Memahami Arti Lesi Dalam Dunia Kedokteran

Lesi adalah kerusakan atau ketidaknormalan setiap bagian atau jaringan di dalam tubuh. Hal ini dapat terjadi akibat proses suatu penyakit seperti cedera fisik, kimiawi, dan elektris; penyakit autoimun, infeksi, dan masalah metabolisme. Karena lesi dapat terjadi di begitu banyak bagian tubuh dan jenis jaringan yang berbeda, maka masing-masing akan memiliki banyak penyebab dan cara diagnosis serta pengobatan yang berbeda pula.

Kebanyakan lesi secara luas dikategorikan berdasarkan bagian tubuh mana yang terlibat – misalnya, lesi kulit dan mulut adalah beberapa jenis yang paling umum – tapi ada juga cara yang lebih spesifik dalam mengkategorikannya misalnya lesi lidah, bibir, gusi yang merupakan pecahan dari lesi mulut. Efek atau gejala lesi yang ditimbulkan dari setiap jaringan tertentu akan tergantung pada lokasi, jenis, dan ukurannya.

lesi adalah

# Lesi Kulit

Lesi kulit dapat berupa primer, yang berarti bahwa terjadi pada kulit normal yang mengalami perubahan dalam warna atau tekstur kulit; atau lesi sekunder, merupakan lesi yang muncul setelah kulit mengalami lesi primer. Lesi kulit primer contohnya kemerahan, tahi lalat, tanda lahir, dan gatal-gatal, sementara sisik-sisik di atas kulit yang meradang, retakan pada kulit yang kering, borok kulit, koreng, dan likenifikasi merupakan jenis lesi sekunder pada kulit. kelainan kulit juga dapat dikategorikan berdasarkan ukuran, penampilan, dan apakah itu bersifat kanker atau non-kanker.

Saat ini jenis lesi kulit bisa disebabkan oleh banyak hal yang berbeda sehingga harus diperlakukan sesuai penyebabnya. Jika disebabkan oleh penyakit menular, maka dokter biasanya mencoba untuk mengobati penyebabnya terlebih dahulu daripada lesi itu sendiri. Salah satu contoh menggunakan antibiotik untuk mengusir infeksi penyebab, misalnya salep antibiotik. Bersamaan dengan itu, gejala lesi seperti iritasi dan kemerahan juga perlu di atasi, misalnya dengan membrikan krim kortisol. Dalam banyak kasus, pengobatan juga diperlukan untuk kerusakan kulit yang tidak berbahaya, tujuannya adalah masalah kosmetik semata: misalnya, menghilangkan tahi lalat.

Meskipun sebagian besar lesi kulit tidak berbahaya, namun harus waspada karena beberapa dapat menjadi indikator kanker kulit. Sebagai contoh, tahi lalat atau tanda lahir yang memiliki permukaan tidak rata atau warnanya yang berubah bisa menjadi tanda resiko kanker kulit.

# Lesi Mulut

Lesi mulut oral adalah semua jenis kelainan pada jaringan yang ada di dalam mulut, seperti karies gigi atau gigi berlubang, lepuh herpes, ulkus atau sariawan, radang gusi, dan peradangan dari infeksi jamur. Penyebabnya ada banyak sekali, terutama masalah kebersihan mulut yang buruk. Orang yang merokok atau mengunyah tembakau juga lebih berisiko memiliki lesi mulut yang berbahaya seperti kanker mulut dan lidah.

Oleh sebab itu, kebersihan gigi dan mulut yang baik dapat sangat efektif dalam mencegah berbagai jenis lesi oral. Namun apabila sudah terlanjur terjadi, maka upaya penanganan masih bisa dilakukan.

Seperti halnya pada lesi kulit, pengobatan untuk lesi oral umumnya difokuskan untuk mengobati penyebab yang mendasari. Beberapa masalah pada mulut dapat diobati, seperti infeksi radang gusi dan sariawan, tetapi yang lain, seperti lepuh herpes, tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Untuk kondisi yang dapat diobati, dokter gigi mungkin menyarankan pasien untuk menggunakan obat kumur, gel, pasta gigi, dan sebagainya. Lesi yang mempengaruhi jaringan bagian dalam mulut, seperti kanker mulut, mungkin harus diangkat dengan cara operasi. Debridement, suatu prosedur untuk membuang jaringan mati, juga dapat digunakan ketika jaringan rusak parah, bersama dengan antibiotik untuk mengendalikan infeksi.

# Lesi Otak

Lesi otak terkait dengan berbagai kondisi, termasuk penyakit Alzheimer, meningitis, multiple sclerosis, dan cerebral palsy. Tumor, trauma fisik, dan penuaan juga dapat menyebabkan kerusakan, seperti perdarahan dan stroke. Faktor lingkungan, seperti paparan racun, juga dapat menyebabkan kelainan otak.

Tergantung pada penyebab kerusakan, dokter mungkin dapat mengobati beberapa jenis lesi otak. Misalnya, abses otak sering dapat diobati dengan antibiotik atau obat antijamur. Kelainan lain dapat menyebabkan kerusakan permanen dan tidak dapat diobati, misalnya pada kasus penyakit Alzheimer. Namun terkadang, masih ada cara untuk mengobati gejala yang disebabkan oleh kerusakan yang minimal, seperti dalam kasus stroke ketika cepat ditangani. Lokasi kerusakan juga dapat berdampak pada pengobatan – misalnya, sering kali lebih sulit untuk mengobati tumor yang terletak jauh di dalam otak dibandingkan yang lebih dekat ke permukaan.

# Lesi Paru-paru

Sebagian besar lesi paru-paru disebabkan oleh salah satu penyakit bakteri atau virus atau kanker. Terkadang kista, lubang, atau jaringan parut bisa terbentuk di dalam paru-paru. Ada juga beberapa jenis kelainan paru-paru bawaan, termasuk Congenital Cystic Adenomatoid Malformasi (CCAM). TBC juga menyebabkan lesi paru-paru baik berupa peradangan, kematian jaringan, sampai kerusakan paru.

Sayangnya banyak yang memiliki masalah pada paru-paru namun meraja tidak menyadarinya, dan hanya mengetahui ketika menjalani medical check up ataupun tes diagnostik seperti Magnetic Resonance Imaging ( MRI) yang sebenarnya dilakukan untuk kondisi lain.

Penanganan lesi paru juga bervariasi, mulai dari operasi dan kemoterapi dalam kasus kanker, terapi antibiotik dalam kasus tuberkulosis, dan lain-lain. Tidak merokok dan menghindari faktor-faktor lingkungan seperti polusi udara dan zat asbes dapat membantu mencegah kerusakan paru-paru.

Setiap orang bisa saja mengalami lesi di bagian tubuh mana saja; hati, pankreas, alat kelamin, usus, ginjal, tulang, mata, dan kantong empedu semua bisa terpengaruh.Tidak hanya jaringan, sel dan molekul tubuh juga bisa mengalami lesi, seperti dalam kasus penyakit anemia sel sabit.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer