Miopi (Rabun Jauh) – Gejala, Penyebab, Pengobatan

Rabun jauh, atau Miopia adalah gangguan tajam penglihatan atau mata kabur yang paling banyak dialami saat ini, miopi disebut juga sebagai mata minus. Berdasarkan studi semakin kesini jumlah penderitanya semakin banyak, terutama menyerang usia muda, mungkin ada keterkaitan miopi dengan maraknya penggunaan gadget seperti smartphone dan tablet belakangan ini.

Meskipun penyebab pasti rabun jauh belum diketahui, banyak dokter mata menduga bahwa mata minus memiliki kaitan yang erat dengan kelelahan mata akibat dari penggunaan komputer dan hal-hal lain yang membutuhkan melihat fokus dalam jarak dekat misalnya membaca buku dalam waktu yang lama atau menggunakan smartphone, ditambah lagi dengan kecenderungan genetik untuk miopi.

Tanda-tanda dan Gejala Miopi (Rabun Jauh)

Jika seseorang memiliki rabun jauh, maka biasanya akan mengalami kesulitan membaca marka (tanda-tanda) jalan, tulisan-tulisan berjarak jauh dan kseulitan melihat benda-benda jauh dengan jelas, namun akan masih dapat melihat dengan jelas pada jarak dekat, misalnya membaca dan menggunakan komputer.

Tanda dan gejala miopia lainnya termasuk menyipitkan mata saat melihat objek yang jauh, ketegangan mata dan sakit kepala. Perasaan lelah saat berkendara atau bermain olahraga juga bisa menjadi gejala dari rabun jauh yang tidak dikoreksi, misalnya tidak menggunakan kaca mata.

Mata minus atau miopi ini juga bisa bertambah, misalnya saat beberapa tahun yang lalu Anda menggunakan kacamata minus sebagai koreksi bisa melihat dengan jelas, namun lama kelamaan penglihatan kembali rabun seperti sebelum menggunakan kaca mata. Pada kondisi seperti ini, maka Anda harus periksa ulang untuk mendapatkan resep kaca mata yang lebih kuat. Misalnya yang duhulu mata minus 0.5 ditingkatkan menjadi minus 1.

Apa Penyebab Miopia?

Miopia terjadi ketika bola mata terlalu panjang, relatif terhadap kekuatan fokus kornea dan lensa mata. Hal ini menyebabkan fokus cahaya yang masuk jatuh pada titik di depan retina, padahal mata normal mengharuskan bayangan jatuh tepat dipermukaan retina.

Rabun jauh juga dapat disebabkan oleh kornea dan / atau lensa yang terlalu melengkung relatif terhadap panjang bola mata. Dalam beberapa kasus, penyebab miopi adalah kombinasi dari faktor-faktor di atas.

miopi rabun jauh mata minus

miopi sebelum dan setelah dikoreksi

Miopia biasanya dimulai pada masa kanak-kanak dan seseorang akan memiliki risiko lebih tinggi jika orang tuanya juga mengalami rabun jauh. Dalam kebanyakan kasus, rabun jauh bisa sembuh sendiri pada awal masa dewasa tapi kadang-kadang mata minus terus berlanjut menjadi bertambah seiring usia.

Cara Mengobati Mata Minus

Rabun jauh atau mata minus dapat dikoreksi dengan kacamata, lensa kontak atau bedah refraktif. Apapun yang akan dilakukan tujuannya adalah sama, yaitu agar bayangan objek atau cahaya jatuh tepat dipermukaan retina. Jika yang digunakan adalah kata mata atau lensa kontak, maka membutuhkan lensa yang negatif (makanya disebut dengan mata minus) atau konkaf (lensa cekung) agar cahaya jatuh lebih jauh, berbeda dengan lensa cembung (konveks) yang membuat cahanya mengumpul dan jatuh lebih dekat, maka dari itu lensa cembung digunakan untuk rabun dekat (mata plus) dan sebaliknya lensa cekung digunakan untuk rabuh jauh (mata minus).

Pada miopi, akan ditemui resep kacamata atau lensa kontak dengan tanda minus (-). Semakin tinggi angka dibelakang minus, maka semakin berat berat derajat rabun jauhnya. Sebagai contoh, minus 1 (-1) berarti lebih parah dibanding minus 0,5 (-0,5), dan begitu seterusnya.

Tergantung pada derajat miopi, seseorang mungkin harus memakai kacamata atau lensa kontak sepanjang hari atau hanya memakainya ketika membutuhkan, seperti saat sekolah atau kuliah, melihat papan tulis, ketika mengemudi, atau menonton film.

Bedah refraktif dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan mata minus tanpda menggunakan kacamata atau lensa kontak. Prosedur yang paling umum dilakukan dengan laser.

  • Laser PRK (photorefractive keratectomy) – menghilangkan lapisan jaringan kornea, mulai dari tepi terluarnya sehingga kornea menjadi rata (disesuaikan dengan derajat rabun jauhnya) sehingga memungkinkan cahaya lebih fokus jatuh ke permukaan retina.
  • Operasi LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis)-  lapisan luar di angkat tetapi tetap dipertahankan (flap), kemudian laser mengikis beberapa jaringan kornea di bawahnya, dan kemudian flap dikembalikan ke posisi semula (lapisan terluar kornea dibungkuskan kembali).

Baca juga: Cara Menyembuhkan Mata Minus atau Rabun Jauh Paling Manjur

Kita tidak dapat mencegah rabun jauh. Namun untungnya, beberapa studi menunjukkan bahwa masih mungkin untuk memperlambat perkembangannya. Lindungilah mata kita dari miopi dengan mengikuti tips berikut:

  • Pemeriksaan rutin. Lakukan pemeriksaan mata secara teratur bahkan jika Anda melihat dengan baik.
  • Mengontrol kondisi kesehatan kronis. Kondisi tertentu, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, bisa mempengaruhi penglihatan, maka harus selalu dikontrol.
  • Melindungi mata dari sinar matahari. Pakailah kacamata hitam yang menghalangi radiasi ultraviolet (UV) .
  • Mencegah cedera mata. Pakailah kacamata pelindung saat melakukan hal-hal tertentu, seperti bermain olahraga, memotong rumput, melukis atau ketika terpapar asap.
  • Makan makanan yang sehat. Cobalah untuk makan banyak buah-buahan, sayuran hijau dan sayuran lainnya.
  • Tidak merokok. Sama seperti anggota tubuh yang lain, merokok dapat mempengaruhi kesehatan mata.
  • Mengurangi kelelahan mata. Saat bekerja dengan komputer atau lagi sibuk membaca, beristirahatlah setiap beberapa menit. Jangan memaksakan mata Anda!
  • Kenali setiap gejala. Jika tiba-tiba Anda mengalami gangguan penglihatan, seperti mata kabur, melihat kilatan cahaya, bintik-bintik hitam, atau lingkaran cahaya di sekitar pandangan. Ini mungkin menunjukkan kondisi tertentu, seperti glaukoma, stroke, atau robekan retina atau ablasi. Temui dokter Anda segera jika mengalami gejala-gejala tersebut.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer