatann kaki,  atau bahkan amputasi kaki.

Kulit dan mulut. Diabetes dapat membuat Anda lebih rentan terhadap masalah kulit, termasuk infeksi bakteri dan jamur. Infeksi gusi juga dapat menjadi perhatian, terutama jika Anda memiliki riwayat kesehatan gigi yang buruk.

Osteoporosis. Diabetes dapat menyebabkan  kepadatan tulang berkurang, meningkatkan risiko osteoporosis.

Penyakit Alzheimer. Diabetes tipe 2 dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dan demensia vaskular. Jadi apa hubungan diabetes dengan dua kondisi ini? Masalah kardiovaskular yang disebabkan oleh diabetes dapat berkontribusi untuk terjadinya demensia dengan memblokir aliran darah ke otak atau menyebabkan stroke.

Gangguan pendengaran. Diabetes juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Itulah beberapa komplikasi diabetes yang utama, selalu kontrol gula darah anda dalam rentang normal agar komplikasi tersebut tidak terjadi.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer