Mencegah Penyakit Batu Ginjal

Jika pada kesempatan sebelumnya telah saya bahas tentang pengobatan batu ginjal, maka terasa belum lengkap tanpa adanya pembahasan mengenai cara mencegah batu ginjal. Hal ini saya anggap sangat penting agar anda dapat mengatasi masalah batu ginjal dengan tuntas tanpa rasa sakit akibat batu ginjal  yang kembali muncul.

Pencegahan batu ginjal ini sangat penting terutama bagi mereka yang sebelumnya pernah mengalami sakit batu ginjal, karena mereka lebih berisiko untuk timbul batu ginjal lagi jika tidak pandai-pandai mencegahnya. Namun juga bermanfaat bagi siapa saja sebagai sumber pengetahuan dan agar jangan sampai terjadi, bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati, iya khan?!

Untuk mencegah batu ginjal diperlukan perubahan gaya hidup yang mungkin sebelumnya adalah buruk sehingga terbentuklah batu ginjal untuk itu perlu juga mengetahui apa saja penyebab batu ginjal. Disamping itu mungkin juga diperlukan obat-obatan untuk mencegah batu ginjal.

Baiklah, mari kita bahas satu persatu.

Perubahan gaya hidup untuk mencegah batu ginjal

Gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko batu ginjal, antara lain:

Banyak Minum Putih.

Bagi orang dewasa yang pernah memiliki batu ginjal, dokter biasanya merekomendasikan minum air putih sekitar 2,5 liter per hari. Jika ia tinggal di iklim panas dan kering atau sering olahraga dan berkeringat banyak, maka dianjurkan minum lebih banyak lagi. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa cairan tubuh sudah tercukupi? Caranya cukup simpel, yakni lihatlah urin Anda, jika urin berwarna jernih dan banyak maka cairan sudah cukup. Sebaliknya jika terlalu jarang kebelet kencing dari biasanya dan urin berwarna pekat kuning-kecoklatan maka berarti Anda kurang cairan.

mencegah batu ginjal dengan air putih

Banyak minum air putih dapat mencegah batu ginjal

Kurangi makanan kaya oksalat.

Jika Anda pernah dan cendrung mengalami batu kalsium oksalat, maka Anda harus membatasi makanan kaya oksalat. Contoh makan yang mengandung tinggi oksalat termasuk bayam, ubi jalar, kacang-kacangan, teh, coklat dan produk kedelai.

Diet rendah garam dan protein hewani.

Mengurangi jumlah garam pada makanan dan memilih sumber protein non-hewani, seperti kacang-kacangan.

Suplemen kalsium

Kalsium yang terkandung dalam makanan bisanya aman, tapi Anda harus berhati-hati dengan suplemen kalsium. Kalsium dalam makanan tidak memiliki efek pada risiko batu ginjal. Terus makan makanan yang kaya kalsium kecuali dokter Anda menyarankan sebaliknya. Tanyakan kepada dokter Anda sebelum mengonsumsi suplemen kalsium, karena kaitanya dengan peningkatan risiko batu ginjal.

Obat-obatan untuk Mencegah Batu Ginjal

Obat-obatan dapat mengontrol jumlah mineral dan asam dalam urin dan dapat membantu mencegah pembentukan beberapa jenis batu ginjal. Jenis obat yang diresepkan dokter akan tergantung pada jenis batu ginjal yang Anda miliki. Berikut beberapa contoh obat batu ginjal sesuai jenisnya :

Batu kalsium. Untuk membantu mencegah pembentukan batu kalsium, bisa digunakan obat diuretik thiazide atau obat yang mengandung fosfat.

Batu asam urat. Untuk mencegah pembentukan batu asam urat dapat digunakan allopurinol (Zyloprim, Aloprim) untuk mengurangi kadar asam urat dalam darah dan urin. Dalam beberapa kasus, allopurinol dan agen zat basa dapat melarutkan batu asam urat.

Batu Struvite. Untuk mencegah batu struvite, diperlukan strategi untuk menjaga urin agar bebas dari bakteri yang menyebabkan infeksi. Penggunaan jangka panjang antibiotik dalam dosis kecil dapat membantu mencapai tujuan ini. Misalnya, dokter dapat merekomendasikan antibiotik sebelum dan selama beberapa saat setelah operasi untuk mengobati batu ginjal.

Batu sistin. Batu sistin tergolong sulit untuk mengobati. Dokter mungkin menyarankan agar Anda minum lebih banyak cairan sehingga menghasilkan lebih banyak urin. Jika itu saja tidak membantu, dokter mungkin juga meresepkan obat yang menurunkan jumlah sistin dalam urin Anda.

Demikianlah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah batu ginjal, semoga bermanfaat dan selalu sayangilah ginjal Anda.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer