Kutu Air di Tangan? Ketahui Penyebab dan Obatnya

Kutu air sering menyerang sela-sela jari kaki yang disebut sebagai tinea pedis, ini merupakan infeksi jamur yang ditandai dengan kulit gatal dan bersisik. Meskipun paling sering terjadi pada kaki, kutu air juga bisa mengenai tangan, kutu air di tangan disebut sebagai tinea manuum, dan inilah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.

Kutu air di tangan sering terjadi ketika seseorang lupa mencuci tangan setelah menyentuh daerah kulit yang terinfeksi jamur, misalnya kutu air di kaki, penyakit kurap di kulit, dan sebagainya. Jamur lebih senang tinggal di tempat yang lembab dan bagian kulit yang tipis, sehingga kutu air di tangan lebih sering menyerang sela-sela jari dan telapak tangan yang sering berkeringat. Baca juga: Telapak Tangan dan Telapak Kaki Berkeringat

kutu air di tangan mediskus

Penyebab Kutu Air di Tangan

# Kontak Kulit

Jamur penyebab kutu air mudah ditransfer dari kontak kulit ke kulit, sehingga hanya menyentuh orang yang terinfeksi membuat Anda rentan tertular. Selain itu, jika Anda memiliki infeksi jamur di tempat lain pada tubuh seperti paha atau kaki, maka Anda akan lebih berisiko.

# Kontak dengan Hewan atau Tanah

Jika Anda sering bersentuhan dengan hewan, misalnya, memiliki hewan piaraan yang sering Anda sentuh, maka peluang Anda untuk terkena kutu air di tangan menjadi meningkat. Orang-orang yang bekerja dengan tanah, seperti petani dan tukang kebun, juga cenderung lebih mudah terkena.

# Pemakaian Bersama-sama Barang Pribadi

Jamur penyebab kutu air di tangan bisa mudah menular melalui menyentuh barang-barang orang lain yang terinfeksi, misalnya sikat rambut, tempat tidur atau handuk. Risiko meningkat jika salah satu penggunanya jelas-jelas memiliki penyakit jamur baik pada kulit ataupun tangan dan kaki. Orang yang memiliki kulit sensitif karena menderita dermatitis atau eksim juga lebih rentan terkena.

Kenali Gejalanya

Gejala utama kutu air ditangan adalah ruam gatal pada tangan dan jari. Anda juga mungkin mengalami:

  • Rasa terbakar atau gatal yang ringan sampai berat
  • kulit kering dan mengelupas (paling sering terjadi pada infeksi jamur anthropophilic)
  • lepuhan kecil, yang mungkin mengeluarkan nanah
  • perubahan warna kulit, terutama ketika ruam menyembuh
  • tanda seperti cincin dengan warna merah dan menimbul pada tepi perbatasan dan ditengahnya seperti menyembuh.

Kutu air di tangan bisa sulit didiagnosis karena sering mirip dengan penyakit lainnya seperti scabies atau kudis, dermatitis, dan psoriasis. Jika infeksi jamur telah menyebar ke kuku, membuat kuku menebal dan rapuh, itu dikenal sebagai tinea unguium si jamur kuku.

Obat Kutu Air di Tangan

Berikut adalah beberapa pengobatan rumah yang dapat Anda coba untuk mengobati kutu air di tangan.

1. Tea Tree Oil

Minyak pohon teh merupakan agen antijamur yang efektif yang dapat membunuh infeksi dan mencegah penyebaran. Sediakan semangkuk air dan tambahkan 10 tetes minyak tea tree oil. Rendam tangan Anda selama 10 menit dan kemudian benar-benar keringkan. Anda juga dapat menggosok beberapa tetes minyak pohon teh yang diencerkan ke daerah tangan yang terinfeksi.

2. Cuka Sari Apel dan Garam

Infeksi jamur tidak dapat bertahan hidup dalam kondisi asam, sehingga cuka sari apel akan bermanfaat mengusir jamur di tangan. Campurkan air hangat dengan ½ cangkir cuka sari apel dan 2 sendok makan garam. Anda bisa merendam tangan Anda dalam larutan ini atau menggunakannya sebagai obat semprot atau bisa juga mencelupkan kain ke dalamnya dan menyeka daerah yang terkena setelah mandi.

3. Povidone-Iodine

Povidone-Iodine atau obat merah yang sering digunakan untuk mengolesi luka bisa juga digunakan sebagai obat kutu air di tangan, karena kandungan iodine dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Campurkan beberapa tetes Povidone-Iodine ke dalam mangkuk air hangat dan rendam tangan Anda dua kali sehari selama 20 menit.

4. Hidrogen Peroksida

Hidrogen peroksida adalah agen antibakteri dan antijamur yang kuat. Ambil 1 mangkuk air hangat bersih dan menambahkan 1-2 sendok hidrogen peroksida 3%. Rendam tangan Anda selama 20-30 menit setiap pagi dan malam. Sadarilah bahwa ini mungkin akan terasa pedih menyengat, terutama jika ada retakan pada kulit.

5. Cream Antijamur buatan sendiri

Membuat pasta menggunakan 3 sendok makan cuka dan ½ cangkir baking soda, campur hingga rata. Setelah menjadi pasta, gosokkan ke daerah tangan yang terinfeksi setidaknya tiga kali sehari selama seminggu atau sampai ruam menghilang. Sebaiknya jaga campuran ini agar tetap dingin di lemari es dan menggunakan aplikator sekali pakai untuk menghindari kontaminasi.

6. Obat Jamur Krim

Ada banyak obat antijamur yang merupakan obat kutu air, termasuk salep, krim, bubuk dan semprotan. Untuk menggunakan krim anti jamur, pastikan kulit Anda kering. Oleskan obat langsung ke ruam dan 4-6 cm pada kulit sehat di sekitarnya yang mungkin telah terinfeksi tanpa menunjukkan gejala apapun. Tetap menggunakan obat jamur sampai dua minggu setelah ruam menghilang, tujuannya agar infeksi tidak dapat kembali karena keberadaan spora jamur di kulit.

7. Obat Anti Jamur Pil

Dalam beberapa kasus, terutama jika kutu air di tangan tak kunjung sembuh atau resisten terhadap obat krim seperti di atas, maka Anda mungkin perlu mengambil pil anti-jamur oral yang diresepkan oleh dokter, seperti flukonazol, terbinafine, atau itrakonazol hingga sebulan. Sebelum menggunakan antijamur, Anda akan menjalani tes darah untuk memeriksa fungsi hati. Jika Anda juga memiliki infeksi jamur di kuku, maka mungkin perlu perawatan yang lebih intensif.

Untuk lebih mengetahui jenis obatnya silahkan baca: Obat kutu Air paling Ampuh

Peringatan! Gunakan salah satu saja, kecuali Anda sudah berkonsultasi dengan dokter sebelumnya.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer