Kram Perut – Penyebab, Bahayanya dan Pengobatannya

Seseorang yang mengalami kram perut akan merasakan sakit perut yang luar biasa, melilit, seolah diremas-remas, sebentar muncul sebentar reda, jika dibuat grafik seperti bergelombang. Ketika rasa sakit itu datang tak jarang penderitanya memegang bagian perut sambil menekuk tubuh seraya berteriak kesakitan.. aduh… tolong dok..!

Kram perut atau dalam istilah medis disebut colic abdomen merupakan istilah umum yang menggambarkan rasa sakit perut melilit akibat kontraksi otot polos yang terdapat pada organ dalam rongga perut atau Abdomen yang meliputi banyak organ, termasuk lambung, usus, kandung empedu, pankreas, esofagus, Ginjal, ureter serta rahim dan juga organ reproduksi wanita lainnya.

obat kram perut

aduh.. atit eyutt…!

Bagi siapa saja yang mengalami atau menyaksikannya, tentu penasaran sebenarnya apa penyebab kram perut itu? apakah berbahaya? dan bagaimana penanganannya?

Penyebab Kram Perut

Meskipun sebagian besar kasus kram perut disebabkan oleh penyakit ringan, namun kram yang parah kadang-kadang bisa menjadi tanda atau gejala dari kondisi yang lebih serius. Kram perut yang ringan sampai sedang biasanya merupakan gejala dari masalah pencernaan atau menstruasi, namun rasa sakit yang lebih parah dapat disebabkan oleh kanker, peradangan organ, atau gangguan yang berhubungan dengan kehamilan.

Masalah Pencernaan
Kram perut dapat disebabkan oleh infeksi, keganasan (kanker), peradangan, trauma, obstruksi, dan proses abnormal lainnya dari organ pencernaan. Kondisi yang relatif ringan seperti gangguan pencernaan dan stres dapat menyebabkan kram perut. Di samping itu kondisi lain yang lebih serius dan mengancam jiwa seperti trauma, radang usus buntu, dan kanker kolorektal juga dapat menyebabkan kram perut.

Secara lebih lengkap berikut penyakit penyakit atau kondisi medis yang menjadi penyebab karam perut:

  • Penyumbatan Usus atau obstruksi
  • Apendisitis (radang usus buntu)
  • Penyakit celiac (sensitivitas terhadap gluten dari gandum dan biji-bijian lain yang menyebabkan kerusakan usus)
  • Kanker kolorektal
  • Sembelit atau konstipasi
  • Intoleransi makanan atau alergi makanan
  • Keracunan makanan, seperti makanan yang mengandung kuman Salmonella penyebab tifus
  • Gastritis dan viral gastroenteritis (infeksi virus pada saluran pencernaan, juga disebut flu lambung atau flu usus)
  • Penyakit radang usus (termasuk penyakit Crohn dan kolitis ulserativa) dan diverticulitis (radang kantong abnormal pada usus besar)
  • Irritable bowel syndrome (IBS, ketidaknyamanan pencernaan yang tidak menyebabkan kerusakan usus atau penyakit serius)
  • Penyakit hati (termasuk hepatitis, sirosis dan gagal hati) dan penyakit kandung empedu (termasuk batu empedu dan cholecystitis, radang kandung empedu)
  • Pankreatitis (radang pankreas)

Karam perut yang berkaitan dengan Ginekologi (Alat Reproduksi Wanita)
Kram perut pada wanita memiliki kemungkinan penyebab yang lebih banyak karena perempuan memiliki organ reproduksi yang juga berpotensi menyebabkan kram perut. Antaralain:

Penyebab Lain Kram Perut
Kram perut juga bisa disebabkan oleh masalah dalam sistem tubuh selain saluran pencernaan dan organ ginekologi termasuk:

  • Trauma abdomen
  • Aneurisma aorta abdominal
  • Tumor abdomen, massa atau abses (kumpulan nanah yang disebabkan oleh infeksi)
  • Gagal jantung kongestif akut
  • Peritonitis (infeksi pada lapisan perut bagian dalam)
  • Infeksi kandung kemih
  • Penyakit ginjal (termasuk batu ginjal dan gagal ginjal)
  • Efek samping obat-obatan (seperti obat-obat kemoterapi, antibiotik, dan natrium fosfat)
  • Akibat olahraga berlebihan
  • Stres, kecemasan atau ketakutan
  • Eksposur zat beracun (konsumsi bahan kimia beracun atau tanaman beracun, atau gigitan serangga beracun)

Apa potensi komplikasi atau bahaya kram perut?

Komplikasi kram perut dapat bersifat progresif dan bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Karena kram perut dapat disebabkan oleh penyakit serius, kegagalan untuk mencari pengobatan dapat mengakibatkan komplikasi dan kerusakan permanen. Oleh karena itu periksalah ke dokter jika Anda mengalami kram perut yang terus-menerus atau gejala yang tidak biasa lainnya. Setelah penyebab yang mendasari didiagnosis, ikutilah rencana pengobatan yang dianjurkan oleh dokter sehingga dapat membantu mengurangi komplikasi atau bahaya potensial kram perut antara lain:

  • Dehidrasi karena keinginan untuk minum cairan menurun atau kehilangan cairan akibat diare dan demam
  • Hepatic encephalopathy (kebingungan dan perubahan lain yang dapat menyebabkan koma)
  • Infertilitas (kemandulan)
  • Gagal ginjal
  • Gagal hati
  • Keguguran
  • Kekurangan Nutrisi dan vitamin karena tidak nafsu makan
  • Penyebaran kanker
  • Penyebaran infeksi

Mengobati Kram Perut

  • Pengobatan kram perut akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Namun secara umum kram perut dapat diobati dengan aman menggunakan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas seperti acetaminophen dan ibuprofen, meskipun mereka tidak aman untuk orang dengan kondisi tertentu, seperti ulcus dan penyakit hati.
  • Kram perut akibat gas atau gangguan pencernaan sering kali dapat dikurangi dengan obat maag atau antasida.
  • Beberapa orang juga sering menggunakan bantalan pemanas atau botol air panas untuk mengobati kram perut, terutama pada kram menstruasi.
  • Untuk penyakit yang belum ditemukan obatnya, seperti IBS, dokter biasanya meresepkan obat antispasmodic atau antidiare untuk meringankan gejala yang ada.

Namun ingat, Siapa saja yang mengalami kram perut parah atau berkepanjangan, muntah, sembelit, atau BAB berdarah maka harus memeriksakannya ke dokter.

 

10 Komentar

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer