Obat Batuk Berdahak Paling Manjur

Obat batuk harus disesuaikan dengan jenis batuk nya, apakah berdahak atau tidak. Hal ini penting karena apabila tidak sesuai, malah akan membuat batuk semakin berat bahkan berbahaya karena berhubungan dengan saluran nafas. Oleh karena itu, seringkali kita lihat iklan obat batuk selalu disertai dengan keterangan obat batuk berdahak atau obat batuk tidak berdahak (kering).

Pada kesempatan kali ini yang akan kita bahas yaitu cara mengobati batuk berdahak dengan tepat yakni menggunakan obat batuk berdahak.

Batuk berdahak berarti batuk yang disertai dengan adanya dahak atau lendir (mukus), batuk itu sendiri sebenarnya cara tubuh untuk mengeluarkan lendir/dahak  agar tidak menyumbat saluran nafas dan untuk membersihkan paru-paru dan saluran pernafasan.

Dengan demikian, bisa dibayangkan bukan, apabila seseorang mengalami batuk berdahak tetapi yang dikasih malah obat batuk kering yang notabene bersifat menekan atau menghentikan batuk, maka sangat dimungkinkan dahak tidak bisa keluar akibatnya terjadi sesak bahkan mengancam jiwa apalagi batuk berdahak pada bayi dan anak.

ilustrasi : obat batuk berdahak

ilustrasi : obat batuk berdahak

Atas dasar itulah, cara mengobati batuk berdahak supaya manjur harus menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Batuk berdahak tidak boleh di supresi (ditekan atau dihentikan)
  2. Tingkatkan efisiensi batuk sehingga dahak mudah keluar dengan menggunakan obat batuk berdahak yang bersifat:
  • Mukolitik = untuk mengencerkan dahak.
  • Ekspektoran = memudahkan mengeluarkan dahak melalui batuk.

Ekspektoran
Ekspektoran adalah obat batuk berdahak yang mengandung zat yang dapat membantu untuk mengusir dahak / lendir dari paru-paru.  Contohnya guaifenesin (paling banyak kita jumpai), dan amonium klorida.

Mukolitik
Mukolitik atau obat pengencer dahak, seperti Bromhexine dan Ambroxol berfungsi membantu mengencerkan dahak yang tebal dan lengket, sehingga lebih mudah dikeluarkan ketika batuk. Beberapa produk obat batuk telah mengandung kombinasi agen mukolitik dan ekspektoran guna mendapatkan hasil yang maksimal.

Ekspektoran meningkatkan sekresi bronkial dan mukolitik membantu mengencerkan dahak yang kental. Ekspektoran mengurangi ketebalan atau viskositas sekresi bronkial sehingga meningkatkan aliran lendir yang dapat dibuang lebih mudah melalui batuk, mukolitik memecah struktur kimia molekul lendir. Lendir menjadi lebih tipis dan dapat dibuang lebih mudah melalui batuk. —Adams, Holland, & Bostwick, 2008, p. 591

Selain obat batuk tersebut diperlukan juga suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar dapat membantu dengan cepat menyembuhkan batuk berdahak.

Inilah beberapa suplemen yang diperlukan untuk mengobati batuk berdahak:

  • Vitamin C ditambah bioflavonoid;
  • Lobak;
  • Bawang Putih;
  • Bawang putih dan vitamin C.
  • Madu

Baca lebih lanjut mengenai obat batuk tradisional

Obat batuk berdahak yang saya sebutkan diatas bisa anda dapatkan dengan mudah karena memang dijual bebas tanpa harus menggunakan resep dokter. Namun obat-obatan tersebut bersifat simtomatis atau hanya menghilangkan gejala tanpa memandang penyebab batuk itu sendiri. Ingat, batuk itu sendiri bukanlah penyakit melainkan gejala dari penyakit yang mendasarinya. (Lebih lanjut silahkan baca: Batuk berdahak dan kering beserta penyebabnya.)

Oleh karena itu, segera bawa ke Dokter jika batuk anda tidak hilang setelah beberapa minggu atau jika Anda atau anak Anda mengalami:

  • Batuk dengan dahak tebal, dan berwarna kuning kehijauan
  • Mengi (sesak disertai bunyi ngik.. ngik..)
  • Mengalami demam lebih dari 38 C
  • Mengalami sesak napas

Dan Bawalah ke UGD RS jika Anda atau anak Anda :

  • Tersedak
  • Mengalami kesulitan bernapas atau menelan
  • Batuk berdarah atau dahak berwarna pink-kebiruan.

Ingat! Sebelum meminum obat batuk berdahak telitilah terlebih dahulu apa komposisi dari obat tersebut, kontra indikasi, atau bahkan efek samping yang mungkin ditimbulkannya.

11 Komentar

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer