Mengatasi Demam / Panas Pada Anak

Mengatasi Demam / Panas Pada Anak – Tidak semua demam / panas pada anak perlu diobati. Dan dalam banyak kasus, demam harus ditangani hanya jika itu menyebabkan ketidaknyamanan anak, misalnya rewel.

Berikut adalah cara untuk meringankan gejala demam / panas dan gejala yang menyertainya :

  • Jika anak rewel atau muncul tidak nyaman, Anda dapat memberikan Parasetamol (acetaminophen) atau ibuprofen berdasarkan rekomendasi paket untuk usia atau berat badan. (Kecuali diinstruksikan oleh dokter, jangan pernah memberikan aspirin kepada anak karena berhubungan dengan sindrom Reye, sebuah penyakit langka tapi berpotensi fatal.) Jika Anda tidak tahu dosis yang dianjurkan atau anak Anda lebih muda dari 2 tahun, konsultasikan dengan dokter berapa dosis obat  yang tepat. Baca Obat Demam yang Tepat

    ilustrasi demam pada anak

  • Ketika mandi gunakan air hangat, air dingin dapat menyebabkan menggigil, yang sebenarnya meningkatkan suhu tubuh. Jangan gunakan alkohol (dapat menyebabkan keracunan ketika diserap melalui kulit) atau es kemasan / mandi dingin (karena dapat menyebabkan menggigil yang dapat meningkatkan suhu tubuh).
  • Gunakan pakaian ringan dan tutup dengan sehelai kain atau selimut. Memakai pakaian terlalu banyak dan terlalu tebal dapat mencegah panas tubuh keluar ke lingkungan sekitar dan malah dapat menyebabkan suhu tubuh semakin naik.
  • Pastikan kamar tidur anak Anda pada suhu yang nyaman – tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Memberi banyak cairan (minum) untuk mencegah dehidrasi – demam akan menyebabkan anak kehilangan cairan lebih cepat. Air, sup, dan susu adalah pilihan yang baik.
  • Hindari minuman yang mengandung kafein, termasuk cola dan teh, karena mereka dapat menyebabkan peningkatan urinasi (kencing — malah bikin dehidrasi).
  • Jika anak Anda juga muntah-muntah dan / atau mengalami diare, tanyakan pada dokter jika akan memberikan elektrolit (rehidrasi) karena harus dengan larutan khusus yang dibuat untuk anak-anak.
  • Secara umum, biarkan anak Anda makan apa yang dia inginkan (dalam jumlah yang wajar) tetapi jangan memaksa makan jika anak Anda tidak merasa seperti itu.
  • Pastikan anak Anda banyak beristirahat. Tinggal di tempat tidur sepanjang hari tidak diperlukan, tapi anak yang sakit harus cukup istirahat.

Kapan Harus Menghubungi Dokter ?

  • Bayi lebih muda dari 3 bulan dengan suhu rektal  100,4°F (38°C) atau lebih tinggi
  • Anak usia diatas 3 bulan dengan suhu lebih tinggi dari 102,2°F (39°C)

Hubungi dokter jika anak yang lebih tua mengalami demam / panas kurang dari 102,2°F (39°C) tetapi juga:

  • Tidak mau makan dan minum
  • Mengalami diare persisten atau muntah berulang
  • Memiliki tanda-tanda dehidrasi (buang air kecil kurang dari biasanya, tidak mengeluarkan air mata ketika menangis, kurang waspada dan kurang aktif dari biasanya)
  • Memiliki keluhan tertentu (misalnya, sakit tenggorokan atau sakit telinga)
  • Masih mengalami demam setelah 24 jam (pada anak-anak dibawah 2 tahun) atau 72 jam (pada anak-anak diatas 2 tahun)
  • Mengalami demam berulang, bahkan jika hanya turun beberapa jam setiap malam
  • Memiliki masalah kesehatan kronis seperti penyakit jantung, kanker, lupus, atau anemia sel sabit
  • Terdapat ruam pada kulit
  • Mengalami sakit ketika buang air kecil

Carilah perawatan darurat (UGD) jika anak demam / panas disertai dengan tanda-tanda Berikut:

  • Dihibur menangis
  • Lekas marah
  • Lesu dan kesulitan bangun
  • Ruam atau bintik-bintik ungu yang terlihat seperti memar pada kulit (yang tidak ada sebelum anak jatuh sakit)
  • Biru pada bibir, lidah, atau kuku
  • Leher kaku
  • Sakit kepala hebat
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri perut

Demikianlah cara-cara yang tepat yang harus dilakukan ketika anak demam.

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya:

Tulis Komentar / Konsultasi tentang Mengatasi Demam / Panas Pada Anak

Bisa via Facebook atau Google+ yang berada di bawah, tapi Mohon maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan "obatnya apa?", karena dokter tidak dapat memberi terapi tanpa memeriksa terlebih dahulu. Terimakasih atas kunjungannya :)

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer