Myasthenia Gravis : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Myasthenia Gravis adalah kelemahan otot yang sangat berat akibat proses autoimun yang menyerang daerah neuromuscular junction. Yang dimaksud dengan penyakit autoimun adalah suatu kondisi dimana antibodi menyerang sel-sel pada organ tubuh normal sehingga fungsi organ tersebut terganggu. Sedangkan yang dimaksud dengan neuromuscular junction adalah celah antara ujung serabut saraf dengan sel-sel otot, sehingga ujung serabut saraf dengan sel-sel otot tersebut tidak berhubungan secara langsung.

Pada keadaan normal, serabut saraf akan mengirimkan suatu sinyal perantara yang disebut asetilkolin. Asetilkolin akan melewati neuromuscular junction kemudian menempel pada reseptor sel-sel otot. Interaksi antara asetilkolin dan reseptor tersebut akan menghasilkan pergerakan otot. Pada penyakit Myasthenia Gravis, reseptor yang ada di sel-sel otot tersebut berikatan dengan antibodi yang ada di dalam tubuh, sehingga jumlah reseptor yang dapat berikatan dengan asetilkolin jauh berkurang. Hal ini menyebabkan pergerakan otot yang terjadi juga berkurang.

myasthenia gravis

kelopak mata kanan lumpuh akibat penyakit sehingga sulit dibuka

Penyakit Myasthenia Gravis dapat terjadi pada segala usia, ras, dan golongan. Angka kejadian Myasthenia Gravis cukup jarang, bisa saja disebabkan karena tidak terdiagnosis. Myasthenia Gravis biasa menyerang wanita berusia sekitar 20 – 30 tahun dan pria berusia diatas 50 tahun. Pada umumnya ras Asia lebih banyak menderita Myasthenia Gravis dibandingkan ras lain.

Gejala Myasthenia Gravis

Gejala awal yang dirasakan pada Myasthenia Gravis umumnya keluhan pada organ tertentu yang spesifik. Tanpa pengobatan yang tepat, Myasthenia Gravis dapat berkembang semakin buruk menjadi kelemahan seluruh tubuh seperti lemas dan lemah yang berkepanjangan.

Gejala yang dirasakan tergantung dari lokasi neuromuscular junction yang terganggu. Pada tahap awal biasanya Myasthenia Gravis menyerang daerah otot-otot yang kecil sehingga keluhan yang dirasakan ringan; seperti sulit membuka kelopak mata bagian atas, gangguan penglihatan, sulit berbicara, sulit mengunyah, sulit menggerakkan otot-otot wajah bahkan menelan.

Akan tetapi keluhan penyakit ini dapat saja semakin memburuk akibat gangguan yang terjadi pada otot-otot besar. Keluhan dapat dirasakan seperti sulit berdiri tegak, tidak mampu mengangkat barang, bahkan sulit bernafas. Pada sore hari, keluhan biasanya akan dirasakan semakin berat.

Penyebab Myasthenia Gravis

Penyebab kondisi ini adalah adanya antibodi abnormal yang berikatan dengan reseptor asetilkolin di sel-sel otot. Hal ini dapat terjadi pada bayi yang terlahir dari ibu yang mengidap Myasthenia Gravis atau karena adanya kelainan genetik.

Bayi yang terlahir dari seorang wanita hamil dengan myasthenia gravis beresiko mengalami kelainan yang sama sebesar 12%, disebut sebagai Neonatal Myasthenia karena ditularkan dari darah ibunya yang mengandung antibodi abnormal tersebut. Neonatal Myasthenia akan sembuh sendiri dalam beberapa minggu karena kadar antibodinya akan menurun. Kelainan Genetik atau Congenital Myasthenia merupakan kelainan yang disebabkan pada tingkat genetik, bisa juga disebabkan faktor keturunan.

Pada orang dewasa yang mengalami penyakit ini, ditemukan adanya kelenjar Thymus yang membesar. Kelenjar Thymus merupakan salah satu organ yang berfungsi untuk pematangan sel-sel imun. Pada anak-anak kelenjar Thymus akan sangat aktif, kemudian menjelang dewasa fungsi kelenjar Thymus akan menurun dan ukurannya akan mengecil. Apabila kelenjar Thymus tetap berfungsi aktif dan membesar pada orang dewasa, dapat menyebabkan gangguan pada fungsi sistem imun.

Myasthenia Gravis tidak ditularkan melalui kontak langsung dengan penderitanya maupun dengan hubungan seksual.

Pengobatan Myasthenia Gravis

Pengobatan terhadap Myasthenia Gravis dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan maupun dengan tindakan bedah. Setelah diketahui bahwa penyebabnya adalah kelainan autoimun yang disebabkan oleh antibodi, maka pengobatan yang dilakukan dapat menggunakan obat-obatan golongan kortikosteroid atau imunosupresan. Hal ini bertujuan untuk menekan sistem imun tubuh terutama antibodi agar tidak menyerang reseptor asetilkolin yang ada di sel-sel otot.

Untuk menghambat antibodi yang beredar di dalam tubuh menempati reseptor asetilkolin, dapat menggunakan terapi antibodi monoklonal yang bersifat spesifik. Antibodi monoklonal ini akan berikatan dengan antibodi yang ada di dalam tubuh, sehingga reseptor asetilkolin dapat berikatan dengan asetilkolin. Contoh antibodi monoklonal yang dapat digunakan untuk Myasthenia Gravis adalah Rituximab dan Eculizumab.

Selain itu dapat digunakan obat anticholinesterase, yang mampu menghambat proses degradasi asetilkolin di neuromuscular junction, sehingga asetilkolin dapat bertahan lebih lama di neuromuscular junction. Contohnya adalah pyridostigmine.

Tindakan bedah yang dilakukan sebagai terapi Myasthenia Gravis adalah Thymectomy, yaitu pembuangan kelenjar Thymus. Hal ini didasari karena pada sebagian besar penderita dapat ditemukan adanya Thymoma, yaitu tumor pada kelenjar Thymus. Pada orang dewasa, fungsi kelenjar Thymus dapat diabaikan, sehingga apabila dibuang tidak akan menimbulkan gangguan lain dan tujuan utama mengurangi gejala Myasthenia Gravis dapat tercapai. Thymectomy juga menjadi salah satu terapi pilihan apabila pasien ingin menghindari penggunaan obat-obatan.

Sebelum dilakukan tindakan Thymectomy, dapat dilakukan plasmaphoresis atau membuang cairan plasma yang mengandung antibodi terhadap reseptor asetilkolin. Tindakan plasmaphoresis merupakan pengobatan yang bersifat sementara karena antibodi akan tetap terus dibentuk oleh tubuh.

Untuk menghindari gejala yang bertambah parah, pasien Myasthenia Gravis harus banyak beristirahat, mengurangi paparan terhadap sinar matahari, dan tidak boleh stress. Penegakan diagnosis yang cepat dan terapi yang tepat dapat memberikan prognosis yang baik.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer